Rabu, 13 November 2019

Genmuda – Kawan Muda pernah penasaran gak perjalanan air dari pegunungan, diolah, masuk ke dalam kemasan, didistribusikan, hingga akhirnya sampai di tangan lo? Terus apa aja sih dampak lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar mata air tersebut? Nah, kalo lo penasaran Danone-Aqua berusaha merangkum itu semua dalam kampanye “Jelajah Kebaikan Aqua”.

Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat dalam memahami perjalanan Aqua dalam menyediakan air berkualitas untuk Indonesia, serta mengambil bagian dalam beberapa program pelestarian sumber air. Biar gak terlalu serius dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, kampanye ini kemudian tertuang dalam sebuah pameran edukatif dan interaktif yang berlangsung di Atrium Utama Mall Gandaria City mulai tanggal 1-3 November 2019.

Menurut Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo, kampanye Jelajah Kebaikan bertujuan untuk mengajak masyarakat berkolaborasi untuk memilih, menjaga, dan merawat sumber air yang selama ini dikonsumsi. Sejalan dengan visi hidrasi sehat dan pelestarian sumber air, ia juga membeberkan adanya tiga langkah konkret yang mereka sebut dengan PIJAR (Pilih – Jaga – Rawat).

“Kami berharap dapat mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap kualitas air minum dan terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian sumber air,” katanya dalam konferensi pers “Jelajah Kebaikan” di Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (1/11).

Sadar akan produk yang menggunakan kemasan plastik, — yang juga menjadi masalah sampah di Indonesia, Danone-Aqua turut berusaha mengedukasi generasi muda untuk mengumpulkan banyak sampah plastik, memilihnya, mengedukasi, kemudian menjadi sebuah inovasi. Selain telah menggunakan seratus persen botol daur ulang dalam produk Aqua Life, Danone-Aqua juga telah mendaur ulang label kemasan mereka menjadi produk daur ulang dalam bentuk tas hingga palet plastik yang lebih tahan lama sekaligus bisa menggurangi penggunaan kayu.

©Genmuda.com/2019 Liki

“Harapannya melalui cara ini masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan sampah plastik.” jelas Sustainable Development Director Danone-AQUA, Karyanto Wibowo di dalam kesempatan yang sama.

Selain memperkenalkan program CSR yang telah perusahaan lakukan untuk melestarikan kualitas dan kuantitas sumber air melalui program pelestarian lingkungan, serta berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lokal, pengunjung pameran juga dapat ikut berkontribusi memberikan donasi menanam pohon di wilayah konservasi Danone-Aqua. Nantinya pengunjung juga akan diberikan nomor tracking bibit pohon yang ditanam untuk mengetahui perkembangannya.

Hadir pula Ketua Indonesian Hydration Working Group, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi., Sp.G.K. Menurutnya momen “Jelajah Kebaikan” dapat menjadi momentum positif dalam memenuhi syarat hidrasi sehat.

“Saat ini, tingkat hidrasi masyarakat Indonesia sudah mengalami kemajuan, namun yang paling penting kita juga harus tau kualitas air minum yang dikonsumsi. Bagaimana caranya? Pertama pastikan air minumnya sudah memiliki izin sesuai dengan peraturan Kementrian Kesehatan, kedua proses produksinya. Yang paling baik adalah air mineral yang tidak berbau serta tidak mengandung logan dan mikro organisme berbahaya.” jelas Dr. Diana kepada awak media.

Dalam pameran ini Kawan Muda juga dapat langsung berkonsultasi dengan beberapa pakar hidrasi sehat untuk mengetahui tips-tips kesehatan, sambil menghitung asupan air harian yang mereka butuhkan. Hal ini penting karena kekurangan hidrasi sehat, atau yang umumnya dikenal dengan dehidrasi, dapat menyebabkan perubahan emosi, kurang konsentrasi, sakit kepala ringan, dan kelelahan. Kehilangan cairan juga dapat menyebabkan kram otot yang menghambat kinerja sehari-hari.

Selain itu ada pula kompetisi media sosial #JelajahKebaikanAQUA yang bisa diikuti oleh siapa aja. Nantinya akan dipilih dua orang pemenang yang akan memenangkan perjalanan kebaikan ke dataran tinggi Dieng barengan dengan Goodness-Ambassador Danone-Aqua, Dion Wiyoko. Buat lo yang penasaran langsung aja intip sosial media Danone-Aqua di Instagram dan situs sehataqua.co.id.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.