Rabu, 13 November 2019

Genmuda – Sempat menuai kritis di sejumlah negara asia, film “Hustlers” akhirnya tayang di Indonesia dengan sejumlah sensor yang wara-wiri sepanjang durasi. Akan tetapi Kawan Muda gak perlu khawatir fail karena film garapan Lorena Scarafia ini tetap nggak kehilangan inti ceritanya sebagai film drama kriminal yang penuh dengan hingar bingar kehidupan malam.

Terus semenarik apa sih film ini? Apakah wajib buat masuk daftar nonton lo bulan ini? Berikut Genmuda.com bahas review lengkapnya di bawah!

Segerombolan penipu

©STXfilms/2019

Sesuai sama judulnya, film ini menceritakan kehidupan sekelompok penari striptis yang menipu para tamu mereka di sebuah bar. Penontong langsung masuk ke dalam cerita saat Destiny (Constance Wu) memulai pengalamannya sebagai penari striptis.

Kerasnya hidup dan gencetan ekonomi bikin Destiny terpaksa menari di atas tiang dengan penonton yang me-nyawer dirinya. Sebagai seorang newbie ia baru menyadari bahwa pekerjaannya itu bukan perkara gampang. Sering kali penghasilan sering ‘disunat’ sana-sini oleh pemilik bar.

Hingga suatu hari Destiny melihat penampilan Ramona (Jeniffer Lopez) yang sukses dihujani uang oleh pengunjung di atas panggung. Sejak saat itulah Destiny merasa kagum akan kepiawaian Ramona. Selain emang seksi, Ramona juga dikagumi banyak orang karena dikenal supel, cantik, dan jago memberikan servis kepada kliennya.

Singkat cerita hubungan kedua penari ini semakin dekat. Dengan bimbingan Ramona, Destiny berhasil mendapatkan ribuan dolar dari para lelaki hidung belang. Sayangnya itu semua gak berlangsung lama. Memasuki awal tahun 2000-an krisis ekonomi memaksa sejumlah bar bangkrut dan para penari striptis terpaksa banting stir ke pekerjaan lain, termasuk Destiny.

Masalah hidup Destiny makin berat setelah ia ditinggal oleh suaminya dan harus menghidupi puteri sematawayangnya. Dalam masa-masa sulit inilah ia kembali bertemu dengan sahabatnya, Ramona. Tak berlangsung lama keduanya lantas merekrut dua penari striptis lain untuk bekerjasama untuk menipu dan memeras para pialang Wall Street.

Kerasnya kehidupan malam

©STXfilms/2019

Tentunya film ini gak melulu menyoal pada pekerjaan penari striptis. “Hustlers” dengan elegean menggambarkan bahwa untuk bertahan hidup atau mungkin keluar dari dunia malam emang gak mudah. Para penari striptis di film ini pun mengalami hal serupa. Mereka hadir karena ada kebutuhan dari para cowok hidung belang.

Tuntutan sosial dan ekonomi juga disorot oleh Scarafia. Biarpun aksi penipuan Ramona dan Destiny gak bisa dibenarkan, tapi ada satu atau dua alasan kenapa lo bisa mengerti kenapa kedua tokoh ini melakukan hal tersebut. Apalagi dua tokoh ini sama-sama seorang ibu yang rela berjuang demi anak-anaknya. Bohong deh kalo lo gak sedikit berempati sama mereka.

Lebih lanjut, di balik kemasan ceritanya yang ringan dan menegangkan, penulis ngerasa bahwa film ini belum berhasil menawarkan sesuatu yang baru kepada penonton. Premis gerombolan cewek yang mencuri uang orang kaya juga nggak terlalu baru-baru banget buat kita. Sederhana, namun kurang berkesan buat penulis secara pribadi.

Kesimpulan

©STXfilms/2019

Ditujukan buat penonton 21 tahun ke atas, cerita film Hustlers emang gak terkesan baru. Namun lewat film ini kita seenggaknya bisa tau cerita di balik kerasnya kehidupan malam. Sejumlah isu sosial, ekonomi, politik, dan budaya ikut ambil bagian dalam membangun aksi penipuan yang dilakukan oleh Destiny dan Ramona.

Kredit lebih juga layak penulis kasih buat chemistry J-Lo dan Wu yang sukses menampilkan sisterhood yang epik, lengkap dengan segala pro-kontra dalam hidup mereka yang gak melulu harus berujung pada uang dan kekayaan. Penasaran? Tonton dulu aja trailer di bawah!

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer