Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Pelaksanaan olimpiade musim panas 2016 di Rio De Janeiro berpotensi ningkatin perekonomian Brazil hingga 4,26 kali lipat. Sayangnya, Negeri Samba punya sejumlah PR yang masih numpuk dan mengundang sejumlah kontroversi.

Dikutip dari situs Seven Pillars Institute (SPI), Rabu (3/8), Pemerintah Brazil optimis jika Olimpiade Rio bakal berdampak baik buat perekonomian negara tersebut. Diprediksi kalo acara ini bakal datengin keuntungan setara 671.000 triliun rupiah (51,1 triliun dolar AS).

Tapi peneliti SPI yakin kalo pertumbuhannya paling mentok di bawah 10 triliun dolar AS. Karena, Rio De Janeiro masih butuh banyak perbaikan infrastruktur, keamanan, dan kondisi sosialnya sesuai dengan ketentuan International Olympic Committee (IOC).

Di luar itu semua, Kawan Muda yang belum update pasti bingung kan, kenapa sih ajang olahraga ini jadi sorotan dan kritik tajam dari berbagai pihak? Berikut 5 alasannya:

1. Infrastruktur arena dikritik tajam

Robohnya undakan buat para atlet dayung di Marina da Gloria, 1 Agustus lalu. (Sumber: The Guardian)

Undakan yang dibangun buat pertandingan dayung di Marina da Gloria ternyata baru aja roboh seminggu sebelum olahraga itu dilombain 8 Agustus nanti. Dikutip dari situs The Guardian, juru bicara IOC Rio 2016 Philip Wilkinson bilang undakannya roboh karena air pasang dan ombak yang sedang ganas.

Selain itu, angin kencang di tepi pantai juga membuat Pantai Copacabana rentan dibanjiri air laut. Padahal, lokasinya dekat dengan arena voli. Mau engga mau deh, pemerintah kemudian memasang papan besi untuk menahan air laut.

2. Banyak pencurinya

Situs CNN, Juni lalu ngejelasin kalo pencuri-pencuri di Rio De Janeiro begitu ahli sampe bisa ngambil lebih dari tiga ponsel tanpa diketahui. Bukan cuma pencuri, bahkan tindak perampokan pun meningkat semenjak Rio makin jadi daerah tujuan wisata.

Di awal 2015, jumlah pencurian bahkan perapokan turis meningkat menurut pemberitaan situs Telegraph. Mereka menjambret kalung, tas, dompet, ponsel, atau harta lain dengan santai tanpa kesulitan. Gawatnya lagi aksi itu bahkan mereka lakukan di tempat umum seperti di jalan raya atau pantai.

3. Kebersihannya meragukan

Tipikal muara saluran air di Rio De Janeiro. (Sumber: freedomsback.com)

Saluran air di Rio pun jadi hal yang dikritik. Studi The Associated Press (AP) selama 16 bulan mengindikasikan kalo saluran air di kotamadya itu (Rio de Janeiro tuh statusnya kotamadya ya). Sebanyak 1.400 atlet yang dateng ke tempat itu rentan tercemar bakteri dari saluran air yang bermuara ke pantai.

Dari penelitiannya, AP bilang kalo atlet olahraga air yang engga sengaja meneguk air di pantai-pantai Rio bisa-bisa terkena infeksi bakteri di saluran pernapasan, perut, bahkan terjangkit virus yang bikin pembengkakan jantung dan otak. Serem deh ngebayanginnya.

4. Virus Zikha

Pelaku yang menyebarkan Virus Zika. (Sumber: The Verge)

Brian Ward, profesor di Departemen Mikrobiologi dan Immunology Universitas McGill Kanada nyimpulkan kalo 160 dari 100 ribu orang yang ada di Brazil berpotensi terjangkit Virus Zikha. Mengkhawatirkannya lagi, 25% kasusnya terjadi di daerah perkotaan.

Doi ngelanjutin kalo ibu hamil atau yang baru menikah paling rentan terjangkit virus yang bikin demam tinggi dan ruam di kulit ini. Kalo bayi kena virus ini, pertumbuhannya bakal engga normal. Ward akhirnya menyarankan bahwa tiap turis sebaiknya menggunakan lotion anti nyamuk sepanjang hari selama berkunjung ke Brazil.

5. Narkoba

Tentara Brazil dengan senjata lengkap sedang berjaga di Copacabana. (Sumber: Reuters / Ivan Alvardo).

Meski engga berdampak langsung sama keamanan dan ketertiban, transaksi narkoba jadi salah satu faktor yang bisa mengancam jalannya Olimpiade 2016. Akhir Juli lalu, situs Vice News ngelaporin kalo pengedar narkoba lagi giat-giatnya memanfaatkan momen tersebut buat berjualan.

Dikhawatirkan, transaksi narkoba tersebut berpotensi memicu aksi baku tembak yang bisa menelan korban dari orang sipil atau turis yang sedang berkunjung. Untungnya Pemerintah Brazil mati-matian memperbaiki kondisi Rio supaya makin nyaman. Sebanyak ratusan ribu polisi dan tentara dikerahkan ke area publik, infrastruktur segera dibenahi, dan jumlah kasus Virus Zika pun mulai menurun. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.