Senin, 26 Oktober 2020

Genmuda – Hingga wafat di usia 25 tahun pada 1904, RA Kartini banyak belajar dan tuangin pemikiran emansipasi doi lewat surat-surat yang dikirim ke teman-teman pena beliau. Surat-surat itu kemudian dikumpulin hingga akhirnya jadi naskah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang nyeritain pemikiran tokoh kebangkitan perempuan ini.

Hari Kartini yang dirayain tiap 21 April, tepat di hari kelahiran sang pejuang emansipasi bisa dirayain dengan banyak kegiatan. Ada yang secara simbolis bikin perayaan berkebaya, ada yang secara aktif nyebarin filosofi Kartini ke seluruh tanah air.

Ngerayain hari yang bisa dibilang momentum emansipasi di Indonesia ini boleh-boleh aja, asal jangan sampai kehilangan makna utamanya. Biar engga “nyasar” seperti yang dikhawatirkan, baiknya sih coba ngerayain Hari Kartini dengan ngelakuin beberapa hal di bawah ini.

Buat Perempuan

1. Engga kalah dari galau

via giphy.com

Tau engga apa yang dilakukan Kartini saat lagi dipingit (dilarang keluar rumah) sebelum menikah sama Bupati Rembang yang sebelumnya udah pernah nikah 3 kali? Doi tetep belajar dengan baca buku di dalam rumahnya. Engga cuma galau engga jelas.

Seperti kata surat RA Kartini kepada Nellie van Kol, Agustus 1901, “Tujuan perjuangan kami ada dua: berusaha memajukan bangsa dan merintis jalan bagi saudara-saudara kami perempuan, menuju ke arah keadaan manusiawi….”

2. Berani ngomong pendapat pribadi

Kamu mungkin bisa juga berpendapat kalo surat-surat yang dikirim RA Kartini ke temen-temen penanya merupakan bentuk curhat seperti yang sekarang kamu lakukan di medsos. Akan tetapi, surat kartini bukan cuma berisi luapan emosi melainkan pemikiran dan ambisinya.

“Jika aku memilih pekerjaan, haruslah sesuai keinginanku. Untuk sesuai dengan cita-cita yang tidak mendatangkan aib bagi keluarga ningratku.” Begitu isi surat RA Kartini kepada Stella Zeehandelar, 6 November 1899.

3. Berbagi ilmu

via giphy.com

RA Kartini juga engga pelit ilmu. Sebaliknya, perempuan yang diangkat jadi pahlawan nasional pada 2 Mei 1964 itu justru punya cita-cita berbagi ilmu kepada anak-anak kecil dan remaja. Setelah menikah dengan Bupati Rembang, cita-cita itu juga masih nyala, loh.

4. Engga gampang menyerah

Dalam surat yang ditulis Karini ke Rosa Abendanon, Oktober 1900, beliau bilang kalo “Jalan yang hendak saya tempuh itu sukar, banyak duri dan lubang-lubangnya….” Sudah tau kalo memperjuangkan emansipasi di tahun itu susah, apakah Karini berhenti? Sama sekali engga, girls!

Buat Cowok:

1. Jangan selingkuh

via tumblr.com

Ketika muda dulu, beliau diperistri Bupati Rembang yang sebelumnya udah punya tiga istri. Ayahnya sendiri juga merupakan cowok yang berpoligami. Kartini engga menyukai situasi itu. Jadi, kalo lo termasuk cowok “modern” seperti yang diharapkan Kartini, jangan pernah deh ngeduain perempuan.

2. Jangan maksa perempuan

Selama lo masih maksain kehendak yang belum tentu juga bermanfaat buat perempuan di sekitar, lo belum menghargai Kartini. Soalnya, 25 tahun hidup pejuang emansipasi itu kan dipakai buat mempromosikan hak perempuan untuk menentukan nasibnya sendiri.

3. Jangan males!

via fox.com

Meski emansipasi wanita lagi gencar di jaman sekarang, bukan berarti terus lo males sementara perempuan-perempuan pada bekerja ekstra giat. Kalo lo emang menghargai Kartini, lo engga boleh males karena Kartini engga pernah males mengejar cita-citanya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.