Jum'at, 27 Januari 2023

Genmuda – Putus nyambung putus nyambung kayak main layangan dan akhirnya… putus. Namanya juga sebuah hubungan, di mana ada awal (kalo engga langgeng) ya putus. Sungguh penjelasan yang berguna.

Cinta tuh engga selamanya manis dan bisa membuat dua sejoli bahagia. Terkadang perpisahan itu engga bisa dihindari kalo udah berkaitan dengan rasa kecewa dan kesedihan. Tapi buat sebagian orang, melupakan mantan, atau apa pun sebutannya buat si mantan, pasti susah banget.

Engga semudah membalik telapak tangan. Pasti kamu setuju ya yang udah pernah disakiti? Melupakan mantan tuh rasanya ‘argh’; engga bisa diungkapin dengan kata-kata.

Sekarang anggaplah kamu berhasil melewati fase melupakan mantan. Kemudian hidup kamu mulai bersinar kembali, seperti bangun pagi menyandang predikat jomblo, engga sedih lagi, menghirup udara bebas lagi dan lainnya.

“Suatu ketika, satu tahun kemudian, kamu lagi beli tahu bulat di pinggir jalan, dan… tiba-tiba mantan kamu muncul. Apa yang kira-kira akan terjadi?”

1. Canggung

Liat-liatan dulu. Dari ujung rambut sampe ujung kaki diliatin tapi diem-diem gitu biar engga nurunin gengsi. Tukang tahu bulat cuma jadi saksi bisu ngeliat kalian berdua salah tingkah. Akhirnya yang digoreng bukan tahu. *lah.

2. Mulai senyum

Setelah melewati fase canggung-canggung menjijikan itu, tanpa sengaja akhirnya kamu berhasil menangkap basah tatapan dia ke kamu. Kepala makin runyam. Tapi, berdasarkan rasa engga enak akhirnya kamu kasih senyum aja buat menandakan kamu tuh udah move on, dan semuanya baik-baik aja.

3. “Apa kabar?”

Dilempar kode senyum, bagi si doi pasti merupakan sinyal kenceng nih, “Wah, dia senyum. Udah lama engga ketemu, badannya pangling, banyak berubah. Sapa ah,” pikir si doi dalam hati. Akhirnya muncul kalimat basi, “Apa kabar?”

4. Pembicaraan panjang

Cowok: “Kamu masih suka tahu bulat ternyata ya.”

Cewek: “Iya, setiap sore aku suka nungguin abangnya lewat tapi susah banget.”

Cowok: “Kalo gitu, boleh nanti aku bawain setiap hari?”

Cewek: “Mulai deh gombal kayak dulu” (sambil gesek-gesek kaki dan tangan benerin rambut)

5. Bahas masa lalu

Cowok: “Engga kerasa, satu tahun kita engga ketemu kamu banyak berubah ya.”

Cewek: “EMANG LO SIAPA GUE?!?!?!?” (kalo masih marah)

Ralat

Cewek: “Iya, kamu juga banyak berubah. Sekarang rambut kamu panjang, padahal aku suka rambut kamu waktu pendek.”

Tukang tahu bulat masih sibuk goreng tahu.

Cowok: “Seandainya waktu bisa diputar ya” (Kalimat ‘super kode’ yang menandakan si cowok pengen balikan)

Cewek: (masih benerin rambut)

6. Pergolakan batin akibat kode

Dikasih kode, kamu pasti menangkap sinyal mentah-mentah yang dikasih tuh. Akhirnya kamu diam dan berpikir banyak. “Wah, jangan-jangan dia masih ada rasa sama gue”, “Duh, kenapa sih ketemu pas gue lagi dandan kayak gini, kan belum pake alis,” atau “Bayarin plis tahu bulatnya.”

Akhirnya, dengan anggapan “Yaudahlah, besok juga belum tentu ketemu lagi”, kamu memperlakukan dia seperti biasa. Karena yang ngeliat juga tukang tahu doang. Mencairlah suasana. Pembicaraan menjadi lebih panjang dan harapan kamu cuma satu, “Plis bang, goreng tahunya agak lama dikit.”

7. Berpisah

Ngomong panjang lebar, hati berbunga-bunga karena ketemu sama si doi, di gombalin, di kasih kode, makan tahu bareng, di pinggir jalan raya, cocol-cocolan sambel, TIBA-TIBA SI DOI NGOMONG, “Yaudah, sampai ketemu lagi ya. Btw, kenalin ini pacar aku, namanya Cinta.”

Seketika kamu mau jadi orang gagap tapi engga bisa, badan kerigat dingin, dan rasa kesel mulai timbul lagi inget kesalahan doi di masa lalu. Sesosok wanita berambut panjang terurai turun dari mobilnya dan mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Gimana respon kamu? Bertambah marah karena rasa bahagia yang sejenak, atau kamu berusaha dewasa dan menganggap kisah kamu sama dia itu hanya sebuah kisah di masa lalu? Tulis jawabannya di bawah ya, Kawan Muda. Ketahuilah, mantan itu masih menjadi satu sosok yang wajib direnungkan. (sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis