Senin, 17 Juni 2024

Genmuda – Hoax lagi-lagi hoax. Dirimu seperti rasa sakit perut ketika sedang sakit diare. Tidak pernah ada habis-habisnya. Baru-baru ini beredar kabar soal modus penculikan anak yang pelakunya berpura-pura jadi orang gila sedang tren di Indonesia.

Pesan berantai akan hoax itu terinspirasi dari kasus percobaan penculikan dua bocah di Sumenep, Madura, 14 Maret. Pelakunya berpura-pura jadi orang gila biar engga dicurigai calon korbannya. Tapi, dua bocah itu lolos setelah melawan dan langsung ngadu ke orangtuanya.

Isu percobaan penculikan seperti itu akhirnya tersebar sampai Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara. Suasana makin menggelisahkan hingga warga main hakim sendiri dan salah sasaran. Seorang tak waras yang lagi mondar-mandir di tempat pengajian anak daerah Sumenep jadi bulan-bulanan karena dicurigai berniat jahat.

Kepolisian setempat bilang kalo itu adalah orang gila sebenarnya. Warga diminta tetep tenang, engga main hakim sendiri, sambil waspada mengawasi anak. Terlambat sih. Isu penculikan bermodus orang gila ini terlanjur jadi legenda urban seperti halnya isu modus penculikan di bawah ini.

1. Jadi driver jemputan online

via tumblr.com

Kabarnya pertama diceritain seorang bapak yang curiga sama pengendara jemputan online, daerah Depok, Jawa Barat. Saat anak berusia 8 tahunnya ada di luar kota, mendadak dateng jemputan online pengen jemput anaknya. Setelah dibilang yang bersangkutan lagi ke luar kota, pengendara itu langsung pergi.

Setelah dihubungi, istrinya yang lagi menemani sang anak bilang engga mesen jemputan online apapun. Anaknya juga engga mungkin mesen karena engga punya ponsel pintar. Sang bapak langsung lapor satpam sekitar rumah dan polisi.

2. Pengamen

via imgur.com

Ada juga isu penculikan yang pelakunya nyamar jadi pengamen rumahan, sekitar 2005. Mereka mengincar anak-anak yang lagi main di teras rumahnya tanpa basa-basi. Langsung nerobos masuk pagar, angkat anak kecil, dan bawa kabur pakai mobil.

Karena kabar itulah warga suka skeptis sama pengamen dalam bentuk apapun, baik itu yang bawa gitar, jadi sinden, barongsai, ondel-ondel, boneka kepala besar, atau apapun juga. Bahkan musisi yang lagi jadi street performer juga dicurigai.

3. Mangkal di toilet mal

via tenor.co

Berdasarkan isu yang beredar, target penculik dalam toilet ini adalah anak laki-laki yang lagi diajak jalan ibu tanpa kehadiran bapaknya. Saat si anak masuk toilet, dia dibius, diubah potongan rambut, diganti baju hingga engga dikenali lagi sama orangtuanya.

Maka begitu, pelakunya tinggal menggendong anak di punggung dan keluar toilet dengan santai sementara orangtua anaknya panik si anak engga muncul-muncul. Si ibu lapor ke satpam mal dan pusat perbelanjaan itu dikonci.

Setelah menyisir lokasi, anaknya ditemui di tempat parkir. Ketika publik yang panik mendengar cerita itu minta keterangan langsung sama pihak mal, ternyata kejadian itu sama sekali engga terjadi.

4. Diculik sama anak kecil

via tenor.co

Namanya anak kecil, pasti gampang banget ngajak anak kecil lain main bareng meski baru pertama kali ketemu. Sayangnya, kebiasaan itu dimanfaatin pihak engga bertanggung jawab buat nyulik anak-anak di Filipina.

Seorang ibu curhat di internet setelah ada seorang anak perempuan ngajak main anak laki-lakinya ke tempat yang jauh dari pengawasan. Si ibu menduga anak laki-lakinya bakal diculik ketika main. Untunglah anaknya engga diizinin pergi tapi cerita ini sempet bikin orang tua di Filipina was-was.

5. Dari temen medsos

via tumblr.com

Beberapa tahun lalu, tempat yang sekarang jadi media penyebaran hoax itu sarana memancing remaja-remaja buat diculik. Mereka yang ngerasa temen online harus dijadiin temen offline biasanya jadi korban.

Ketika undangan pertemuan dituruti, pelakunya langsung berubah jadi garong. Sekarang, remaja-remaja udah pada fasih berinternet. Semoga, kejadian kayak gitu engga terulang lagi. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.