Minggu, 12 Juli 2020

Genmuda – Pemilik BlackBerry di seluruh dunia secara engga langsung jadi pemilik ponsel langka mulai dari sekarang. Soalnya, perusahaan itu memberhentikan produksi hardware apapun di rapat Rabu (28/9) pagi di Kanada.

Pengumumannya disampaikan CEO BlackBerry John Chen, mengingat perusahaan itu kehilangan 31,8 % pendapatannya di empat bulan terakhir 2016. Jumlahnya setara dengan 8 juta dolar AS menurut wired.com, Minggu (2/10).

Meski begitu, BB engga sepenuhnya cabut dari persaingan smartphone. Mereka kini fokus memproduksi software keamanan buat dipasangi di ponsel Android DTEK50 pabrikan Alcatel Tiongkok.

Tapi, bukan lewat ponsel touch screen batangan lah BB dikenal netizen di seluruh dunia. Brand ini justru menggoyang pasar smartphone lewat ponsel ‘qwerty.’ Dan buat mengenang sepak terjang BB, mari kita flashback perkembangan produknya di bawah ini.

1. Menggedor pasar ponsel lewat BlackBerry Quark

via wired.com
BB Quark. Dedengkotnya BlackBerry. (Sumber: wired.com)

Produksinya dimulai sekitar 2003. Layar ponsel ini masih berwarna hitam-putih seperti Nokia 3310. Meski begitu, BB berani masang keyboard qwerty yang ternyata justru diminati pasar di Kanada. Majalah TIME 2010 memasukkan BB Quark ke dalam daftar 100 gadget paling diminati.

2. Menguasai pasar dengan BB Pearl

via tinypic.com
Tampilan BB Pearl yang masih pakai trackball. (Sumber: tinypic.com)

Pearl jadi ladang inovasinya BlackBerry. Ponsel produksi 2006 ini kecil, tapi punya keyboard penuh. Udah gitu, dipasangi kamera, trackball, Wi-Fi, USB port, BlackBerry Messenger, GPS, hingga perangkat email. Ini lah smartphone perdananya BB.

Para pengguna pun mengaku kalo keyboard ponsel ini enak banget dipakai. Karena itu, BB Pearl semacam jadi ponsel wajibnya wartawan-wartawan online buat ngetik berita cepet tanpa perlu banyak typo.

3. Booming di Indonesia dengan BB Curve

via wired.com
BB Curve yang banyak banget dipakai di Indonesia. (Sumber: wired.com)

Berkat Pearl, BB bisa jadi pilihan favoritnya para first jobber. Buat pegawai kantor yang lebih dewasa, profesional, dan bisnis-oriented, BB ngeluarin ponsel Curve sekitar 2007.

Produksinya pun berjalan terus hingga 2012. Dalam tiga tahun itu, keluar Curve seri 83xx, 85xx, 89xx, 92xx, hingga 93xx. Kalo ditotal sih ada lebih dari 15 produk BB Curve bersaing dengan Android dan iPhone yang mulai naik daun di tahun itu.

4. Makin naik derajat dengan BlackBerry Bold

via wired.com
BB Bold jadi tanda puncaknya BlackBerry di dunia. (Sumber: wired.com)

Bold itu adalah ponsel premiumnya BB pada 2008-2012. Ponsel ini menggunakan trackpad yang memiliki sensor sentuh menggantikan trackball yang dikeluhkan cepet rusak seperti di model sebelumnya.

Bukan berbahan plastik, Bold dibuat pakai serat karbon, kulit, bahkan logam. Di masa inilah BB bisa menguasai 50% pasar smartphone Amerika Serikat, jauh ngalahin iPhone.

5. Mulai gelagepan dan ngeluarin BB Storm

via wired.com
BB Storm. Sang penyelamat yang gagal menyelamatkan BlackBerry. (Sumber: wired.com)

Lama-lama, pengguna ponsel di dunia beralih dari ponsel trackpad ke ponsel layar sentuh. Android dan iPhone mulai diminati. BB pun engga mau kalah dan ngeluarin seri Storm di akhir 2008-awal 2009.

Ini adalah ponsel siluman yang punya keyboard virtual dan keyboard analog. BB juga rela engga masang trackpad yang ikonik itu ke ponsel ini supaya Storm bener-bener jadi ponsel touchscreen.

6. Gaungnya hilang waktu ngeluarin BB10

via wired.com
BB10 yang entah kenapa mirip iPhone 7 warna matte black. (Sumber: wired.com)

Di tahun 2013, Android dan iPhone udah menguasai pasar. Keyboard qwerty yang diandelin BB ternyata sepi peminat. Engga mau kalah, BB akhirnya ngeluarin ponsel batang, layar lebar, minim tombol seperti pesaingnya.

Tapi, mereka udah terlambat. Android dan iPhone udah punya fanbase yang cukup kuat. Bahkan keduanya berhasil mencuri pengguna BB yang bosen sama desain ponsel Kanada ini.

7. Bikin inovasi BB Passport. Tapi, sepi peminat

via wired.com
BB Passport. (Sumber: wired.com)

Bertepatan sama naiknya popularitas Instagram di pertengahan 2014, BlackBerry ngeluarin BB Passport dengan layar persegi. Seperti namanya, ponsel ini dibuat sebesar passport Amerika, Inggris, dan Kanada.

Harapannya sih, pebisnis yang suka ke luar negeri jadi berminat beli ponsel ini. Tapi, sayangnya, mereka lebih suka brand dan kemewahan yang ditawarkan iPhone. Bahkan anak muda kekinian yang doyan traveling pun bawanya iPhone.

8. Berusaha nostalgia, tapi orang-orang udah move on

via wired.com
BB Classic yang bentuknya mirip banget Bold. (Sumber: wired.com)

Langkah terakhir. BlackBerry ngeluarin BB Classic, Juni 2014. Bentuknya mirip banget sama Bold. BB kembali memasang keypad analog dan trackpad yang ikonik. Namun, sayang netizen di dunia udah move on dari BB.

Meski ponselnya enak dipakai dan dapat review bagus dari mana-mana, netizen yang kini lagi gila fitur futuristik sama sekali engga menyambut baik sejumput nostalgia BB Classic.

Dan, BB Classic pun jadi ucapan selamat tinggal BlackBerry buat penggunanya yang dulu setia dari zaman Quark hingga Bold. Goodbye, BlackBerry semoga tetap sukses berkecimpung di dunia software keamanan Android. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.