Jum'at, 29 Mei 2020

Genmuda – Dimana ada acara yang berhubungan sama budaya populer jaman sekarang, pastilah dimeriahin juga sama ajang cosplay. Salah satu contohnya ada di Indonesia Comic Con 2017.

Festival yang diadain di Jakarta Convention Center Senayan itu dibuka, Sabtu (29/10), dengan deretan acara seru. Lomba, penilaian, dan pengumuman pemenang cosplay yang dimaksud, berlangsung di penghujung acara, Minggu (29/10).

Beberapa cosplayer internasional ikut undang sebagai bintang tamu, di antaranya Pugoffka dari Ukraina dan Angie dari Malaysia. Serta Pion Kim dari Korea Selatan yang sempat diwawancarai oleh Genmuda.com di sela kesibukannya jumpa fans, Sabtu sore.

Tips buat para cosplayer


Menurut Kim, cosplayer Indonesia termasuk jago dan niat banget dalam urusan konsep kostum. “Secara sekilas, standarnya terlihat mirip seperti cosplay di negaraku (Korea Selatan). Aku akan lihat lebih detil ketika lomba cosplay dimulai supaya tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing, ” tutur Pion Kim.

Cewek yang kali itu tampil sebagai versi cewek Hanzo, salah satu karakter pada game “Overwatch” itu ngerasa, pendalaman karakter cosplay sama pentingnya dengan detil kostum yang ditampilin. Katanya, kedua faktor itu yang pada akhirnya ngidupin tokoh yang diperankan.

“Tanpa pendalaman karakter, karakter tokohnya akan hancur berantakan. Sehingga, sia-sia lah kostum yang susah-susah dibuat. Belum lagi, perkara waktu make-up yang terbilang lama,” kata cewek yang masang kostumnya aja 2,5 jam akibat kelamaan bikin tato temporer di tangan kirinya itu.

Atur mood


Untuk mendalami karakter, riset sangat dibutuhin. Makin banyak info yang diperoleh, makin mudah menirukan sifat tokoh tersebut. Agar lebih menghayati, Pion Kim nyaranin untuk banyak dengerin musik sesuai tema.

“Saat aku mempersiapkan penampilan karakter gila, aku mendengar musik yang gila bahkan sejak berminggu-minggu sebelum tampil. Saat ingin tampil cute, aku mendengar lagu yang cute juga. Biasanya, lagu cinta,” tutur Pion Kim ramah.

Dia bilang, lagu tematis juga selalu diputar saat proses pembuatan kostum (FYI, dia bikin kostum sendiri). “Menurut aku, musik itu sangat mudah mempengaruhi mood. Jadi, manfaatkanlah sebaik-baiknya,” ujar cewek yang memfavoritkan karakter Sombra “Overwatch”.

Cosplay adalah ekspresi

The Witcher 3 Ciri #witcher3 #ciri #thewitcher #cosplay #Pion #Giro #game

A post shared by Pion (@pion_ediya) on


Bagi Pion Kim, cosplay bukan cuma ikutan tren apalagi main-main. Ajang kreatif tersebut Kim maknai sebagai momen ekspresiin diri melalui karakter populer tanpa perlu ragu dihakimi publik.

“Cosplay sama dengan dialog visual. Pemerannya mewujudkan diri sebagai sosok lain untuk nunjukin kepribadiannya, sementara para penonton menginterpretasikan sosok itu sesuai pemahaman masing-masing,” tutur Pion Kim.

Dia berharap, ICC selalu mewadahi para cosplayer. “Comic Con Indonesia jauh lebih besar dan ramai daripada di negara saya. Saya berharap acara selanjutnya akan lebih luas dan berkembang agar lebih banyak cosplayer yang ekspresikan dirinya,” harap Pion Kim.

Pada kesempatan terpisah, Jason David Frank (JDF), pemeran Ranger Putih dan Ranger Hijau di serial “Power Rangers” bicara senada. Sambil nunjuk cosplayer Ranger Putih di kala jumpa fans, dia berkata “Dia yang paham hal yang saya rasakan saat mengenakan helm dan getups Ranger Putih.” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.