Kamis, 29 Oktober 2020

Genmuda – Coba cek ikon Google 21 Maret 2018. Di situ terpampang gambar penghargaan Google buat Guillermo Haro, pakar astromoni asal Mexico City. Namanya gak asing dari Guillermo del Toro, Sutradara yang memboyong piala Oscar 2018 lewat film “Shape of Water” (2017).

via Istimewa
Google Image untuk Guillermo Haro. (Sumber: Istimewa)

Apakah keduanya satu keluarga sehingga sama-sama brilian? Enggak juga. Kesamaannya adalah nama depan mereka. Beberapa tokoh bernama yang bermakna “Bertekad kuat” itu pun menyicip kemahsyuran. Di antaranya ada di bawah ini, Kawan Muda!

1. Guillermo Ochoa

Siapa dia? Tau kiper ganteng Meksiko yang memperoleh dua gelar man of the match sepanjang Piala Dunia 2014? Dialah Guillermo Ochoa, si gondrong ikal yang membawa Meksiko juarai kejuaraan sepakbola Benua Amerika, CONCACAF Gold Cup tahun 2009 dan 2015.

2. Guillermo Vilas

via New York Times
Guillermo Vilas tahun 1976 di French Open. (Sumber: New York Times)

Sebelum ada Rafael Nadal, penggemar tennis dipukau sama aksi lapangan Guillermo Vilas yang cekatan. Sepanjang karier, pemain tennis asal Argentina itu juarai 900 pertandingan tenis lapangan hijau dan 660 tenis lapangan cokelat. Sepanjang karier, dia memperoleh 4 gelar Grand Slam.

3. Guillermo Diaz

via tvguide.net
(Sumber: tvguide.net)

Penonton drama keluaran ABC, salah satu stasiun TV di AS pasti sering lihat wajah tengel berjenggot tipis ini. Meski gak setenar Brad Pitt, aktor berdarah AS-Kuba itu main dalam buanyak drama dan film. Di antaranya, drama “Law & Order” (1994) dan “Scandal” (2012-sekarang).

4. Guillermo Rigondeaux

via oncubamagazine.com
Ringondeaux sebelah kanan. (Sumber: oncubamagazine.com)

Rigondeaux dengan sangar raih medali emas tinju kelas bantam di Olimpiade 2000 dan 2004. Gelar juara dunia disabet tahun 2001 dan 2005. Sabuk juara tinju Kuba dipertahankan  7 kali sepanjang kariernya yang cuma 13 kali kalah dalam 475 pertandingan amatir ditambah 19 kali pertandingan profesional.

5. Guillermo Enrique Brown

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Bukan cuma menyematkan nama musisi, drummer AS ini juga punya gelar professor bidang musik di New York University sekaligus seniman di Pacific Northwest College of Art. Peraih penghargaan Creative Capital Award 2016 bidang seni pertunjukan itu mengajar musik di Kampus MIT yang tenar itu, loh.

6. Guillermo Arriaga

via impacto.mx
(Sumber: impacto.mx)

Guillermo Arriaga gak mau disebut sebagai pujangga. Dia lebih ingin disebut “pemburu yang bekerja sebagai menulis.” Karya terepiknya adalah naskah film “Babel” (2006) yang berujung dengan piala Oscar dan BAFTA Awards untuk kategori Best Original Screenplay.

7. Guillermo Gomez-Pena

via zencohenprojects.com
(Sumber: zencohenprojects.com)

Orang Meksiko yang tinggal di AS ini udah menerbitkan 10 buku termasuk karya esay, puisi eksperimental, naskah drama, dan roman dalam bahasa Inggris, Spanyol, atau gabungan keduanya. Dia juga salah satu pendiri grup teater Border Arts Workshop/Trailer de Arte Frotenrizo di AS.

8. Guillermo Gonzalez Camarena

via fayerwayer.com
(Sumber: fayerwayer.com)

Tanpa Guillermo yang ini, Meskiko mungkin sulit memperoleh televisi berwarna. Soalnya, Guillermo Gonzalez Camarena adalah salah satu penemu teknologi “color wheel” yang mampu mengubah televisi hitam putih jadi televisi berwarna. Itu terjadi tahun 1934, saat beliau berusia 17 tahun.

9. Guillermo Toledo

via eldiario.es
(Sumber: eldiario.es)

Orang Spanyol lebih mengenalnya dengan nama Willy Toledo. Dia adalah aktor, produser, sekaligus sutradara. Bukan hanya film atau drama televisi, Willy Toledo juga aktif di dunia teater.

10. Guillermo Klein

via wikimedia.org
(Sumber: wikimedia.org)

Pianis sekaligus komposer musik ini lulus dari Berklee College of Music AS dan memperoleh ketenaran di kalangan komunitas Jazz. Sejak 2008, musisi berdarah Argentina ini ngajar Sekolah Tinggi Musik Basque di San Sebastian, Spanyol.

Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa tokohnya cowok semua. Tentu saja karena Guillermo adalah nama cowok. Kalo cewek, namanya jadi Guillermina. Serius! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.