Sabtu, 18 Mei 2024

Genmuda – Buat kamu yang doyan main video games dan dari kecil udah terus-terusan dibilangin kalau kebiasaan kamu itu bisa ngerusak otak, kini kamu engga perlu terlalu khawatir lagi, Kawan Muda.

Kebanyakan video games umumnya emang dipercaya bisa bikin otak kamu jadi bebal. Sejumlah riset pun udah nunjukin kalau beberapa video games bahkan bisa nimbulin perilaku agresif maupun bikin kamu jadi ketagihan buat terus main.

Meski begitu, beberapa video games lainnya juga ada kok yang udah terbukti secara ilmiah bisa bermanfaat buat otak, termasuk ningkatin memori, kreativitas, dan kecepatan kognitif. Berikut ini adalah 3 video games tersebut, menurut Medical Daily:

Starcraft

Starcraft II (Sumber: us.battle.net)

Starcraft merupakan permainan strategi real-time (RTS) yang nugasin para pemainnya buat jadi manusia atau salah satu dari dua spesies alien yang ada. Setelah itu, para pemain pun bisa ngumpulin sumber daya, ngebangun basis, dan tentu aja beraksi ngalahin musuh.

Sebuah riset yang diterbitin di PLOS ONE udah nunjukin kalau mainin Starcraft selama 40 jam bisa bermanfaat buat fleksibilitas kognitif, yang merupakan kemampuan otak buat beralih di antara dua situasi berbeda sekaligus kemampuan buat nemuin solusi kreatif atas masalah yang ada.

Para peneliti ngelibatin dua kelompok peserta, dengan kelompok pertama main Starcraft sedangkan kelompok kedua main The Sims. Para peserta itu kemudian diminta buat ngejalanin beberapa tes psikologi dan hasilnya nunjukin kalau pemain Starcraft punya kecepatan dan akurasi yang jauh lebih tinggi dalam tugas fleksibilitas kognitif.

Super Mario                                                                              

Super Mario 64 (Sumber: nintendo.wikia.com)

Sebagian besar dari Kawan Muda pasti udah engga asing lagi ‘kan sama permainan yang satu ini? FYI, main Super Mario 64, permainan 3D pertama yang ngelibatin Mario sang tukang ledeng Italia, udah terbukti bisa ngedorong adanya peningkatan materi abu-abu pada bagian otak yang berhubungan dengan kesadaran spasial dan perencanaan strategis.

Tim peneliti dari Max Planck Institute for Human Development dan Charité University Medicine St. Hedwig-Krankenhaus udah minta sejumlah peserta buat main Super Mario 64 selama 30 menit setiap harinya dalam 2 bulan. Di akhir eksperimen tersebut, para peserta pun nunjukin adanya peningkatan materi abu-abu pada hipokampus kanan, korteks prefrontal kanan, dan cerebellum.

Nah, ketiga area otak yang ngalamin peningkatan materi abu-abu itu merupakan area-area yang bertanggung jawab bagi pembentukan ingatan, navigasi, perencanaan dan strategi, sekaligus keterampilan motorik halus pada tangan. Para peserta yang pengen lebih sering main Super Mario 64 bahkan nunjukin lebih banyak perkembangan pada ketiga area tersebut.

Project: EVO

Project: EVO (Sumber: Business Wire)

Engga kayak dua permainan lainnya, Project: EVO merupakan satu-satunya permainan dalam daftar ini yang memang dirancang buat ngasih manfaat kognitif. Menurut CEO Akili Interactive Labs, Eddie Martucci, Project: EVO dirancang buat orang-orang dengan ADHD dan bertujuan buat jadi salah satu dari “permainan resep” pertama.

Akili udah ngadain sebuah riset yang ngelibatin 80 anak berusia antara 8 sampai 12 tahun, yang sebagiannya ngalamin ADHD dan sebagiannya lagi engga. Hasil riset itu pun nunjukin bahwa main Project: EVO selama 30 menit 5 hari seminggu dalam 4 minggu bisa kasih peningkatan signifikan dalam rentang perhatian pada anak dengan ADHD.

Well, terlepas dari bukti bahwa ketiga video games di atas bermanfaat buat otak, bukan berarti kamu juga bisa main sampai lupa waktu. Main video games berlebihan tetap bisa ngerugiin kesehatan kamu. So, jangan lupa buat tetap main sewajarnya ya, Kawan Muda. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer