Sabtu, 26 September 2020

Genmuda – Menyambut perilisan buku terbaru Lala Bohang yang berjudul “The Book of Questions” penerbit Gramedia Pustaka Utama baru aja ngadain acara Playdate with Lala Bohang, Sabtu (21/4), di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Sebelumnya acara serupa pertama kali diadain di Yogyakarta.

Nah, sesuai tema acaranya, Lala mengundang beberapa temannya dan sejumlah media buat kenalan sekaligus seru-seruan secara langsung dengan bukunya itu. Lahir dari karya instalasi sang visual artist pada tahun 2014, “The Book of Questions” berisi 500 pertanyaan yang harus dijawab dengan penuh kejujuran oleh penjawabnya.

Gak pernah berpikir akan diterbitkan

©Genmuda.com/2018 Liki
Lala saat menjelaskan aturan permainan dalam buku terbarunya ©Genmuda.com/2018 Liki

Lala bercerita bahwa doi gak pernah berpikir akan menerbitkan buku ini secara luas. Akan tetapi saat coba dimainkan dalam acara Makassar International Writers Festival 2017, ternyata berhasil dapet respon positif.

“Kebetulan hostnya saat itu (di Makassar Writers Festival 2017) Aan Mansyur, terus kita mainin sama audience, ternyata efeknya ‘wow banget’ hingga mereka bertanya apakah akan diterbitkan atau gak.” kata Lala yang lebih suka menamai genre bukunya sebagai playbook.

Selama pengerjaan Lala juga baru menemukan fakta menarik jika sedikitnya ada tiga hal yang sering jadi pertanyaan besar dalam hidup seseorang, yaitu terkait soal eksistensi diri, cinta, dan kematian.

“Tiga pertanyaan besar tadi selalu ada di setiap orang yang gue tanyain saat ngerjain buku ini.”

Secara blak-blakan, Lala mengakui bahwa dirinya bukanlah seseorang yang suka basa-basi. Oleh sebab itu buat mendapatkan percakapan yang lebih berkualitas, doi berharap buku terbarunya ini dapat menjadi alat untuk mengenal diri sendiri dan orang lain secara lebih dalam dengan sudut pandang berbeda.

Bukan cuma buku pertanyaan doang

©Genmuda.com/2018 Liki
Suasana Playdate with Lala Bohang, Sabtu (21/4) di Jakarta ©Genmuda.com/2018 Liki

Berdasarkan pengalaman Genmuda.com saat datang ke acara Playdate with Lala Bohang, setiap penjawab diberikan kesempatan buat memegang sampul bukunya lebih dulu dengan memusatkan energi ke bukunya, terus buka salah satu halaman secara acak dan baca pertanyaan di halaman tersebut.

Setiap pemain diwajibkan menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Kalo udah dijawab, pemain bisa menunjuk pemain lainnya secara bergantian.

Meski awalnya Genmuda.com anggap agak mirip dengan permainan ’truth or dare’, tapi semua pertanyaan di buku ini mungkin bisa dibilang anti-mainstream dan susah ditebak. Hal serupa ikut dirasakan oleh Glenn Marsalim dan Tessa Tamin yang ikut bermain pada kesempatan tersebut.

“Gue ngerasa buku ini sangat powerful and creative. Pertama bisa jadi ice breaker buat kita kenal dengan orang lain. Kalo pun dimainin dengan temen se-geng mungkin bisa lebih mendekatkan. Ketiga buat diri kita sendiri menjadi semacam intropeksi diri untuk lebih baik.” kata Tessa yang awalnya cuma kepikiran sebuah buku yang isinya cuma pertanyaan doang.

©Genmuda.com/2018 Liki
Penulis Glenn Marsalim saat menjawab pertanyaan “The Book of Questions” ©Genmuda.com/2018 Liki

Glenn yang juga seorang penulis mengaku kagum dengan Lala karena berhasil membuat buku yang berbeda di usia relatif muda. “Kalo buat aku buku ini cocok buat orang dewasa. Makin tambah umur, makin bisa menikmati buku ini.” paparnya.

Kedua cowok tersebut juga sepakat bahwa untuk bisa ngejawab pertanyaan di buku ini pembacanya harus pernah merasakan disakiti atau menyakiti. “Pokoknya (buku) ini punya ikatan sosial dan personal, jadi tiap orang artinya bisa beda-beda.” tambah Tessa.

Kawan Muda penasaran dengan “The Book of Questions”? Santai, lo baru bisa membelinya mulai tanggal 30 April 2018 di sejumlah toko buku offline dan online di seluruh Indonesia. Setelah merilis buku tersebut, Lala masih akan ngebocorin project doi selanjutnya ke Genmuda.com. Kepo berat? Tungguin aja tanggal mainnya. He-he.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.