Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Dalam hitungan hari, film ‘Finding Dory’ akhirnya bakal tayang di Indonesia loh, Kawan Muda. Rencananya, sekuel dari film ‘Finding Nemo’ itu bakal mulai diputar di bioskop Tanah Air mulai hari Kamis (16/6) mendatang.

Sesuai judulnya, ‘Finding Dory’ bakal lebih fokus pada karakter Dory dan perjalanannya buat ketemu kembali sama keluarganya. Film tersebut bakal berlatar enam bulan setelah ‘Finding Nemo’ di lepas pantai California. Selain Dory, sejumlah karakter dari film pertamanya pun bakal kembali hadir, yaitu Nemo, Marlin, Mr. Ray, Crush, dan Squirt.

Namun demikian, selain beberapa fakta tersebut, masih ada lagi sejumlah fakta menarik lainnya seputar ‘Finding Dory’ yang bakal sayang buat kamu lewatin, Kawan Muda. Mumpung masih ada waktu dua hari, yuk simak dulu 5 di antaranya yang wajib kamu tahu berikut ini:

1. Perbedaan dengan ‘Finding Nemo’

Perbedaan antara ‘Finding Dory’ dan ‘Finding Nemo’ ada pada jenis perjuangan yang harus dihadapi oleh para tokoh utamanya. Baik Dory maupun Nemo memang punya masalah internal dan eksternal. Meski begitu, masalah internal Dory jauh lebih personal, soalnya doi harus berurusan dengan masalah ingatan jangka pendeknya.

2. Proses panjang

Siapa sangka, proses pembuatan storyboard ‘Finding Dory’ ternyata berlangsung selama sekitar 3,5 tahun loh, Kawan Muda. Yang lebih gokilnya lagi, adegan di mana Dory pertama kali ditempatin di Marine Life Institute ternyata sampai butuh 146 take, 13 bulan, serta 18 seniman dan animator buat nge-render dan nyelesainnya. Beberapa kru termasuk sutradara Andrew Stanton juga sempat studi banding dulu ke Monterey Bay Aquarium, California.

3. Kesulitan bikin Dory jadi karakter utama

Secara garis besar, Stanton pengen bikin film yang bisa ngerayain kekurangan Dory sebagai kekuatan super. Akan tetapi, bagian tersulit dari ‘Finding Dory’ engga lain dan engga bukan adalah bikin Dory jadi karakter utamanya dan hadir dengan cara supaya doi bisa ngerefleksiin dirinya terlepas dari masalah memori jangka pendeknya. Oleh karena itu, selama proses penulisan Dory, para penulis bekerja keras buat mastiin doi bisa nunjukin kebijaksanaan dan engga terlihat terlalu konyol.

4. Kerumitan Hank si gurita

Dari sekian banyak karakter yang ada di ‘Finding Dory’, Hank sukses dinobatin sebagai jenis animasi tersulit yang pernah diproduksi Pixar. Butuh waktu setahun buat ngebikin Hank sebelum doi bisa benar-benar ditunjukin ke sang sutradara dan butuh enam bulan buat ngebikin satu shot-nya doi sendiri. Berhubung mulut doi ada di bawah wajahnya dan hampir engga kelihatan, para animator pun akhirnya ngasih lebih banyak ekspresi ke mata dan alisnya.

5. Fokus pada Dory

‘Finding Dory’ pada dasarnya pengen ngefokusin kisahnya pada Dory maupun hubungan ibu dan anak di antara Dory dan ibunya. Berawal dari situ, penekanan pada karakter manusia di film yang berdurasi 103 menit tersebut akhirnya dikurangi sebisa mungkin. Hal itu dilakuin dengan cuma nampilin siluet dari karakter manusia yang ada maupun dengan ngegunain teknik lainnya. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer