Jum'at, 30 Oktober 2020

Genmuda – Developer game sebesar Square Enix pun engga bisa menahan diri dari gempuran tren ‘Open World.’ Game Final Fantasy (FF) XV yang dirilis perdana di Xbox One dan PS4, Selasa (29/11) pun adopsi sistem itu.

Meski lain dari seri sebelumnya, game anyar itu tetep terasa Final Fantasy banget menurut review IGN.com dan Kotaku.com, sehari sebelum game itu diluncurin. Skor rata-ratanya pun berada di angka 8.2 dari 10.

Pecinta game RPG open world modern macam Skyrim, Fallout 4, dan The Witcher kemungkinan besar engga butuh banyak beradaptasi. Namun, hardcore fans FF perlu beradaptasi sama hal-hal di bawah ini.

1. Sistem bertarung yang lebih ke action

via wikimedia.org
Noctis bertempur sama tentara musuh. (Sumber: wikimedia.org)

Ketika bertarung, karakter-karakter FFXV engga lagi jalan bergantian. Pertarungannya terasa seperti game action, namun masih ada unsur FF, seperti summon, magic, dan menggunakan items. Penggabungan sistem RPG-Action ini sebenernya udah dipakai Square Enix di game FFX, namun sistem di game terbaru ini lebih terasa action daripada RPG-nya. Justru, itu lah letak kejutan game-nya.

2. Temanya beda

via wikimedia.org
(Sumber: wikimedia.org)

Lain dari serial FF lama yang selalu berkutat dengan tema ‘from zero to hero,’ Fokus FFXV adalah petualangan Noctis si pemegang takhta kerajaan bersama tiga utusan kerajaan. Berhubung pemeran utamanya anak raja, jadi doi adalah karakter terkuat.

3. Plotnya lain

via kotaku.com
Kiri-kanan: Gladiolus, Noctis, Prompto, dan Ignis empat karakter utama FFXV yang pada jayus. (Sumber: kotaku.com)

FF ini pun lebih fokus menceritakan hubungan Noctis bersama tiga rekannya, Gladiolus si bodyguard kekar, Ignis si asisten cerdik, dan Prompto si penembak jitu tanpa selera humor. Urusan menyelamatkan dunia terasa jadi nomor dua karena gameplay-nya 50% nyeritain petualangan Noctis cs mengelilingi kawasan Eos.

4. Banyak side quest

via YouTube.
Noctis disuruh milih antara ikut side quest ‘The Mutant Marauder’ atau berkemah aja. (Sumber: YouTube)

Hubungan empat cowok kece itu pun bakalan terasa makin akrab seiring banyaknya side quest yang diselesaikan. Masing-masing misi sampingan tawarkan hadiah armor, skill, dan senjata unik. Meski begitu, side quest FFXV terkesan setengah mateng. Lama-lama terasa monoton dan engga bosenin. Yah, standar side quest di semua game open-world gitu, gaes.

5. Engga mobil doang

via shopto.net
Noctis menunggangi seekor chocobo. (Sumber: shopto.net)

Noctis bisa keliling kawasan Eos dengan mobil kerajaan, jalan kaki, atau naik chocobo. Biar engga ribet, daerah yang udah dikunjungi sekali bisa dikunjungi selanjutnya dengan cara fast travel. Tinggal buka map, klik tempat yang mau didatengi, dan voila! Sampai deh. Tapi, para reviewer bilang ada kala fitur yang sangat mempercepat perjalanan jelajahi sekitar 1.300 kilometer persegi kawasan Eos itu engga dipakai.

6. Hubungan antar karakter penting

via wikimedia.org
Ribut bareng, salah satu cara bikin karakter di FFXV makin akrab. (Sumber: wikimedia.org)

Hubungan antara Noctis, Gladiolus, Ignis, dan Prompto pun engga langsung akrab di awal, gaes. Karakternya perlu diajak hunting monster bareng, menyelesaikan side-quest, balapan chocobo, dan bahkan kemping. Makin banyak berkegiatan bersama, makin kompak kombinasi mereka waktu bertarung. Karena mengejar ‘jalan-jalan’ itulah fitur fast travel jadi kurang laku.

7. Dua bab

via kotaku.com
Kota Altissia di kawasan Eos. Selain jelajahi alam terbuka, Noctis cs juga perlu jelajahi kota. (Sumber: kotaku.com)

Menurut review IGN dan Kotaku, alur cerita utama FFXV terbagi jadi dua. Yaitu, ketika Noctis cs ‘berjalan-jalan’ kelilingi Eos demi memperkuat timnya dan ketika Noctis terpisah dari teman-temannya.

Saat itulah, Noctis yang selalu terkuat di antara yang lain merasa doi bener-bener butuh kehadiran sahabatnya. Jokes-jokes yang biasa dilontarin tiga sohibnya hilang dan gamenya terasa seperti klasik RPG ala FF.

Lebih serius dan ‘gelap.’ Dengan kata lain, game-nya bakal makin susah seiring berjalannya plot. Satu-satunya cara buat mengetahui seberapa serunya FFXV adalah dengan main sendiri, gaes.

Gamenya udah rilis di PS4 dan Xbox. Buat para PC gamer, sori banget game ini engga tersedia di Windows apa lagi Mac. Gimana menurut Kawan Muda? Tulis komentar kamu di bawah ini, dong. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.