Sabtu, 4 Desember 2021

Genmuda – Sebagai generasi muda pastinya urusan medsos (media sosial) udah jadi sesuatu yang familiar buat hidup kamu. Engga heran kalau akhirnya kita punya banyak akun medsos biar kekinian. Lewat fungsinya yang mobile, kita pun jadi gampang cari informasi terkini sampe informasi soal mantan. Iya kan?

Tapi sekarang Genmuda.com tanya, “Dari sekian banyak medsos yang kamu punya, medsos mana yang mendukung karier kamu?” Mayoritas dari kita mungkin bakal bilang kalau medsos itu adalah LinkedIn. Kalau kamu belum tahu juga LinkedIn itu apa, kayaknya ada yang salah denganmu!

Well, berdasarkan fitur yang ditawarkan jelas LinkedIn jadi medsos yang wajib kamu punyain buat terjun ke bidang profesional. Selain isinya emang serius, LinkedIn ibarat CV buat ‘modal jualan’ para profesional muda di seluruh dunia. Sering berkembangnya jaman, banyak perusahaan yang justru mencari para talenta muda lewat medsos tersebut.

Ngomingin tujuannya, medsos yang diluncurin tahun 2003 ini emang didesain buat ngebentuk jaringan profesional. Jadi jangan harap kamu nemuin foto-foto alay, akun-akun iklan peninggi badan atau obat kuat. *serius.

Lewat LinkedIn kita engga cuma sekadar update status atau gonta-ganti profile picture doang. Jelas track record karier profesional jadi penilaian buat perusahaan supaya mau ngelirik kamu. Nah, kalau kamu sekarang masih jadi ‘pengaya’ (baca: pengangguran banyak gaya) ada baiknya lakuin cara ini di LinkedIn kamu.

 

  1. Update pekerjaan kamu

Ini hal WAJIB yang harus dicantumin pengguna LinkedId. Jangan sampai kamu udah kerja lima tahun di tiga perusahaan berbeda, posisi di profil kamu masih fresh graduated. Jadi penting banget memperbaharui posisi perkerjaan yang sekarang kamu jalanin, kalender di warteg aja diupdate masa kamu engga. He-he.

  1. Tekankan kemampuan yang kamu miliki dan kuasai

Narsis itu manusiawi. Khusus di LinkedIn kamu layak buat narsis akan kemampuan yang kamu miliki dan kuasai. Menurut pakar LinkedIn, Donna Svei, kepada Mashable, “Para pihak HRD punya cara baru buat mempersempit dan mencari kandidat berdasarkan skill mereka.” Jangan lupa juga kalau endorsement/rekomendasi dari teman di jejaring LinkedIn akan mendukung itu semua.

  1. Pengalaman baru lewat grup LinkedIn

Karena bersifat global dan profesional, banyak open grup di LinkedIn yang menarik buat kamu ikutin. Keikutsertaan ini pastinya juga jadi hal menarik di profile kamu. Tapi perhatiin juga, jangan asal masuk grup yang engga ngedukung portfolio di LinkedIn ya.

  1. Reply pesan atau info lowongan secara langsung

Lewat fungsinya yang simple dan fleksibel, LinkedIn jadi medsos baru buat perusahaan. Baik para job seeker dan perusahaan bakalan dimudahin lewat informasi atau SDM yang mereka butuhkan. Pastinya kamu juga jangan cuma ‘like’ informasi yang dikasih perusahaannya, kasih juga komen “please check my profile”, “I’m so interest for this position.” Dan masih banyak lagi.

  1. Jangan keseringan ‘labil’ di LinkedIn

‘Labil’ di sini bisa karena sering gonta-ganti pekerjaan, profile picture, hobi, sampai join di grup LinkedIn yang keramean tapi jarang aktif. Jadi jangan anggep LinkedIn cuma update status doang ya, karena di sini kamu harus ngebangun personal branding kamu sendiri, apalagi kalau emang beneran lagi butuh perkerjaan.

Jadi seperti judulnya kalau kamu bingung mau kerja kayak gimana, ada baiknya kamu langsung perbaikin profile LinkedIn kamu. Meski keliahatan santai, tapi tetap serius buat jadi profesional ya. Buat kamu yang masih sekolah juga bisa kok bergabung buat jenjang karier di masa depan. Selamat mencoba!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.