Rabu, 19 Juni 2024

AdaGenmuda – Peluncuran Nintendo Switch, konsol paling dinanti tahun ini berlangsung serempak di seluruh dunia, tepatnya 3 Maret mendatang. Video-video unboxing konsolnya udah beredar di YouTube sejak Kamis (23/2), loh.

Satoru Shibata, pemimpin Nintendo jadi yang pertama dapet kehormatan unboxing konsolnya dan videonya diunggah ke YouTube. Setelah Pak Shibata, giliran berbagai media yang diizinkan meng-unboxing Nintendo Switch masing-masing keesokan harinya.

Konsol yang baru pertamakali rilis ini juga siap di-pre order lewat berbagai toko online ataupun offline. Meski udah banyak yang mesen bahkan dari berbulan-bulan lalu, bukan berarti kamu perlu ikut-ikutan karena berbagai macam pertimbangan di bawah ini.

1. Belum banyak game-nya

via cnet.com
Game card “Zelda” siap dicolokin. Main game dengan “kaset” seperti ini merupakan khas konsol era 90-an. (Sumber: cnet.com).

Ada total 11 game bergenre RPG, adventure, balapan, dan arcade terbit bersamaan dengan peluncuran Switch. Yang paling diandelin cuma satu, yaitu “The Legend of Zelda: Breath of the Wild.” Sisanya ibarat pengisi waktu luang ketika stuck mainin legenda Nintendo itu. Daripada bosen mainin itu-itu aja, mending tunggu dulu perilisan judul andelan lain, seperti “Mario Bros,” “Skyrim,” “Disgaea,” “Syberia 3,” dan mungkin juga “Megaman/Rockman” yang masih to be confirmed.

2. Belum teruji

via cnet.com
Tampilan jarak dekat Joy-Con kanan. (Sumber: cnet.com)

Sistem dan desain Switch bener-bener beda dari semua generasi Nintendo sebelumnya. Belum ada satupun orang di dunia yang pernah menggunakan konsol unik ini. Dengan kata lain, sama sekali belum teruji. Daripada buru-buru beli terus nyesel, mendingan tunggu beberapa bulan sampai reviewnya keluar. Kalo banyak yang bilang oke, baru deh beli dengan hati tenang.

3. Harganya masih tinggi

via vice.com
Bemper Joy-Con bikin masing-masing stiknya makin besar digenggam. (Sumber: vice.com).

Harga Nintendo Switch diperkirakan sekitar 4-5 juta rupiah atau masih tergolong tinggi dalam kelas konsol genggam. Prosesor dan video card “kelas berat” buatan Nvidia yang terpasang di dalamnya emang bikin proses mengolah data makin cepet dan visual makin jernih. Sepadan dengan harganya. Hanya aja, semua harga barang elektronik kan akan turun pada waktunya nanti.

4. Mending tunggu update

via cnet.com
Ki-ka: Tablet Nintendo Switch tampak belakang dan sepasang Joy-Con terpasang di gripnya. (Sumber: cnet.com).

Ya, lebih baik menunggu update Switch yang berikutnya. Biarkan para Nintendo Holic lain yang jajal dan banyak ngasih masukan hingga akhirnya terbit Switch v2 yang lebih bug-free.

5. Perkembangan teknologi lagi cepet

via cnet.com
Tampilan belakang docking station Nintendo Switch. (Sumber: cnet.com).

Perkembangan teknologi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan karena bikin Nintendo berhasil memproduksi konsol bongkar pasang perdana di dunia, di sisi lain menyebalkan karena segala jenis update dan versi baru bakal lebih cepat muncul. Bisa aja kan tahun depan udah rilis Nintendo Switch One, 2, 360, X, Slim, Plus, HD atau apalah yang lebih bikin mupeng.

6. Bentrok sama kalender penting di Indonesia

via cnet.com
(Sumber: cnet.com)

Perilisan Nintendo Switch mungkin terbilang bentrok sama tanggal penting di Indonesia. Anak-anak sekolah lagi pada sibuk persiapan ngadepin rentetan ujian sementara anak kuliah udah perlu zone in kuliah biar semester genap engga berantakan. Frist-jobber juga bernasib sama. Mereka perlu ngatur keuangan dulu supaya tabungan engga gembos di awal dan terseok-seok di akhir bulan.

7. Nabung dulu aja deh

via cnet.com
(Sumber: cnet.com)

Poin terakhir yang sekaligus kesimpulannya udah jelas. Kamu mendingan nabung sambil liat situasi, kondisi, toleransi, pandangan, dan jangkauan (jangan disingkat ya) sekitar. Ketika Nintendo Switch udah terbukti “aman,” langsung beli biar engga ketinggalan jaman. Kalo tau-tau udah ada versi baru, ngapain beli yang lama?

Kamu pasti nanya kenapa foto-foto di atas isinya Nintendo Switch semua kan? Itu supaya mengobati kemupengan kamu. Biar makin engga mupeng dan lupa diri, silakan tonton video unboxing perdana di bawah ini.

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.