Senin, 15 Juli 2024
Kekinian

Siapa Bilang Pameran Seni Perlu Ngeluarin Uang Banyak? Nih, Createco Artpreneur Bisa!

©Genmuda.com/2017 TIMPengunjung pameran dan peluncuran majalah Nowknow Magazine Createco Artpreneur menikmati karya terpilih di Kedai Kopi Progo Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu malam (25/2). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Sebuah komunitas bisa muncul kapan dan di mana aja, tapi engga bakal afdol kalo belum nyantol ke ingetan publik. Biar kegiatan jalan terus, pastinya harus ada markas yang siap menaungi.

Kalo tempatnya juga merangkap cafe biar perut kenyang dan hati tenang. Lebih seru lagi, acara yang dijalanin engga perlu ngeluarin biaya sewa tempat yang gede.

Anak-anak Createco artpreneur punya caranya. Mereka ngadain luncurin pameran dan majalah seni-sastra perdana mereka sekalian nongkrong ketemu temen baru dengan kerjasama barter promo sama kedai Kopi Progo Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (25/2).

Karya yang dipamerin berupa 20 kreasi visual, 6 karya fotografi, dan 16 karya tulis yang berupa puisi, cerpen, dan deskripsi karya visualnya. Semuanya udah disortir menyesuaikan tema “Introspection//Celebration?”

“Sumpah, kegiatan ini berlangsung cuma modal ide dan relasi,” tutur Popomangun, art director sekaligus founder Createco.

Mengundang banyak komunitas

©Genmuda.com/2017 TIM
Musikalisasi puisi dan aksi teaterikal Komunitas Rusa Besi UIN Jakarta. ©Genmuda.com/2017 TIM

Om Zulham, pengelola Kopi Progo bilang kalo cafe itu terbuka buat semua komunitas. “Mau untuk kebutuhan syuting, kopi darat, pertunjukan seni, atau apapun juga, Kopi Progo selalu membuka tangan,” kata pengelola kedai yang bermenu andalan Kopi Kurma dan Baked Rice itu.

Karenanya, cafe itu udah siap sedia infocus dan studio lengkap dengan tata cahayanya. “Kalau format tempat duduk cafenya mau diubah juga bisa. Kami sangat fleksibel,” kata beliau.

Curcol lewat karya

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Dalam pameran, karya yang dipamerin kebanyakan berisi keresahan menyambut tahun baru 2017. “Isinya berupa curcolan pengen engga ketinggalan prestasi temen, tapi juga ungkapan syukur atas perkembangan yang diperoleh selama ini,” ujar Popomangun.

Pradana Elvan Putra, salah satu founder Createco bilang kalo kebanyak submitor acara yang berlangsung di Jakarta itu berasal dari luar kota. Paling jauh berasal dari Bali.

Karena sedikit senimannya yang dateng, pamerannya malah jadi konsumsi publik yang emang pengen menikmati kombinasi seni-sastra.

Seni dan sastra seluruhnya

©Genmuda.com/2017 TIM
Workshop dasar-dasar videografi membuka kegiatan. ©Genmuda.com/2017 TIM

Meski hujan deras bikin workshop videografi di awal agak sepi pengunjung, pameran yang jadi konten utamanya terbilang ramai. Oom Zulham, manager Kopi Progo ngerasa puas dengan sekitar 50 pengunjung yang dateng.

Tapi Pradana Elvan Putra, salah satu founder Createco berharap lebih. “Pengennya, pengunjung packed sampai cafenya packed gitu,” ujar doi. Waktu sesi tanya jawab workshop yang disajiin Dwike Yoga Muliana, pengunjung mulai berdatangan. Pradana pun tenang.

Musikalisasi puisi dan aksi teaterikal Kominitas Rusa Besi yang naik panggung setelah Yoga diapresiasi besar. Mereka bawain “Kegiatan Membakar Sampah” karya Afrizal Malna, 1995.

Art director komunitas sastra Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gita Irawan bilang puisinya dibawain untuk nyentil kehidupan kota yang engga pernah lepas dari polusi. “Maka dari itu, kami udah siapin sosok abstrak ke atas panggung sebagai bentuk simbolis keresahan dan polusi itu sendiri,” ujarnya kepada Genmuda.com.

Launching NowKnow Magazine

©Genmuda.com/2017 TIM
Para pengunjung pameran perdana Nowknow Magazine Createco pada merhatiin workshop. ©Genmuda.com/2017 TIM

Tirai hitam yang menyelubungi area pameran dibuka setelah penampilan Rusa Besi. Pengunjung memadati area seni sekaligus pastinya selfie-selfie.

Semua karya yang lolos kurasi juga ditampilin dalam NowKnow Magazine yang resmi meluncur malam itu juga. Majalah cetaknya terbit sesuai pesanan dan udah dikirim paling jauh ke Jogja. “Karya pameran malam itu juga terdokumentasi dalam situs NowKnow Magz.

“Dokumentasi dan publikasi karyanya sangat dibutuhin supaya publik bisa inget terus dengan kegiatan ini,” tutur Popomangun. Untuk tujuan itu juga, majalah NowKnow terbit berkala, tapi dengan konsep berbeda.

Situasional, sesuai kebutuhan

©Genmuda.com/2017 TIM
Pengelola Kopi Progo, Om Zulham (dua dari kiri) foto dengan Pradana, Popomangun, dan Ardhani (ki-ka), trio founder Createco Artpreneur. ©Genmuda.com/2017 TIM

Tim Createco masih menggodok tema selanjutnya. Ardhani, yang juga salah satu founder Createco bilang kalo ada kemungkinan NowKnow Magz akan terbit sepenuhnya dalam format digital. “Tinggal download dan bayar sesuai keinginan,” rencana doi.

Akan tetapi, Popomangun engga menutup kemungkinan edisi kedua majalah yang juga jadi katalog pameran seni itu dicetak lagi. “Kalau penikmatnya terus tumbuh, kenapa engga, kan?” kata doi bersemangat. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.