Senin, 22 April 2019

Genmuda – Masa remaja jadi fase perkembangan diri seorang manusia dari anak-anak menjadi dewasa. Dalam fase ini, kita tuh pasti pengen banget nih yang namanya mengikuti tren, gaya hidup, dan mencoba hal-hal baru. Kalo penasarannya ke arah yang positif sih wajar-wajar aja, tapi kalo perasaan itu mendorong kita ke hal yang negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, rusak deh. *Amit-amit.

Kenakalan remaja di jaman sekarang tuh bisa dibilang udah melebihi batasnya. Setuju? Banyak generasi muda yang udah mulai mengenal rokok. Awalnya icip-icip, akhirnya kebablasan. Coba narkoba, freesex, dan tindakan melanggar hukum lainnya. Bahkan, narkoba udah merambah ke sekolah-sekolah di mana seharusnya menjadi tempat para pelajar menimba ilmu, bukan menjadi pecandu.

FYI, Presiden Joko Widodo di tahun 2015 pernah bilang ke masyarakat kalo Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba, yang ditandai dengan maraknya peredaran dan penyalahgunaan dari kota sampe ke pelosok desa. Masih inget kan kamu tahun 2015 kemarin tuh banyak banget yang dieksekusi mati karena tertangkap menyelundupkan narkoba? Kurang darurat apa coba.

Terus kenapa remaja menjadi sasaran utama? Selain beberapa hal yang udah Genmuda.com sebutin di atas, Narkoba pun bisa menyebar karena pengaruh pergaulan. Nongkrong sana-sini, kenalan sama orang baru tanpa tau seluk beluk tentang dirinya, ternyata dia pengguna. Awalnya hati masih keras buat menolak, namun perlahan-lahan bisa luntur dan akhirnya mencicipi, terkadang bisa sampai menjadi tahap pecandu yang akhirnya menjerat orang lainnya.

Ada tiga hal yang umumnya dianggap sebagai pintu masuk narkoba.

  1. Dijerat oleh pengedar

Hati-hati nih buat yang satu ini, Kawan Muda. Kalo kamu punya temen atau kenalan baru yang gerak-geriknya udah mencurigakan sebagai seorang pengedar, sebaiknya kamu tinggalin aja jauh-jauh. Jangan menunggu sampe kamu diiming-imingi berbagai macem rayuan yang bisa menjurus ke Narkoba.

  1. Rasa ingin mencoba

Buat hal yang satu ini, Genmuda tegaskan lagi, kuasailah diri kamu dan perluas pengetahuan kamu akan bahaya Narkoba. Rasa penasaran tuh emang susah banget buat di lawan, sama aja kayak lagi ngedeketin gebetan. Bedanya, gebetan bisa jadian sama kamu, alih-alih bisa jadi pendamping masa depan, sementara narkoba, udah pasti merusak masa depan kamu karena sulit dilepaskan.

  1. Pemaksaan

Selalu ada alasan buat si penjerat mencari mangsa baru biar ada temennya, terkadang mengatas namakan solidaritas dan kekompakan. Bullsh*t! Jangan sampe rasa penyesalan menyelimuti kamu dikemudian hari. Kalo kamu terjerumus ke lingkungan yang kayak gitu, tolak sekeras mungkin dan tinggalkan. Tempat kamu bukan di sana, Kawan Muda. Masa depanmu masih cerah.

Selain ketiga faktor di atas, kenalakan remaja yang terjerumus ke dunia Narkoba bisa juga dikarenakan kurangnya kasih sayang orang tua. Kepribadian kamu adalah cermin dari peran orang tua yang membesarkan kamu.

Terus, siapa yang memegang peran penting dalam membasmi Narkoba di Indonesia?

Jawabannya adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) –sebuah Lembaga Pemerintahan Non Kementrian (LPNK) Indonesia yang memegang peran penting dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan, dan peredaran gelap narkoba. JSYK banyak banget bentuk perlawanan terhadap narkoba yang digalang BNN.

(Sumber: liputan6)

Salah satu sosialisasi yang dilakuin BNN belakangan ini tuh penempelan stiker Stop Narkoba di bus Transjakarta. Menurut Kepala BNNP DKI Jakarta, Iwan A Ibrahim, alasan penempelan stiker Stop Narkoba itu karena bus Transjakarta udah jadi transportasi yang digunakan banyak orang.

“Mulai 1 April, semua bus Transjakarta akan ditempeli stiker untuk mensosialisasikan Stop Narkoba dan itu bisa langsung dilihat masyarakat. Kita usahakan Transjakarta sebagai pelopor,” ujar Iwan, dilansir dari liputan6.

Selain itu, BNN juga sering banget melakukan sosialisasi penyuluhan Stop Narkoba ke berbagai daerah loh, Kawan Muda. Rabu (13/4), diberitakan kemenag.go.id, BNN menggelar sosialisasi pencegahan narkoba bertajuk “Ayo Perangi Narkoba” di Provinsi Soppeng, Sulawesi Selatan.

(Foto: Genmuda 2016/ BBB)
(Foto: Genmuda 2016/ BBB)

Februari lalu, penulis pun sempat menghadiri sosialisi anti narkoba yang digalang BNN di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam sosialisi tersebut, Direktur Advokasi BNN, Brigjen Pol Viktor Pudjiadi bilang kalo narkoba adalah singkatan dari “Negara Akan Runtuh Kalau Orang Buta Agama,” ujarnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba bukan cuma tugas BNN aja, tapi seluruh lapisan masyarakat, terutama kesadaran dari diri sendiri dan pengawasan orang tua. “Narkoba adalah bahaya laten. Generasi muda sekarang harus selamat dari narkoba, karena mereka adalah masa depan bangsa. Indonesia sudah darurat narkoba dan mayoritas penggunanya dari kalangan anak-anak,” tutur Viktor. “Tahun lalu, sebanyak dua juta orang yang wafat karena narkoba.”

Menariknya, selain penyuluhan tentang bahaya laten narkoba, sosialisasi tersebut juga dihiasi dengan sulap dan beberapa atraksi. Biar apa? Biar engga serius-serius banget lah gaes!

Anyway, BNN jelas hanya sebuah instansi dan engga bisa bergerak sendirian. Sejalan dengan itu semua nih, udah saatnya buat Generasi Muda turut ambil bagian. Engga perlu keluar duit kok, cukup jaga lingkungan kamu bergaul dan katakan tidak pada Narkoba! (sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis