Selasa, 17 Juli 2018

Genmuda – Ada libur panjang menanti setelah berentet ujian akhir tahun ajaran dan bulan puasa. Kawan Muda yang gak mudik mungkin bisa ngelirik destinasi wisata luar negeri.

Bila itu yang kamu mau sekarang Genmuda.com punya saran penting. Coba deh gak ke tempat pasaran macam Berlin di Jerman, Sydney di Australia, atau New York di AS. Ada loh destinasi wisata yang peringkatnya lebih diminati.

Taipei di Taiwan misalnya. Dengan tema Fun Taipei, Pemerintah Kota Taipei siapin kota yang jadi pusat pemerintahan Taiwan itu buat mengakomodasi turis-turis mancanegara.

Pemkot Taipei mendemonstrasikan keseruan itu pada konferensi pers di Jakarta, Rabu pagi (9/5). Kayak apa sih serunya Taipei? Simak di bawah ini, skoy!

Kombinasi alam dan perkotaan

via: Josh Ellis
(Sumber: Josh Ellis)

Di Taipei, kekayaan budaya, kemajuan teknologi era modern, dan keramahan lingkungan saling berpadu. Tercipta suasana harmonis yang membuat para turis nyaman untuk menjelajahi kota lebih dalam lagi.

Teh khas Taipei

Kebudayaan minum teh bukan cuma ada di Jepang dan Inggris. Orang-orang Taipei pun punya kebudayaan itu. Dengan teh khas lokal, para turis bisa nikmati sensasi menikmati seduhan sesuai kearifan lokal.

Pada konferensi pers, rekan media disuguhi KQ Tea. Menggunakan daun teh asli Taiwan, seduhannya dikemas dalam gelas plastik modern siap dibawa ke mana-mana. Macam kopi susu kekinian yang berkearifan lokal itu, loh.

Seni menghias kuku

Kabudayaan lokal Taipei pun ditunjukin dalam bentuk nail art. Berjalan-jalan lah di Taipei, baik di tengah kota atau di pelosok, maka akan ditemukan banyak tempat nail art yang akan mengutek kuku kamu dengan cantik.

Salon Kuku LashLab hadir juga di konferensi pers dan ngasih demonstrasi nail art ke sejumlah media.

Roti Kuo Yuan Ye

©Fun Taipei/2018
©Fun Taipei/2018

Di Indonesia ada es krim Ragusa yang merupakan produk Eropa berkearifan lokal. Sama melegendanya, di Taipei ada Toko Roti Kuo Yuan Ye yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Para koki Kuo Yuan Ye peragai proses pembuatan roti legendaris itu dengan proses modern. Rekan-rekan media di konferensi pers ikut menyaksikannya.

Wisata makan halal

Wisatawan Muslim gak usah kesulitan nyari makanan halal. Ada kok beberapa warung makan yang sama sekali gak menggunakan bahan baku makanan haram dalam menunya.

Restoran yang memasang tanda “Tidak Mengandung Daging Babi atau Alkohol” itu tersebar di area Liaoning, Ningxia, Nanjichang, dan sejumlah pasar malam se antero Taipei, loh.

Hari Raya Idul Fitri

©Fun Taipei/2018
©Fun Taipei/2018

Gak perlu khawatir melewatkan Hari Raya Idul Fitri karena sejumlah penduduk Taipei juga ada kok yang merayakannya sambil makan kue nanas, kue khas Taiwan. Kayak di Indonesia aja gitu yang ngerayain Lebaran sambil makan nastar.

Karena kemiripan budaya itu, wajar kalo Taipei makin diminati wisatawan Indonesia. Menurut data Biro Pariwisata Taiwan, jumlah turis asal Indonesia bertambah 4,7% pada kuartal pertama 2018 dibanding kuartal pertama 2017.

Komisioner Depertemen Informasi dan Pariwisata Taipei, Chen Su-Yu optimis kalo kotanya bakal makin populer. Soalnya, Taipei udah berada di urutan 15 di antara destinasi wisata lain di dunia.

FYI aja, nih. MasterCard Global Destination Cities Index aja menyatakan kalo Taipei tuh termasuk salah satu tujuan wisata paling menarik di dunia. Berdasarkan data, ada 7,35 juta wisatawan berkunjung ke Taipei setiap tahun.

Taiwan sendiri berada pada urutan kelima, setara dengan Hongkong dan jauh melampaui Jerman, Australia, dan Amerika Serikat. Apakah kamu akan jadi salah satunya? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.