Jum'at, 15 November 2019

Genmuda – Enam tokoh Indonesia yang pernah belajar di Prancis dan berprestasi di bidangnya mendapatkan anugerah Trofi Alumni dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Jean-Charles Berthonnet pada Minggu (30/6), di Auditorium IFI Jakarta.

Keenam tokoh tersebut adalah Talita Setyadi (Pendiri Toko Roti Beau, Peraih Penghargaan Kompetisi Pastry Internasional), Mexind Suko Utomo (Public Affairs Manager Airbus Indonesia), Nugroho Dwi Hananto (Peneliti Geosains Kelautan LIPI), Irmina Silas (Mantan Kepala House of Sampoerna Surabaya), Hasan Fawzi (Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia) dan Safri Burhanuddin (Wakil Kepala Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI).

Dalam rilis yang diterima oleh Genmuda.com dubes Prancis mengatakan, “Malam penganugerahan Trofi Alumni ini diadakan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh utama kerjasama Indonesia dan Prancis sekaligus mempertemukan para alumni Prancis dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.”

Dok. IFI Jakarta

Dubes Berthonnet bilang bahwa lebih dari 1000 alumni Indonesia telah terdaftar pada situs resmi alumni Prancis. Dari situ pada alumni yang pernah belajar di Prancis baik asal Indonesia atau negara lain dapat bertemu kembali dan mendapatkan informasi khususnya mengenai kesempatan berkarir di perusahaan-perusahaan Prancis.

Hasan Fawzi sebagai penerima penghargaan untuk Kategori Ekonomi ini mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dirinya hadapi sebagai pimpinan PT Bursa Efek Indonesia adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat bursa efek sebagai sumber pendanaan usaha maupun sebagai sarana berinvestasi.

“Tugas utama kami adalah memastikan keberhasilan program pendalaman pasar modal di Indonesia.” terang pria yang hobi memainkan monopoly saat kecil.

“Hal ini bisa terwujud dengan upaya dari dua sisi. Dari sisi penawaran, kami berusaha meningkatkan jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa efek. Dari sisi permintaan, kami pun berupaya meningkatkan jumlah investor yang aktif bertransaksi di bursa efek.” tambahnya.

Sedangkan bagi Ina Silas yang menyabet penghargaan di kategori Kerja Sama Budaya, dirinya mengaku gak mengira akan menerima penghargaan tersebut karena dirinya selalu melakoni pekerjaannya sebagai passion.

“Tahun 2014 saya beruntung mendapatkan kesempatan dari Kementerian Kebudayaan Prancis untuk mengikuti pelatihan di Paris dan Lyon mengenai pelestarian budaya dan manajemen program budaya. Setelah bekerja di berbagai bidang pada posisi senior manajemen, saya pun memutuskan untuk mengelola sebuah museum di Surabaya, House of Sampoerna, dengan angan-angan dapat membawa museum tersebut sukses seperti museum-museum di Perancis seperti yang saya saksikan sendiri.” kenang Ina.

Lewat kerja kerasnya, Ina Silas berhasil membawa Museum House of Sampoerna sebagai salah satu dari Top 10 Museums in Indonesia pilihan Travel Advisor pada tahun 2013.

Selain kedua kategori tersebut, penghargaan juga diberikan kepada empat kategori lainnya seperti; Gastronomi (Talita Setyadi), Sains dan Penelitian (Dr. Nugroho Dwi Hananto), Kerja Sama Maritim (Dr. Ir. Safri Burhanuddin), serta Strategi dan Hubungan Publik (Mexind Suko Utomo).

Selain dihadiri dan dibuka oleh dubes Prancis, acara dimeriahkan oleh penampilan Vira Talisa (Penyanyi sekaligus Penerima Trofi Alumni Prancis 2018) dan peragaan busana rancangan para alumni Prancis; Fairuz Yunus dan Farhanan Yunus (Barabas Collection) serta Dhiani Ayudya Maharani (Dhiani Collection). (sds)

Comments

comments