Jum'at, 30 Oktober 2020

Genmuda – Tiap orang sejatinya diasuh banyak perempuan sepanjang hidup. Karena itu, perayaan hari ibu bukan cuma untuk ibu kandung. Melainkan, juga buat para perempuan dewasa.

Hari Ibu di berbagai belahan negara biasanya dirayain dengan bebastugasin ibu dari kerjaan urus-mengurus kehidupan harian. Kerjaan itu dilakuin sama para asuhan, sementara para ibu bersantai.

Pada puluhan negara, Hari Ibu dirayain tiap Minggu pada pekan kedua Mei. Di Indonesia, Hari Ibu berlangsung 22 Desember sebagai bentuk peringatan terhadap Kongres Perempuan Indonesia, 22 Desember 1928.

Berarti, bener kalo bukan cuma ibu kandung yang sepatutnya nikmatin momen spesial itu di Indonesia, melainkan juga ibu-ibu di bawah ini. Kamu pasti pernah diasuh juga deh sama mereka.

1. Asisten rumah tangga

via grid.id
“Ya Tuhan. Ampunilah dosa kedua orangtua dan orang-orang yang menyayangiku sewaktu kecil.” Amiin. (Sumber: grid.id)

Buat yang orangtua kandungnya sibuk banget, inget hal ini. Kamu gak bakalan terurus sampe besar kayak sekarang tanpa bantuan asisten rumah tangga. Jadi, gak ada salahnya bantuin kerjaan mereka. Gak bisa masak? Ya minimal bantuin nyapu. Masa gitu aja gak bisa!?

2. Ibu guru

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Segalak apapun, walau suka jewer dan lempar spidol, mustahil kamu sepinter sekarang tanpa mereka. Tanpa perlu datengin rumahnya, lalu mendadak jadi asisten pribadi beliau, kamu bisa rayain Hari Ibu dengan gak badung di kelas. Kalo udah lulus, gak ada salahnya kirim bingkisan.

3. Ibu dosen

via Twitter.com
Ini Ibu Davina Oktivana, dosen FH Unpad. Sumpah! (Sumber: Twitter.com)

Sama kayak ibu guru, ibu dosen pun perlu diberi pengalaman satu hari penuh mengajar mahasiswa rajin, aktif berdiskusi, dan ngerjain semua tugas. Buat mahasiswa tingkat akhir, ini adalah momen bimbingan yang baik bersama dosen pembimbing perempuan.

4. Ibu kosan

via trivia.id
(Sumber: trivia.id)

Macam-macam ibu kosan ada banyak, sebanyak macam-macam ibu kandung. Ada yang cuek banget, ada yang ngomel mulu, sampe ada juga yang hobinya nagihin uang tiap bulan. Yah, tanpa ibu kos, kamu sulit punya atap untuk bernaung. Jadi, sesekali bantu dia dengan ngerawat kosan sendiri.

5. Ibu kantin

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Mentang-mentang ibu kantin selalu menerima bayaran atas pelayanannya, dia sering dianggap gak butuh ngerasain perayaan Hari Ibu. Padahal, butuh juga. Coba deh lunasin utang-utang kamu supaya si ibu kantin bisa belanja dan untung lebih banyak.

6. Ibu menteri

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Kabinet Pak Jokowi sekarang beranggotakan menteri perempuan, yaitu:

  • Puan Maharani (Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
  • Retno Lestari Priansari Marsudi (Menlu)
  • Sri Mulyani Indrawati (Menkeu)
  • Nila Djuwita Anfasa Moeloek (Menteri Kesehatan)
  • Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial)
  • Yohana Yembise (Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
  • Rini Soemarno (Menteri BUMN)
  • Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan)
  • Siti Nurbaya Bakar (Menteri LHK)

Masing-masing gak bisa dituntut berhenti mengurus negara, walau sedetikpun. Tapi, kerjaan berat itu bisa dibantu dengan jadi warga negara yang baik dan taat hukum. Gitu aja kok repot.

7. “Ibunya anak-anak”

©Genmuda.com/2016 TIM
©Genmuda.com/2016 TIM

Tiap tempat nongkrong pasti ada deh satu orang yang rempong ngurusin orang lain. Temen telat masuk kelas, dia yang sibuk misscall bangunin padahal pacarnya orang itu cuek. Temen ulang tahun, dia juga yang repot bikin acara kejutan. Gak ada salahnya mentraktir para “ibunya anak-anak” loh, gaes.

8. Mother Earth

via: Twitter
(Sumber: Twitter)

Bahasa kerennya sih, Mother Earth tapi kalo diterjemahin tentunya adalah planet bumi yang menjadi sumber kehidupan. Gak kebayangkan kalo ibu yang satu ini gak sayang kamu, jadi itu juga alasan kamu perlu juga mencintai ibu satu ini. Emang dunia punya kamu doang? Kan masih ada anak-cucu kamu yang pengen ngerasain tinggal di tanah, udara, dan air yang bersih. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.