Senin, 15 Juli 2024

Genmuda – Lima sampai enam tahun berlalu sejak bajak laut Black Beard tewas, kapal Black Pearl tersandera dalam botol, dan Fountain of Youth dihancurkan. Tanpa kapal andalannya, Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp) lebih banyak hidup di daratan, sementara Kapten Hector Barbossa (Geoffrey Rush) jadi raja bajak laut.

Walt Disney kembali hidupin franchise film “Pirates of the Caribbean.” Serial kelima yang berjudul “Salazar’s Revenge” (di AS, judulnya “Dead Men Tell No Tales”) itu digarap sama Joachim Rønning dan Espen Sandberg, duet sutradara Norwegia yang dapet penghargaan atas film penjelajahan laut “Kon-Tiki” (2012).

Nyambung ke trilogi pertama

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Bertahun-tahun sebelum kejadian di “Salazar’s Revenge” teman bertualang Jack Sparrow, Will Turner (Orlando Bloom) jadi kapten Kapal Flying Dutchman yang terkutuk. Hidup 10 tahun di laut dan hanya 1 hari di daratan bikin sekujur badannya ditumbuhi terumbu karang.

Tapi, perasaannya ke sang istri, Elizabeth Swann (Keira Knightley) gak berubah. Tiap ada kesempatan, Will selalu pulang hingga lahirlah Henry Turner. Ketika berusia belasan tahun, Henry (Lewis McGowan) bertekad ngebebasin bokapnya dari kutukan Flying Dutchman dengan memakai Trisula Sakti Poseidon.

via Istimewa
Hati-hati jatuh cinta sama Kaya Scodelario sebagai Carina Smyth (depan) dan Brenton Thwaites yang jadi Henry (belakang). (Sumber: Istimewa).

Sembilan tahun berlalu, Henry muda (Brenton Thwaites) baru bisa bertulang mencari cara ngilangin kutukan itu. Dalam perjalanan, doi ketemu Carina Smyth (Kaya Scodelario), cewek yang disangka penyihir karena kecerdasannya. Keduanya sama-sama nyari trisula yang menyimpan semua pengetahuan laut itu.

Petualangan duet cantik-ganteng itu akhirnya bikin Sparrow kembali ke laut dan Barbossa menginjak daratan lagi. Langkah mereka terhambat sama pasukan arwah armada kapal Spanyol di bawah pimpinan Capitan Armando Salazar (Javier Bardem) yang pengen bales dendam ke Sparrow.

Lawakan kasar yang bikin ngakak

via istimewa
(Sumber: Istimewa)

Naskah buatan Jeff Nathanson dan Terry Rossio yang dieksekusi dengan baik oleh pemeran dan sutradara bikin penonton beneran kayak bajak laut. Beberapa adegan lawak keliatan kasar, bengis, dan gak berperikemanusiaan, tapi bisa memancing tawa penonton, –mirip bajak laut asli yang ketawa di atas penderitaan orang.

Misalnya, saat salah satu pemeran utama mendeskripsikan dengan detil wajah orang yang lagi digantung. Ketika karakter itu bilang hukum gantung bikin korbannya sesak napas, kepala mau pecah, dan lidah terjulur, tim di balik layar bikin adegan itu lucu sehingga penonton geli sendiri.

Atau, saat Gibbs (Kevin McNally) mengangkat Scrum (Stephen Graham) jadi kapten. Scrum bilang terima kasih yang sebesar-besarnya, sedetik kemudian, armada Inggris di bawah pimpinan Scarfield (David Wenham) dateng dan langsung gebukin si kapten baru itu. Karena adegannya dibuat kocak, ya penonton juga ikut ketawa.

Akting Javier Bardem paling kece

via Istimewa
Horor abis nih si Armando Salazar, kapten kapal Silent Mary. (Sumber: Istimewa).

Di antara semua pemeran, akting Javier Bardem sih yang paling K E R E N! Di tiap kemunculan, doi menyebar teror melalui sosok Capitan Salazar. Pembawaannya sebagai hantu sangat dingin dan gak mengenal belas kasih sama siapapun yang menghalangi jalannya berburu Jack Sparrow.

Bahkan efek CGI yang bikin mukanya terbaret-baret dan tinggal setengah gak bisa menutupi ekspresi psikopat aktor kawakan asal Spanyol itu. Efek make-up yang bikin mulut doi ngeluarin darah busuk pun bisa jadi mimpi buruk buat anak di bawah usia 13 tahun.

via Istimewa
Armando Salazar ketika masih berjaya. (Sumber: Istimewa).

Semua antagonis di film “Pirates” selalu punya backstory yang keren, mulai dari Hector Barbossa yang menderita di dalam keabadiannya, Davy Jones yang jadi beringas karena patah hati, atau Black Beard yang justru makin sadis karena salah kaprah memahami kepercayaannya.

Sayang, akting keren Javier Bardem gak didukung sama backstory Salazar. Sang kapten jadi galak hanya karena dendam. Murni karena dendam. Meski ada drama di balik dendam itu, tim produksi agak kurang mengeksposnya lebih banyak.

Mana adegan bajak lautnya???

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Biarpun judulnya “Pirates,” yang berarti bajak laut, adegan khas bajak laut malah sedikit. Jumlah adegan adu meriam, duel pedang, aksi tembak-tembakan senjata flintlock, atau momen berayun ke kapal musuh kalah banyak dari pamer CGI dan special effect ala Disney.

Udah gitu, filmnya nampilin kapal armada Inggris yang paling modern pada masa itu. Daya gedornya pasti jauh lebih besar dari kapal bajak laut manapun. Tapi, meriam itu gak sempat dipakai. Lantas buat apa diimunculin ke adegan ya?

Kalo aja film kelima ini beneran jadi film terakhir, “Pirates” bisa ninggalin kesan baik karena “Salazar’s Revenge” jauh lebih keren daripada “On Stranger Tides” (2011). Atas plus-minus di atas, Genmuda.com bisa ngasih film ini skor 3,5/5. Kalo kamu nonton, jangan buru-buru pulang karena ada adegan tambahan setelah credit.

Our Score

https://youtu.be/Hgeu5rhoxxY

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.