Minggu, 4 Desember 2022

Genmuda – Di tengah hebohnya Piala Dunia 2018, Wayne Rooney melakukan keputusan bijak buat melanggengkan kariernya. Doi resmi pindah ke DC United, tim Major League Soccer (MLS), liga top Amerika Serikat, 28 Juni 2018.

Berdasarkan kontrak, kepindahan Rooney dari Everton bersifat permanen. Meaning, penyerang berusia 32 tahun yang menghabiskan 10 tahun masa hidupnya di tim senior Manchester United itu bakal habiskan masa tua di Washington DC.

Pembelian nama beken liga eropa oleh klub MLS bukan berita baru. Saking seringnya terjadi, liga top AS itu dicibir sebagai “liga pensiun” bagi bintang-bintang top Eropa yang pengen menikmati masa tua di AS.

Namun, ada juga pemain senior yang membagi pengalaman, taktik, dan strategi sehingga membawa tim jadi juara. Misalnya:

1. David Beckham

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pemain depan Inggris yang terkenal dengan umpan-umpan tepat sasarannya ini adalah pemain aset LA Galaxy selama 2007-2012. Selama itu, Beckham sukses bawa Galaxy raih 2 juara MLS dan Supporter’s Shield, gelar buat tim terbaik.

2. Thierry Henry

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Penyerang legenda Prancis dan Arsenal ini gabung ke New York Red Bulls sekitar 2010-2014. Selama itu, dia berhasil bikin anak-anak NY boyong Supporter’s Shield 2013. Sekarang Henry lagi enjoy jadi asisten pelatih Timnas Belgia.

3. Robbie Keane

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Robbie Keane pernah jadi tulang punggung penyerangan Timnas Irlandia dan pindah-pindah tim Liga Inggris. Namun, siapa sangka kariernya justru menanjak di MLS, saat doi gabung ke LA Galaxy pertengahan 2011.

Hingga kontraknya berakhir 2016, Keane bawa LA Galaxy raih gelar juara selama 2 musim. Doi pun terpilih sebagai MLS Best XI, salah satu pemain terbaik liga dan dapat gelar MVP pada 2014.

4. Jermain Defoe

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pemain timnas Inggris ini pindah dari Tottenham ke Toronto FC pada 2014. Baru sempat main 19 kali dan mencetak 11 gol, doi dipindahin ke Sunderland.

5. David Villa

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Tim New York City FC (NYCFC) akhirnya ngerasain lini depan mereka jadi tajam layaknya Zaragoza, Valencia, Barcelona, dan Atletico Madrid. Di situlah peran besar David Villa, peraih penghargaan MLS Best XI dan MVP pada 2016.

6. Kaka

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Mantan peraih FIFA World Player of the Year dan Ballon d’Or ini tandatangani kontrak dengan Orlando City pada 2014. Hingga 2017, Kaka mencetak 24 gol dalam 75 pertandingan. Lumayan, lah.

7. Sebastian Giovinco

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Giovinco terbilang berani. Saat usia prima, doi pindah dari Juventus ke Toronto FC. Pada 2015, pemain asal Italia itu memeroleh gelar MVP. Terus, doi membawa Toronto FC raih Supporter’s Shield dan MLS Cup pada 2017.

8. Andrea Pirlo

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Playmaker andalan Italia sekaligus pakar tendangan bebas, Pirlo pindah ke New York City FC (NYCFC). Karena situasi permainan bola di AS beda jauh dari di Italia, doi cuma bisa ngegolin sekali dalam 60 pertandingan.

9. Steven Gerrard

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pentolan Liverpool ini tandatangani kontrak dengan LA Galaxy di akhir musim 2014-2015. Di sana, doi cuma main satu musim dan mencetak 5 angka dalam 34 pertandingan.

10. Didier Drogba

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Drogba ngasih impact besar pada lini depan Montreal Impact, tim Kanada yang ikut MLS. Dalam 33 kali pertandingan periode 2015-2016, Drogba mencetak 21 angka.

11. Frank Lampard

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pemain yang dari 2001 hingga 2014 main di Chelsea ini sempat dioper-oper. Pada awal musim 2015, doi tandatangan kontrak sama NYCFC.

Namun, doi belum main di sana hingga pertengahan musim lantaran klub pemilik NYCFC masih mau Lampard main di Liga Inggris. Siapa klub pemilik NYCFC? Dialah Manchester City. Alhasil, doi cuma main setengah musim.

12. Ashley Cole

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Lini belakang Arsenal dan Chelsea sempat sulit dijebol lantaran dijaga Ashley Cole. Pindah ke LA Galaxy pada 2016, Cole belum menunjukkan level permainan kayak masa di Liga Inggris.

13. Bastian Schweinsteiger

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Kehadiran Schweinsteiger di Chicago Fire membawa angin segar. Klub yang dulunya sekelas Stoke City itu membawa timnya masuk liga. Hore!

14. Zlatan Ibrahimovic

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Ibra memulai karier di LA Galaxy pada 2018. Dalam 11 kali pertandingan, doi ngegolin 7 kali. Bisa jadi, itu tanda doi lebih cocok main di LA ketimbang di MU.

15. Carlos Vela

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Mantan pemain Arsenal dan Real Sociedad yang pernah jadi bintang timnas Meksiko ini masuk LAFC awal 2018. Dalam 12 pertandingan, doi ciptakan 7 gol plus 5 assist. Warbyasya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.