Kamis, 29 Oktober 2020

Genmuda – Bagi setiap orang, kopi punya arti beda-beda. Bahkan setiap kopi punya jiwanya sendiri menurut seorang barista, bernama Beto. Doi beranggapan jika kopi bukan cuma segelas air yang pekat. Karena setiap harinya doi selalu kedatangan dua sahabat yang selalu punya cerita tersendiri lewat secangkir kopi.

Sering kali Beto cuma jadi pendengar di balik meja kerjanya. Raka yang sering bercerita tentang kisah asmaranya kini berganti menjadi cerita keluarga. Indi satu-satunya sahabat cewek datang tanpa berita bahagia justru membuat Beto kecewa.

Hal ini bermula karena Beto engga pernah mengungkapkan perasaanya pada Indi. Segelas capucino yang Beto rasa bisa mewakili perasaannya kini udah telat buat diungkapin ke Indi.

Walau cuma bisa memendam perasaan, ada sesuatu yang membuat hari-hari Beto terlasa lebih pahit daripada kopi. Penasaran kayak gimana ceritanya? Tonton aja videonya “Heart In A Cup” karya Regian Syah. Pssst… di sini juga jadi bukti loh kalo jatuh cinta diam-diam itu emang engga baik.

(sds)

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela