Selasa, 14 Juli 2020

Genmuda – Jumat (17/2) mungkin menjadi malam yang istimewa bagi tiga band pembuka konser Warpaint di Indonesia, yaitu Trou, Diocreatura, dan Kimokal. Penampilan ketiga band tanah air itu bisa dibilang berhasil bikin suasana di Parkir Selatan Senayan, Jakarta makin meriah.

Tepat pukul 18.30 WIB pintu masuk dibuka, ratusan penonton langsung merangsek ke depan panggung. Cuma ada jarak sekitar lima meter antara bibir panggung dengan penonton.

Tak lama berselang Trou menjadi band pertama yang naik panggung. Band yang nama awalnya AFFEN ini menyapa penonton dengan lagu-lagu andalan mereka seperti “Menanti yang Tak Pernah Kembali”, “Home,” serta single baru “When You’re Alone” yang dibawain dengan apik oleh Hariz Lasa (vokal dan gitar), Elmo Rinaldy (gitar), Moch, Ifsan (bass) dan Harry “Koi” Pangabdian (drum).

Aliran indie rock band asal Kota Kembang ini turut membuat penonton konser ikut merapat hingga ke depan.
Usai jeda sepuluh menit, penonton diajak mikir sama lagu-lagunya Diocreatura. Ekky Dharmawan si vokalis nyanyi dengan suara gaung berkat setingan efek reverb yang pas. Sementara itu ketukan drumnya sering diberi nuansa triplet.

Aliran kombinasi shoegaze, rock, dan trip-hop mereka mungkin enaknya disebut dengan nama musik eksperimental. Tapi yang jelas, Diocreatura berhasil membuat penonton manggut-manggut dan bersorak. Mereka menutup penampilan dengan “Orgasme”, bahkan sang drummer sempat melempar stick drum ke udara, menangkapnya, dan memberikan gebukan penutup. Cool man.

Band lokal terakhir yang panasin suasana tak lain tak bukan adalah Kimokal. Seperti konser mereka sebelumnya, tata cahanya panggung dan video background yang diputar sengaja diset menyesuaikan mood lagu. Dengan sound system se-epik panggung Warpaint, mereka berhasil membuat penonton bergoyang dengan lagu EDM mereka.

Suara Kallula Harsynta meraung dan melengking dengan merdu. Terkadang, doi membuat singkop yang kemudian disusul efek synthesizer sehingga terdengar seperti sedang sahut-sahutan di atas panggung.

Aksi panggung itu ternyata bikin Kimokal dapet fans baru di Senayan, Jumat malam itu. Misalnya aja, seperti Cela (27). Cewek yang kerja sebagai ilustrator itu ngerasa penasaran sama musiknya Kimokal. “Setelah pulang dari konser ini, gue bakal riset lebih lanjut soal Kimokal. Tapi, musiknya Diocreature yang menurut gue paling pas membuka konser Warpaint,” kata doi.

Sementara itu, Sam (27) yang nemenin Cela nonton ngerasa Kimokal udah pas banget jadi band pembuka. “Penampilan mereka di atas panggung keren. Keliatan banget persiapan mereka sangat matang,” tuturnya yang dari awal ikut goyang bareng Cela.

Meski ada beda pendapat, mereka berdua sepakat Kimokal yang sukses bangkitin semangat penonton ke titik puncak. Emang engga salah pilih deh keputusan promotor dalam menentukan opening act konser Warpaint di Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, konser Warpaint masih berlangsung. Buat informasi selanjutnya stay tune terus ya di Genmuda.com! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.