Jum'at, 10 Juli 2020

Genmuda – Game bisa menghibur di kala bosan, juga bisa mematikan bila kebablasan. Kasusnya banyak terjadi. Gamer yang kelewat berdedikasi akhirnya menghembuskan napas terakhir di depan hiburan kesukaannya itu.

Umur emang Tuhan doang yang tau. Tapi, ngejaga kesehatan kan kewajiban semua makhluk hidup. Bukan maksud ngelarang kamu main game, Genmuda.com cuma pengen bilang, bijaklah mengatur waktu dan semoga nasib kamu lebih baik dari 10 orang di bawah ini.

Lonely King

via worldofbuzz.com
Lonely King. (Sumber: worldofbuzz.com)

Seorang gamer Tiongkok bernama akun Lonely King (20 tahun) tewas setelah streaming memainkan game “King of Glory” untuk 170 ribuan fansnya, 2 November lalu. Diduga, dia tewas karena bermain 9 jam tiap malam selama berbulan-bulan, padahal siangnya juga berkegiatan.

Brian Vigneault

via gemssblog.com
Detik-detik terakhir Brian. (Sumber: gemssblog.com)

Kejadian tragis juga menimpa Brian Vigneault (35 tahun). Gamer “World of Tanks” itu berniat ngumpulin duit dengan cara streaming ngegame seharian penuh nonstop untuk disumbang ke salah satu yayasan amal.

Biar gak ngantuk, almarhum menenggak banyak minuman energi. Pada jam ke 22, saat almarhum berhenti main untuk merokok, pria asal Virginia, AS itu meninggal akibat serangan jantung mendadak, sekitar Maret lalu.

Rustam

via mirror.co.uk
Foto terakhir Rustam. (mirror.co.uk)

Bosan akibat harus dirawat di rumah akibat patah kaki membuat cowok bernama Rustam (17 tahun) kecanduan DoTA. Selama 22 hari, dia memainkannya nonstop selama 6,5 jam, anya berhenti buat tidur, makan, dan ke toilet.

Pada hari terakhir, Rustam wafat bersamaan dengan tewasnya hero doi. Dokter menduga, kematian gamer yang main 2 ribu jam DoTA selama satu setengah tahun antara 2013-2015 itu akibat thrombosis yang muncul karena kurang gerak.

Hsieh

via vice.com
Ilustrasi warnet. (Sumber: vice.com)

Hsieh (32 tahun) ditemukan tewas di depan komputer warnet di Taiwan karena sakit jantung dipicu kelelahan dan udara dingin saat nonstop tiga hari nge-game, sekitar 2015. Petugas warnet mengira dia tidur dalam posisi kepala menghadap bawah selama beberapa sebelum dievakuasi.

Chuang

via ccboot.com
Ilustrasi warnet game. (Sumber: ccboot.com)

Tiga tahun sebelum Hsieh, Chuang (18tahun) pun wafat dalam warnet di Taiwan. Dia main game Diablo III selama 40 jam nonstop gak sadar. Petugas warnet sempet menyuruhnya pulang dan Chuang sempet bangun, jalan beberapa langkah, lalu ambruk dan menghembuskan napas terakhirnya.

Chris Staniforth

via nydailynews.com
Chris Staniforth. (Sumber: nydailynews.com)

Dua belas jam main X-Box bikin peraliran darah di kaki Staniforth (20 tahun) tersumbat. Penyumbatan itu menjalar hingga ke paru-paru hingga menewaskannya. Ayah Staniforth kemudian menganjurkan para gamers supaya rajin bergerak, peregangan, dan olahraga tiap ada kesempatan.

Jeff Dailey dan Peter Burkowski

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Dailey (19 tahun) berhasil peroleh skor 16.660, skor tertinggi game dingdong Berzerk dekat rumahnya, sekitar 1981. Gak lama setelah namanya tercatat di peringkat teratas, Dailey wafat.

Beberapa bulan berselang, nasib serupa menimpa Burkowski saat main game serupa. Burkowski sempat mencetak dua skor tertinggi sebelum akhirnya wafat karena serangan jantung mendadak.

Contoh kematian tragisnya tujuh aja kali ya biar Kawan Muda engga parno-parno amat dalam main game. Daftar lebih banyaknya bisa kamu liat di sinigaes. Intinya, gamers juga harus olahraga dan bersosialisasi biar hidup engga cepet berakhir. Gimana menurut kamu? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.