Jum'at, 25 September 2020

Genmuda – Pendidikan formal emang banyak kelebihan dan kekurangannya. Di satu sisi, pelajar dan mahasiswa membutuhkan pembimbing berilmu seperti guru dan dosen. Di sisi lain, mata pelajaran/kuliah yang dipelajari masih terlalu umum untuk menjawab minat yang spesifik.

Contohnya jelas terjadi, kok. Anak SMA yang jago banget olahraga belum mahir matematika, kesenian, dan bahasa. Sama kayak anak kuliah yang minat sejarah kesenian belum tentu gampang memahami mata kuliah sejarah politik, sejarah pertanian, apalagi sejarah militer.

Sayangnya, anak SMA dan S1 harus mempelajari semua mata pelajaran/kuliah yang dijejelin karena belum bisa peroleh pendidikan sespesifik anak S2 dan S3. Biar materi yang gak disukai sekalipun bisa gampang dipahami, coba deh ikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Ikutin yang udah jago

via tenor.com

Ngapain amat susah-susah belajar sendiri kalo sebenernya ada dosen, temen seangkatan, atau mungkin junior yang lebih mahir? Belajar aja dari hasil kerja mereka supaya pengetahuan kamu setara tanpa harus ngalamin kesusahan seperti yang mereka ceritain dalam pengalamannya.

Jadi, gak ada salahnya liat tugas temen untuk nyari inspirasi, memepelajari proses kerjanya, lalu ilmu itu dipake di dalam tugas sendiri. Asalkan tugasnya gak disalin ke tugas sendiri, itu bukan nyontek. Itu namanya nyari inspirasi.

2. Back to basic

via mathwarehouse.com

Saat sebuah rumus, pelajaran, atau teori terlalu sulit dipahami saking kompleksnya, saatnya back to basic. Tiap pelajaran pasti punya pengetahuan dasar yang komposisinya sekitar 20% dari keseluruhan materi. Nah, basic knowledge itu yang perlu dipahami mendalam.

Setelah itu, pengetahuan dasarnya bisa dikembangin dengan sendirinya. Misalnya, gini. Dalam pelajaran IPS atau sejarah, kamu bingung menganalisis alasan satu negara berkonflik sama negara lain. Maka, ingatlah rumus dasarnya: konflik pada umumnya terjadi karena urusan sumber daya.

3. Stop multi tasking

via tenor.com

Apa yang terjadi kalo laptop kamu dipake untuk buka 20 tab browser internet, ngedit foto, dan nonton film sekaligus? Siapin pemadam api karena mungkin laptop kamu langsung lag, berasap, lalu kebakaran setelahnya.

Otak pun 11-12. Makin banyak yang dikerjain, makin banyak pikiran. Makin banyak kegalauan, maka makin lama kamu mendalami sebuah materi pelajaran. Jadi, fokusin otak kamu pada masalah yang lagi di depan mata.

4. Bisa karena biasa

via tenor.com

Bakat, passion, dan niat segede gunung gak cukup untuk bawa siapapun ke manapun. Semua yang ada di dunia ini, termasuk nyari pacar dan jadi pinter, terjadi karena tindakan yang berulang-ulang. Makin sering dilakuin, makin besar kemungkinan berhasil.

Seperti anak-anak The Beatles aja. Mereka bisa selegendaris dan sejago sekarang karena latihan musik berjam-jam, men. Belum lagi menghadapi sesi rekaman di studio yang bisa makan waktu bulanan.

5. Dikritik

via tenor.com

Ini bagian yang paling gak disukai. Gak ada satu orangpun yang mau dikritik, apalagi dikritik sama netijen Indonesia yang mulutnya pada jahara. Padahal, dari kritik itu bisa diketahui hal yang harus diperbaiki, dipelajari, atau diperdalam ilmunya.

Contohnya The Beatles lagi aja. Waktu masih jadi band abal-abal, mereka nekat manggung di Hamburg, Jerman dan menuai ejekan penonton. Itu bikin John, Paul, Ringo, dan George paham kalo mereka harus banyak latihan dan nampilin lagu model baru, gak sekedar ngikutin yang lagi rame.

BONUS: Jangan nyerah duluan

Cara 1-5 kemungkinan besar ningkatin keahlian dengan cepat dan bikin semangat. Namun, biasanya bakalan tiba masa ketika semua terasa berat di lakuin dan gak mungkin lagi ngelanjutin.

Jangan kalah sama perasaan itu, gaes. Maju aja terus karena itu satu-satunya jalan. Sayang banget loh kalo mundur padahal kamu udah sejauh ini. Tips bonus ini berguna banget kalo kamu lagi skripsian. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.