Selasa, 6 Desember 2022

Genmuda – Cerita seru dari Sekolah Sihir Hogwarts sama sekali belum selesai meski tugas Harry Potter ngalahin Voldemort tuntas bertahun-tahun lalu. Pada Oktober 2017, JK Rowling mau luncurin dua judul buku “Harry Potter” lagi melalui penerbit Bloomsbury Inggris.

Salah satu buku barunya berjudul “Harry Potter: A History of Magic – The Book of Exhibition.” Isinya tentang cerita di balik kurikulum beberapa matapelajaran sihir, seperti Herbologi, Astromoni, dan Pemeliharaan Hewan Sihir.

Buku satu lagi berjudul “Harry Potter – A Journey Through A History of Magic,” yang berisi sejarah sihir macam unicorn, alkimia, dan sihir kuno. Meski begitu, ada kesamaan antara dua judul. Yaitu, sama-sama berisi gambar corat-coret karya JK Rowling yang fungsinya ngejelasin materi tulisan.

Kenapa dibikin lagi?

Bukannya pengen memerah kemampuan JK Rowling dan manfaatin penggemar Harry Potter, dua buku “suplemen” itu rilis demi keberlangsungan Pameran Sejarah Sihir. Acara yang diselenggarain Perustakaan Nasional Inggris itu berlangsung pada 20 Oktober 2017 hingga 20 Februari 2018.

Kalo ditotal, JK Rowling udah bikin seenggaknya 15 buku Potter. Tujuh buku merupakan naskah utama yang kemudian diadaptasi ke layar lebar. Dua buku merupakan judul anyar yang terbit nanti. Sisanya, adalah beberapa buku di bawah ini.

1. “Fantastic Beasts and Where to Find Them”

via goodreads.com
(Sumber: goodreads.com).

Buku dengan cover cetakan pertama berwarna merah marun ini ngenalin sekelebat tentang Newt Scamander dan definisi “magizologi.” Sisanya, ngejelasin koleksi hewan-hewan sihir dari seluruh dunia, cara menangani, dan tingkat keganasannya. Lucunya, buku ini juga dipenuhi corat-coret yang seolah-olah dibuat oleh Harry dan Ron.

2. “Quidditch dari Masa ke Masa”

via hypable.com
(Sumber: hypable.com).

Ceritanya, buku “Quidditch dari Masa ke Masa” tuh buku pegangan Harry sepanjang sekolah buat mengenal olahraga favorit doi. Isi bukunya sesuai judul, kok. Yaitu, ngejelasin perubahan-perubahan yang terjadi pada “sepakbola dunia sihir” mulai dari awal diciptain hingga akhirnya jadi kompetisi bergengsi seperti sekarang.

3. “The Tales of Beedle the Bard”

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Buku dongeng dunia sihir yang diwarisin Dumbledore ke Hermione di seri “HP7” akhirnya dirilis ke dunia nyata. Buku tersebut dirilis gak lama setelah JK Rowling rampungin seri terakhir novel Potter.

4. “Power, Politics, and Pesky Poltergeist”

via shopify.com
(Sumber: shopify.com)

Isi buku ini semenyeramkan judulnya. JK Rowling nyeritain sisi kelam dunia sihir, orang-orang yang makan teman, dan sejarah penjara superketat Azkaban. Kisah yang jadi sorotan utama tuh tentang Umbridge yang dibenci semua penggemar Harry Potter. Ada juga kisah pertemanan Tom Riddle dengan guru ramuannya, Horace Slughorn.

5. “Heroism, Hardship, and Dangerous Hobbies”

via nudge-book.com
(Sumber: nudge-book.com).

Penggemar Gryffindor bakalan suka buku “suplemen” ini karena nyeritain sahabat-sahabat bokap Harry dari sudut pandang Remus Lupin masa muda yang ternyata sering ngobrol sama Minerva McGonagall. Terus, ada lagi ceritanya Sybill Trelawney sama sosok bernama Silanus Kettleburn.

6. “Hogwarts: An Incomplete and Unreliable Guide”

via librarystack.com
(Sumber: librarystack.com)

Aksi Harry, Ron, dan Hermione melanggar berbagai peraturan dan mengendap-endap di Hogwarts gak berlalu begitu aja. Semua kisah yang gak muncul di 7 buku utamanya bisa ditemuin di sini.

Dua buku pertama bisa dibilang “suplemen generasi awal” karena rilis hampir bersamaan 7 buku utama Harry Potter. Lalu, pada 6 September 2016, rilis tiga buku berikutnya secara online.

Itu baru bukunya loh. Masih ada lagi cerita tambahan Harry Potter Universe, seperti tulisan-tulisan JK Rowling di situs pottermore.com atau teater “The Cursed Child” yang digelar di Inggris. Nah, gimana nih menurut Kawan Muda tentang kisah si bocah terpilih yang kesannya dipanjang-panjangin kayak sinetron Indonesia ini? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.