Sabtu, 4 Desember 2021

Genmuda – Kalo kamu perhatikan tampilan Google hari ini, pasti ada yang beda sama tulisannya. Coba deh kamu tap, dan liat apa yang beda di Google Doodle. Hari ini, 22 April 2017, bertepatan dengan Hari Bumi, atau Earth Day. Gambar pertama waktu kamu tap di Google Doodle adalah gambar Bumi, yang menggantikan tulisan O, pada Google.

Ternyata, gambarnya bercerita loh! Ada seekor rubah yang lagi bermimpi tentang Bumi di dalam tidurnya. Di mimpi itu, si rubah ngeliat mimpi buruk tentang Bumi. Ikan di lautan mati karena laut tercemar dan juga es di kutub yang mencair. Karena mimpi buruk itu, si rubah akhirnya bangun dengan perasaan takut. Ia bergegas ambil sekop kemudian langsung menanam pohon.

Selain menanam pohon, sang rubah juga mengurangi konsumsi daging ikan, ayam dan sapi, terus ia pilih untuk makan sayur. Untuk mengurangi polusi, rubah dan temannya yaitu kucing dan katak lebih memilih naik sepeda dibanding naik kendaraan pribadi.

Engga lupa, mereka juga mematikan lampu, mencabut listrik yang engga dipakai. Terus akhirnya, mereka bertiga tidur lagi dan bermimpi tentang Bumi yang hijau sekaligus sehat. Terus, kalo rubah aja peduli sama Bumi, kira-kira apa yang bisa kita lakukan buat menjaga Bumi?

1. Matikan lampu saat engga dipakai

via: makeagif.com

Sama kaya kampanyenya 60+, kita harus mematikan lampu atau listrik yang gak dipakai sebelum kita bepergian. Ketergantungan manusia sama listrik terus meningkat, hal inilah yang bikin Bumi makin panas. Karena pembangkit listrik yang selama ini digunakan adalah berbahan bakar fosil kayak minyak bumi, batu bara, dan gas alam, yang ngeluarin gas rumah kaca berupa karbon dioksida.

Dilansir dari wwf.or.id, kalo aja 10% orang di Jakarta mau ikutan buat meminimalisir penggunaan listriknya, minimal 1 jam dalam sehari, maka ini bisa menghemat banyak banget watt listrik, sampe 300MW. Jumlah tersebut hampir setara sama listrik di 900 desa dan juga ngurangin emisi karbon dioksida yang sama kayak penanaman 267 pohon. Waw!

2. Tanam pohon

Kenapa tanam pohon penting? Karena pohon akan menyerap karbondioksida yang ada di atmosfer. Selain itu, pohon juga bisa menyerap bau dan gas polutan, contohnya nitrogen oksida, ammonia, sulfur dioksida dan ozon. Bukan cuma itu, kita juga bisa melindungi keanekaragaman hayati dan menangkal hilangnya spesies dengan menanam pohon.

Yang terakhir, menurut penelitian yang dilansir dari nationalgeographic.co.id, pohon yang ditanam telah mengurangi tingkat asma dan paru-paru, dan membuat siswa sekolah bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar. Penting banget ya ternyata adanya pohon ini. Juga, kita harus tetap pertahankan hutan di Indonesia nih sebagai paru-paru dunia!

3. Kurangi bepergian naik kendaraan pribadi

Udah tau kan kalo ke mana-mana sebaiknya kita pakai kendaraan umum atau malah lebih baik naik sepeda dan jalan kaki. Kenapa? Karena polusi udara yang dihasilkan sama asap kendaraan itu mengandung zat karbon dan timbal, yang berbahaya juga buat kita, dan Bumi. Buat kesehatan, asap kendaraan itu menyebabkan penyakit paru-paru kronis, penurunan IQ pada anak dan bahaya buat ibu hamil.

Bagi Bumi sendiri, asap kendaraan bisa bikin lapisan ozon makin tipis, ngeganggu proses fotosintesis pada tumbuhan, dan membuat semakin tipis juga kandungan oksigen untuk dihirup. Makanya, coba deh buat naik sepeda atau jalan kaki. Selain sehat untuk diri kita, sehat juga untuk Bumi.

4. Mengurangi sampah plastik

Coba deh bawa minum di tempat minum atau tumbler sendiri kalo kemana-mana. Selain memudahkan kita, bawa botol minum sendiri juga bisa mengurangi sampah plastik. Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa sampah plastik itu sulit banget buat terurai, bahkan bisa sampe 200 tahun, bahkan 1000 tahun lamanya (kaya lagunya Tulus).

Inilah awal dari munculnya zat kimia yang bisa mencemari dan mengurangi tingkat kesuburan tanah. Selain itu, racun yang ada di sampah plastik juga bisa membunuh hewan pengurai di dalam tanah, misalnya cacing. Sampah plastik yang dibuang ke laut akan bikin laut lebih cepat dangkal, dan memicu terjadinya banjir. Terus, kalo sampah plastik ini dibakar, asapnya bisa bikin system pernapasan terganggu, kanker dan gangguan sistem saraf.

Organisasi-organisasi yang berkaitan sama lingkungan kaya Earth Hour, WWF, National Geographic juga engga bosen buat ngingetin Kawan Muda buat terus ngejaga Bumi. “Yuk terus jaga Bumi, karena kalo bukan kita yang jaga, siapa lagi?” (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.