Rabu, 17 Juli 2024

Genmuda – Candyman jadi salah satu film horor thriller yang siap menemani Kawan Muda akhir bulan Oktober ini. Diambil dari film serupa yang hits di tahun 1992 karya Bernard Rose, Candyman jadi karakter yang cukup hantu paling fenomenal buat anak 90-an.

Karakter Candyman digambarkan sebagai pria kulit hitam yang dibakar hidup-hidup karena menyimpan hubungan terlarang dengan wanita kulit putih. Sebelum dibakar, tangannya dipotong, diolesi dengan madu dan dilemparkan ke depan segerombolan lebah.

Setelah kejadian tersebut abu Candyman kemudian disebar di tempat yang saat itu menjadi lokasi pengembangan kaum imigran di Cabrini-Green, Amerika Serikat.

Kisah legenda urban inilah yang kemudian didaurulang oleh sutradara Nia DaCosta. Yang gak kalah seru, ada andil dari Jordan Peele yang hobi bikin film horor out of the box kayak Get Out atau Us.

Terus kayak gimana sih teror yang dikasih sama Candyman buat para penontonnya? Simak langsung review Genmuda.com berikut ini!

Kisah urban legendaris

Film Candyman ©Universal Studios/2021

Seperti yang dibahas di awal review, kisah legendaris Candyman ternyata menarik perhatian dari seniman bernama Anthony McCoy (Yahya Abdul Mateen Il) dan pacarnya Brianna Cartwright (Teyonah Parris). Berbekal cerita mulut ke mulut dari adik Brianna, Troy Cartwright (Nathan Stewary-Jarrett), Anthony semakin penasaran dengan kisah Candyman.

Saat mentok menemukan ide, Anthony justru tertarik mengangkat tema soal Candyman dalam lukisannya. Dia lantas bertemu dengan pria bernama William Burke (Colman Domingo) yang mengaku pernah melihat langsung sosok Candyman dan menceritakan kisah tragis di daerah Cabrini-Green.

Bukannya mundur, Anthony malah makin tertarik mengangkat kisah Candyman melalui riset dari berbagai kumpulan berita dan kesaksian para korban. Dia pun percaya lukisan bertema Candyman itu dapat diterima oleh penikmat seni.

Tepat saat pameran, sejumlah kawan Brianna dan kritikus seni, Finley Stephens (Rebecca Spence) justru mencemooh karya Anthony. Mereka malah meragukan sosok Candyman yang diceritakan akan datang membunuh setiap orang yang menyebut namanya lima kali di depan cermin.

Namun, petaka justru terjadi. Kisah cerita urban itu pun kembali bangkit dan meneror banyak orang yang memanggil nama Candyman. Sedangkan Anthony yang mendadak populer kini harus dihantui oleh ketakutan dari karya lukisannya.

Sindiran budaya rasisme

Film Candyman ©Universal Studios/2021

Terlepas dari cerita horornya, skenario yang ditulis keroyokan oleh Jordan Peele, Win Rosenfeld, dan Nia DaCosta itu emang syarat sama pesan satir. Sosok Candyman seperti menjadi karakter empat dimensi yang sekaligus menggambarkan perwakilan kaum kulit hitam di Amerika Serikat.

Tak cuma itu, Anthony dan Brianna juga menjadi contoh dua sosok kulit hitam yang bisa diterima dan dipinggirkan oleh banyak masyarakat kulit putih di Negeri Paman Sam. Inilah yang bikin cerita film Candyman seolah lebih ngena dan ringan dicerna ketimbang film Get Out (2017) atau Us (2019).

Selain itu, akting para pemainnya berhasil membuat jalan cerita film lebih hidup. Jumpscare dan scoring-nya juga cukup sukses bikin lo senam jantung selama menonton.

Kesimpulan

Film Candyman ©Universal Studios/2021

Pada akhirnya, kalo Kawan Muda doyan nonton film horor berbau cerita urban, maka film Candyman terasa cocok buat kalian nikmati. Tapi kalo lo termasuk orang yang mengalami trypophobia mungkin efek makeup yang ditampilkan cukup ngeganggu.

Durasi film selama 90 menit berhasil merangkum semua cerita Candyman secara padat dan utuh. So, kalo lo gak tau-tau banget sama sosok mengerikan ini, filmnya masih asik buat dinikmatin.

Di Indonesia film ini mulai tayang, Rabu, 27 Oktober 2021. Kalo kalian masih penasaran, simak aja trailernya di bawah ini!

Our Score

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.