Selasa, 7 Juli 2020

Genmuda – Satu ponsel retro rencananya bakal mejeng sebagai pembeda booth Nokia di Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, 27 Februari – 2 Maret. Rumor yang beredar bilang kalo Nokia bakal luncurin lagi Nokia 3310, ponsel “bata” yang rilis September 2000 silam.

Kabarnya berhembus makin kenceng setelah Evan Blass memprediksinya di VentureBeat.com, (13/2). Kalangan tekno manca negara selalu percaya prediksi Evan karena hampir selalu akurat. Kabarnya, ponsel itu bakal dijual dengan harga 59 euro (830 ribuan rupiah).

Buat kamu yang belum tau, Nokia 3310 ibarat “Chuck Norris.” Bodinya terbuat dari plastik tahan banting yang susah rusak. Daya tahan baterainya pun relatif lama. Kira-kira, mampu bertahan 2 hari meski dipakai ngegame, SMS, dan teleponan seharian.

Respon netizen jelas beragam. Mereka pada girang karena bisa bernostalgia. Hanya aja, netizen yang lebih realistis agak skeptis sama langkah Nokia kali ini. Mereka pada bertanya. “Buat apa?” atau kasarnya “Ngapain amat?” karena alesan di bawah ini.

1. Engga ada multimedia-nya

via dienthoaididongco.com
Ini Nokia 6680 yang meluncur gantiin 3310. (Sumber: dienthoaididongco.com).

Ada alasan Nokia memberhentikan produksi 3310 sekitar tahun 2005. Ponselnya ketinggalan jaman karena engga ada kamera, suara belum stereo, dan layarnya masih hitam-putih 8-bit. Sebagai gantinya, Nokia alihkan produksinya bikin ponsel multimedia yang ada kamera, bisa muter mp3, dan layarnya berwarna.

2. Engga ada internetnya!

via androidauthority.com
Salah satu ponsel rakyat yang diproduksi Nokia. (Sumber: androidauthority.com)

Hari gini, siapa sih yang betah pakai ponsel tanpa internet. Bahkan generasi tahun 70-an dan 80-an (seperti bokap-nyokap lo) udah jadi pengguna setia internet dan medsos. Interaksi sesama mereka bukan lagi lewat arisan tapi juga via Facebook, WhatsApp, hingga Line yang notabene cuma bisa beroperasi dengan internet.

Yah, daya tahan baterai 3310 mungkin emang menggiurkan backpackeran berhari-hari jauh dari colokan. Tapi, ponselnya nyala pun buat apa? Engga punya GPS dan jaringan internet juga, kan.

Bahkan pengamat tekno, Alistair Charlton juga bilang ke BBC.com, Kamis (16/2), kalo “SMS dan telepon sudah jarang sekali dipakai sekarang ini. Bila 3310 punya jaringan internet untuk mengakses WhatsApp dan FB, baru ponselnya bisa laris di pasar sekarang,” kata doi.

3. Ketahanannya udah ada di Nokia 6

Kelebihan 3310 sebagai “Chuck Norris” juga ada kok di Nokia 6, ponsel Android Nokia yang rilis Januari lalu. Ponsel yang dipasangi Gorilla Glass itu tahan jatoh berkali-kali setelah dites banyak netizen. Situs TechTimes.com, (12/2) bilang ponselnya bisa mecahin kacang kenari.

4. Mendingan bawa Nokia 6 keluar dari Tiongkok

via Istimewa
Ini Nokia 6 yang dielu-elukan di Tiongkok. (Sumber: Istimewa).

Sayangnya, Nokia 6 beredar eksklusif di Tiongkok. Daripada mereka habiskan duit buat produksi 3310, mendingan duitnya dipakai supaya ponsel tercanggihnya Nokia itu rilis ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

5. Mendingan Nokia bikin flagship baru

via techradar.com
Ini juga Nokia 6 yang kece badai itu. (Sumber: techradar.com)

Selain Nokia 6, ada juga Nokia 5 dan Nokia 3 yang siap terbit. “Jeroannya” Nokia 5 mirip banget Nokia 6. Tapi, layarnya cuma berkualitas 720 pixel sementara Nokia 6 punya 1080 pixel. Selain itu masih ada satu ponsel lagi yang bakal dirilis, yaitu Nokia 3 yang punya spesifikasi paling rendah. Dengan kata lain, Nokia 6 merupakan flagship, atau ponsel andalannya Nokia saat ini. Nah, daripada sibuk bikin ponsel jadul, mendingan bikin flagship baru lagi, kan? Setuju engga? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.