Minggu, 19 September 2021

Genmuda – Jorge Lorenzo berhasil menjadi juara dunia MotoGP musim 2015 Minggu (8/11) malam. Dari fans MotoGP bahkan sampai yang engga ngerti-ngerti banget, mungkin dibuat terpana oleh race terakhir di Valencia.

Tensi tinggi penuh drama. Itulah ungkapan yang cocok diberikan buat musim balap kali ini. Gimana engga? Hingga race tadi malam, nasib dua riders Tim Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi ditentukan hingga detik-detik terakhir.

Lantas apa hubungan antara Rossi dengan para jomblo? Jawabannya, mereka sama-sama berjuang menjadi pemenang. Buat saya, kemenangan Lorenzo kemarin engga begitu mengherankan, wajar, dan biasa aja. Tapi engga buat Rossi, karena doi berhasil memenangkan hati para penonton.

'The Doctor' memulai start dari posisi ke-25 dalam race final di Sirkuit Valencia. (foto: Valentinorossi.com)
‘The Doctor’ memulai start dari posisi ke-25 dalam race final di Sirkuit Valencia. (foto: Valentinorossi.com)

Sudah dekat dengan gelar juara, sialnya Rossi malah harus dihukum pasca insiden di sirkuit Sepang. Hasilnya, ‘The Doctor’ start dari posisi buncit. Kebetulan saya bukan fans setia Rossi, tapi buat para fans kondisi ini  praktis menipiskan harapan.

Belajar dari Rossi, Kawan Muda yang masih jomblo mungkin harus meniru pembalap Italia tersebut. Kok gitu? Karena meski peluang menangnya kecil, Rossi tetap tampil gahar. Engga ragu, yakin, dan totalitas membuka segala kemungkinan.

Kalau kamu jeli, dari awal balapan yang disorot justru Si Rossi. Sedangkan tiga pembalap terdepan terasa penting gak penting (kecuali di lap-lap akhir), karena saya yakin semua orang mau ngelihat keajaiban jika Rossi bisa menang. Slowly but sure, pemilik nomor 46 ini berhasil melewati satu persatu pembalap di depannya dari posisi ke-26 hingga akhirnya nongkrong di posisi ke-4.

Kali ini nasib Rossi justru ibarat jomblo yang sedang digantungin gebetan buat kasih jawaban ‘iya’ atau ‘engga’. Posisi empat pun belum bisa ‘menikung’ gelar juara dunia dari Lorenzo. Peluangnya cuma ada dua, ngarep Lorenzo kepeleset atau ngarep dua pembalap Honda, Marquez dan Pedrosa mampu finish di depan Lorenzo.

Di sinilah, drama kehidupan kembali terjadi di lima putaran akhir. Kalo dilihat dari statistik kualifikasi Sabtu (7/11), Marquez dan Pedrosa sih bisa aja menekan Lorenzo dari lap awal. Namun kedua pembalap Honda itu justru hanya memberikan harapan palsu buat Rossi.

Jorge Lorenzo keluar sebagai Juara MotoGP 2015 usai finish di posisi pertama Sirkuit Valencia. (foto: AP)

Usai laga Marquez mengaku pengen memberikan perlawanan pada dua lap terakhir, namun Pedrosa justru makin bringas dan membuat Marquez gagal fokus. Meski berbau-bau ngalah, tapi race is the race. Engga ada yang tahu seperti apa jadinya.

Rossi pun berhasil memberikan perjuangan terbaiknya hingga detik akhir. Kredit juga pantas dilayangkan buat Lorenzo yang 100 persen yakin meraih gelar juara!

Nah, jadi gimana mblo? Mau nyerah gitu aja membiarkan saingan kamu menang atau tetap berjuang dan memenangkan hati banyak orang lewat perjuangan kamu? It’s your choices guys!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.