Minggu, 20 September 2020

Genmuda – Anak-anak kuliah jurusan yang berhubungan sama kesehatan, bisnis/menejemen, matematika, ilmu komputer, atau insinyur punya kesempatan dapet gaji lebih besar daripada jurusan lain. Soalnya, bidang-bidang studi itu lagi berperan penting di dunia kerja kekinian.

Lebih kurang, begitu salah satu kesimpulan rapat tahunan Asosiasi Sosiologi Amerika, yang digelar Agustus lalu. Pertemuannya dihadiri pakar sosilogi dari sejumlah universitas beken, seperti Pennsylvania, Princeton, dan Yale.

“Mahasiswa masih punya kesempatan dapat gaji besar meski kuliah di kampus biasa saja asalkan mengambil jurusan yang sedang dibutuhkan industri kerja,” kata Dirk Witteveen dan Paul Attewell yang presentasi di pertemuan itu.

Kepada situs Live Science, Agustus lalu, Witteveen juga bilang kalo, “Lebih baik kuliah di kampus biasa supaya engga stres sama ketatnya kompetisi, dengan catatan jurusan favorit di kampus [biasa] itu emang baik kualitasnya.”

Emang berapa sih gaji alumni jurusan favorit dari kampus bergengsi?

via genmuda.com
Dokter jadi salah satu pekerjaan yang menurut studi punya gaji paling besar. (Sumber: Istimewa)

Penelitian dua pakar itu bilang, lulusan kampus bergengsi bisa dapet penghasilan tahunan sekitar 16 ribu dolar (sekitar 210 juta rupiah) lebih besar daripada yang lain dalam kurun waktu 10 tahun setelah lulus. Banyak amat ya.

Dalam kurun waktu itu, ‘lulusan bergengsi’ setidaknya bisa dapat gaji tahunan 62 ribu dolar AS (sekitar 814 juta rupiah). Bahkan pendapatan tahunannya bisa mencapai 660 juta rupiah dalam kurun waktu 4 tahun jika menekuni kerjaan setelah lulus. Itu artinya, setiap alumni jurusan ‘bergengsi’ dari kampus biasa berkesempatan mendapat gaji segitu banyak. Tapi inget, prestasi begitu cuma bisa diraih sama mereka yang emang kompeten ya.

Terus pekerjaan apa yang paling sedikit gajinya?

via batampos.co.id
Kata penelitiannya, gaji guru tergolong rendah. (Sumber: batampos.co.id)

Sayangnya, mereka yang punya ijazah Pendidikan atau kerja jadi guru/dosen sulit ngeraih pendapatan tahunan segitu besarnya. “Mereka yang jurusannya pendidikan mendapat gaji paling rendah di antara lulusan kedokteran, ilmu komputer, atau manajemen,” kata pakar sosiologi Witteveen, seperti dikutip situs Live Science.

Cara satu-satunya buat nambahin pendapatan tahunannya adalah lewat riset-riset berbayar atau lulus dari kampus bergengsi. Miris sih, tapi ya begitulah fakta yang dibuktiin penelitian dua pakar sosiologi yang lagi ngeraih gelar doktor itu.

Intinya sih, kalo sekarang Kawan Muda ada yang lagi bingung milih kampus, mendingan lebih selektif menyaring jurusan bergengsi di kampus yang biasa-biasa aja. Akan tetapi jika kamu emang ngerasa cukup percaya diri dapat bersaing masuk universitas dan jurusan bergengsi sekaligus engga ada salahnya juga buat dicoba. “Good luck!” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.