Kamis, 24 September 2020
Kekinian

Pekan Frankofoni 2016, Rayain dan Rasain Sendiri Serunya Berbahasa Prancis

Penganugerahan pemenang lomba foto dan mahasiswa aktif di malam penutupan Pekan Frankofoni 2016 di Auditorium IFI Jakarta, Rabu (16/3) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Ngomongin soal Prancis, salah satu hal yang paling identik dari negara tersebut tentu bahasanya. Buat kamu yang terbilang awam, sedikit banyak kamu pun pasti kamu bakal penasaran buat terus dengerin orang yang lagi ngomong bahasa Prancis, walau otak kamu sebenarnya engga mudeng.

Kalau diamati, makin ke sini kayaknya makin banyak aja nih orang yang tertarik buat belajar bahasa Prancis, Kawan Muda. Hal tersebut sejalan dengan fakta bahwa bahasa Prancis merupakan salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan udah dipakai sebagai bahasa pengantar sama 220 juta orang yang tersebar di lima benua di dunia.

Di Indonesia maupun di berbagai negara Asia Tenggara lainnya misalnya, bahasa Prancis udah jadi salah satu mata pelajaran yang bisa kamu temuin di sekolah-sekolah. Di samping itu, bahasa Prancis juga bisa kamu pelajarin di Alliance Française dan berbagai institusi Prancis lainnya.

Nah, dalam rangka ngerayain bahasa Prancis sebagai bahasa pengantar di dunia, muncullah pekan Frankofoni alias ‘Semaine de la Francophonie’. Buat tahun ini, Institut Prancis di Indonesia (IFI) udah ngadain lomba foto dengan tema ‘Avenir, Jeunesse’ (‘Masa Depan, ‘Masa Muda’). Lomba foto itu pun berlangsung sampai tanggal 6 Maret yang lalu dan pemberian hadiah bagi pemenangnya dilaksanain pada malam penutupan Pekan Frankofoni 2016 di Auditorium IFI Jakarta, Rabu (16/3).

Penampilan drama mahasiswa Universitas Indonesia di malam penutupan Pekan Frankofoni 2016 di Auditorium IFI Jakarta, Rabu (16/3) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Penampilan drama mahasiswa Universitas Indonesia di malam penutupan Pekan Frankofoni 2016 di Auditorium IFI Jakarta, Rabu (16/3) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

FYI, acara malam penutupan Pekan Frankofoni 2016 dihadiri sama delegasi dari berbagai kedutaan negara Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, perwakilan sejumlah perusahaan Prancis di Indonesia, serta perwakilan kementerian-kementerian di Indonesia. Hadir pula para mahasiswa program studi Prancis Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah serta para pengajar Lycée Français de Jakarta.

Lantas, apa sih manfaat belajar bahasa Prancis? Well, kalau menurut Atase Kerjasama Linguistik Kedutaan Besar Prancis di Indonesia François Roland-Gosselin, “Kemampuan berbahasa Prancis bagi generasi muda Indonesia akan membawa keunggulan-keunggulan baik di bidang bisnis dan industri maupun di bidang kompetensi lainnya.”

Stefany Claudia, mahasiswa bahasa Prancis UNJ angkatan 2012 peraih penghargaan mahasiswa aktif selama penyelenggaraan Semaine de la Francophonie 2016 (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Stefany Claudia, mahasiswa bahasa Prancis UNJ angkatan 2012 peraih penghargaan mahasiswa aktif selama penyelenggaraan Semaine de la Francophonie 2016 (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sebaliknya, kalau menurut mahasiswa bahasa Prancis UNJ angkatan 2012, Stefany Claudia, yang doi dapetin dari bahasa Prancis adalah seni dan keromantisannya. Walau mahasiswa yang bercita-cita jadi Duta Besar Indonesia untuk negara-negara Frankofoni itu juga ngakuin kalau belajar bahasa Prancis memang engga gampang, hal itu bisa doi atasin dengan “berusaha lebih keras” dan tentunya “cinta sama bahasanya dulu”.

Yang saya dapat dari bahasa Prancis itu, bahasa yang sulit struktur kalimat dan pengucapannya tetapi merupakan bahasa yang romantis. Jadi, bahasa Prancis memang susah, tapi ketika kita mempelajarinya, bahasa Prancis itu indah, bahasa yang sangat romantis untuk kita ucapkan,” jelas Stefany ketika ditemui Genmuda.com usai acara malam penutupan Pekan Frankofoni 2016.

Bukan cuma itu, Stefany, yang kebetulan dapat penghargaan sebagai mahasiswa aktif atas keterlibatannya sebagai Kepala Divisi Humas acara ‘La Semaine Française UNJ dan MC seminar Parlez-Jeunes!’ selama penyelenggaraan Semaine de la Francophonie 2016, nyimpulin kalau belajar bahasa Prancis itu “incroyable” alias luar biasa. “Karena di situ ada cinta dan ada kesulitan, tapi di situ juga ada sebuah keindahan,” ujarnya.

Engga ketinggalan, Stefany pun berharap supaya acara kayak Pekan Frankofoni ke depannya bakal terus diadain. “Semoga acara semacam ini terus dilanjutkan karena memang sangat bermanfaat untuk mahasiswa, terutama pemuda-pemudi Indonesia yang ingin banget belajar bahasa Prancis dan membuka wadah juga bagi kita yang sudah belajar bahasa Prancis untuk mengenal negara-negara Frankofoni lebih dekat,” tandasnya. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer