Minggu, 24 Januari 2021
Tekno

Pameran Produk Baru Vespa dan Piaggio Pindah ke Pondok Indah Mall

genmuda - vespa piaggio 20160727Piaggio Medley (kiri) dan Liberty (kanan) lagi dipamerin waktu Media Gathering PID, Rabu (27/7). (Foto: Genmuda.com 2016 / Charisma Rahmat)

Genmuda – Rangkaian kegiatan peluncuran produk baru grup Piaggio Indonesia (PID) terus berlanjut. Setelah gelar pameran dan launching di Gandaria City sepanjang Mei, produk-produk pabrikan Italia itu kini dipamerin di Pondok Indah Mall (PIM).

Selain produk skuternya, PID juga mamerin koleksi motor gede (moge) Moto Guzzi berbagai seri di pameran yang berlangsung 25-31 Juli 2016 itu. Kalo kamu penasaran, samperin aja deh atriumnya lantai dasarnya PIM II. Awas ngiler plus mupeng ngeliatnya.

Meski begitu, Piaggio Liberty dan Piaggio Medley lah yang jadi fokus utama dalam media gathering di Street Gallery PIM, Rabu (27/7). Kedua motor itu tergolong kelas menengah-atas dan masuk dalam kategori city scooter yang nyaman dengan performa mesin mutakhir.

President Director PID Marco Noto La Diega dengan Vespa Primavera 150cc dan helm asli Vespa berlisensi SNI di Piaggio City, Gandaria City, Jakarta (Sumber: genmuda.com)

Mesin ramah lingkungan

Liberty dan Medley dipasangi mesin berteknologi I-GET (Italian Green Experience Technology) yang ramah lingkungan. Injeksi elektronik udah jelas dipakai di dua skuter anyar itu. Meski mesinnya kembar, dua skuter itu ada bedanya.

Pertama, bodi Medley jauh lebih besar daripada Liberty. Bagasi bawah joknya bisa muat dua helm full face. Karena badannya lebih besar itu pula, Medley butuh mesin berkatup 4 sementara Liberty berkatup 3. Selain itu, aksen aksesoris di Medley lebih terkesan dari carbon sementara aksesoris di Liberty mengunakan chrome.

Kedua skuter 155 cc itu juga punya suspensi empuk, namun tetap mampu menyerap guncangan. Pengemudi skuter ini pun bakal terus ngerasa nyaman meski jalan geronjal-geronjal. Model dan kenyamanannya emang dibuat mirip Piaggio Beverly, flagshipnya Piaggio di Eropa.

Nyaman dikendarai

Kalo kata Yudi Riswanto, Product Training Manager PID, desain dua skuter udah menyesuaikan bodi orang-orang Asia, terutama Indonesia dan Vietnam yang merupakan pasar potensialnya. Jadinya, badan engga terlalu bengkok atau ngedongak kalo lagi ngendarai motornya.

Direktur Sales & Dealer PID, Igor Panjaitan bilang kalo dua skuter itu cocok banget dipakai di dalam kota. Sementara itu, Vespa Sprint dan Vespa Primavera jadi bagian dari gaya hidup konsumennya yang mayoritas anak muda.

Dari spesifikasi (dan harganya), keempat skuter ini boleh dibilang termasuk ke dalam skuter kelas premium, atau paling tidak menengah-atas. Pak Igor Panjaitan bilang, “Kami yakin skuter kelas premium di Indonesia sedang diminati.”

Minat terus meningkat

Ini Moto Guzzi V7 yang jadi bahan pameran di PIM. (Sumber: Moto Guzzi)

Kata Pak Igor, angka penjualan produk grup PID pada semester awal 2016 meningkat sebanyak 16 persen dari semester awal tahun lalu. Sementara itu, angka penjualan ‘motor rakyat’ tahun ini malah berkurang sekitar 6 persen dari tahun lalu.

Bisa dibilang kalo pengguna motor Indonesia makin lama makin menyukai motor jenis skuter premium. Harga murah bukan lagi jadi pilihan. Gaya hidup, kenyamanan, dan performa oke kini lebih menjual. Selain Piaggio dan Vespa, penjualan skuter ‘elit’ macam Nmax (Yamaha) menurut Kompas.com, Rabu (27/7).

Namun, Public Relation PID Robby Gozal bilang kalo grup Piaggio punya segmentasi konsumen tersendiri. “Biarlah PID mengeksplor pasar di segmennya sendiri,” kata Robby negesin pernyataan sebelumnya. Ngomong-ngomong soal selera konsumen, Robby Gozal, Public Relation PID bilang kalo minat publik Indonesia terhadap empat motor grup PID tadi relatif rata.

Namun, doi enggan bilang produk mana yang paling diminati daripada yang lain. Seperti kata Presiden Direktur PID Marco Noto La Diega waktu dikutip Sindonews.com 12 Maret 2015, “Jangan datang dan tanyakan angka-angka. Datanglah ke Piaggio untuk merasakan sensasi berkendara yang ditawarkan grup Piaggio, baik itu Vespa atau Piaggio itu sendiri.” Okesip Pak Marco! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.