Minggu, 27 November 2022
Kekinian

Muslim Fashion Festival Indonesia 2017 Siap Kasih Kamu Referensi Fashion Hijab Paling Kekinian

©Genmuda.com/2017 FannyModel dan desainer saat Konfrensi Pers Muslim Fashion Festival MUFFEST 2017 Rabu (1/3) di Galerry Indonesia Karya, Grand Indonesia, Jakarta. ©Genmuda.com/2017 Fanny

Genmuda – Beberapa tahun belakangan hijab menjadi salah satu bagian fashion yang berkembang pesat di Indonesia. Buktinya menurut Thomson Reuters dalam State of The Global Islamic Economy 2015/2016, Indonesia menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar ke-5 di dunia (senilai 12,69 miliar USD), setelah Turki, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Saudi Arabia. Fakta tersebut tentu mengiurkan bagi produsen busana muslim di mancanegara buat menjadikan Indonesia sebagai pasar sasaran produknya.

Melihat fakta itu bukan berarti para desainer lokal diam begitu aja, Kawan Muda. Oleh sebab itulah acara Muslim Fashion Festival Indonesia (Muffest) 2017 kembali dibuat tahun ini. Di tahun keduanya Muffest mengangkat tema ‘Digitrarian’ dan diselenggarakan pada 6-9 April 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).

Dengan harapan menjadi kiblat fashon muslim dunia, di Muffest 2017 kamu bisa melihat berbagai pameran busana hijab paling kekinian, bahkan ikut berbelanja. Setiap harinya akan ada 5 kali fashion show dengan koleksi busana desainer tanah air.

Dukungan dari Pemerintah

©Genmuda.com/2017 Fanny
Agus Muharaam Seketaris Kementerian Koperasi dan UKM saat Konfrensi Pers Muslim Fashion Festival MUFFEST 2017 Rabu (1/3) di Galerry Indonesia Karya, Grand Indonesia, Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Agus Muharram, Seketaris Kementerian Koperasi & UKM ikut mendukung penuh adanya Muffest 2017. Beliau berharap semoga barang lokal mampu menjadi raja di negerinya sendiri.

“Saya kritisi jargon ‘Aku cinta barang-barang Indonesia’ dengan bilang ‘Cinta engga mesti bersatu’, cinta itu bukan berarti memiliki. Jadi lebih baik membeli dan memiliki, karena orang-orang belum tentu mau mencintai apa lagi memiliki” ucap Agus kepada awak media Rabu (1/3) di Jakarta.

Mantan deputi pemasaran Kementerian Koperasi & UKM itu juga menambahkan supaya anak muda yang dateng ke Muffest 2017 sebaiknya bukan cuma PPD alias Pegang-Pegang Doang.

Tren digitarian

©Genmuda.com/2017 Fanny
Dina Midiani, Trend Forescasting saat Konfrensi Pers Muslim Fashion Festival MUFFEST 2017 Rabu (1/3) di Galerry Indonesia Karya, Grand Indonesia, Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Digitrarian bakal jadi tema yang diangkat sama Muffest tahun ini. Akrabnya generasi millennial dengan media sosial, turut mempengaruhi tren fashion yang lebih berani bebas dalam pengguna warna, ungkap Dina Midiani, Trend Forescasting saat menyangkut pautkan kekinian dengan fashion hijab tahun ini.

Doi menekankan kalo secara garis besar bakal banyak potongan pada baju dengan padu-padan warna yang lebih berani. Dan yang penting kamu tau, dalam tema digitarian, pola pakaian justru engga terlalu penting, selama bisa disesuaikan dengan bentuk tubuh kamu.

Menuju Indonesia Fashion Asia tahun 2018

©Genmuda.com/2017 Fanny
Salah satu koleksi MUFFEST saat Konfrensi Pers Muslim Fashion Festival MUFFEST 2017 Rabu (1/3) di Galerry Indonesia Karya, Grand Indonesia, Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Karena pesatnya kemajuan perindustrian fashion hijab di Indonesia, pemerintah pun optimis untuk mencanangkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim di tingkat Asia pada tahun 2018 dan tingkat dunia pada tahun 2020.

Sejak target tersebut dicetuskan perkembangan industri fashion tanah air meningkat cukup pesat dengan menunjukan kenaikan cukup pesat. Data Kementrian Perdagangan, pada periode 2011-2015 membuktikan nilai ekspor produk busana muslim mencapai 4,57 miliar USD. Per Mei 2016, tercatat telah mencapai 1,7 miliar USD dengan tujuan negara ekspor, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Inggris, Australia, Kanada, Uni Emirat Arab, Belgia, dan China.

Syar’i tetep bisa eksis di fashion hijab

©Genmuda.com/2017 Fanny
Senaz Nasansia, dan Sansa Enandera saat Konfrensi Pers Muslim Fashion Festival MUFFEST 2017 Rabu (1/3) di Galerry Indonesia Karya, Grand Indonesia, Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Kalo banyak yang bilang pakaian hijab syar’i engga bisa eksis di dunia fashion hal ini disanggah sama brand Si.Se.Sa yang ikut meramaikan Muffest 2017 lewat produk baru mereka. FYI, Si, Se. Sa. didirikan oleh tiga saudara kakak beradik Sieriz Tentani, Senaz Nasansia, dan Sansa Enandera yang sudah terjun di dunia fashion sejak tahun 2011.

Usai menjadi pionir tentunya menjadikan Si.Se.Sa punya ciri khas dengan warna-warna pastel. Untuk acara Muffest 2017, Senaz ngaku kalo nakal bawa 30 looks yang didominasi oleh gaya casual serta bermain di warna-warna pastel mengingat Syar’i sendiri emang menghindari warna-warna terang.

“Alhamdulillah karena Syar’i itu engga ada trend setternya jadi kita mengkreasikan sendiri dan untungnya engga ada yang ngejudge kita. Untuk daya desainnya sendiri kita engga bisa contoh tapi lebih melihat warna apa yang lagi ngetren.” ungkap Senaz. So, kalo udah engga sabaran langsung aja dateng ke Muffest 2017. “See you there!” (sds)

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela