Selasa, 27 Oktober 2020

Genmuda – Smartwatch memang belum begitu digandrungi di Indonesia, pangsa pasarnya pun memang masih terbilang hanya untuk kalangan menengah ke atas, tapi hal itu engga nurunin keinginan Motorola untuk ngeluarin smartwatch terbaru mereka di Indonesia. Apakah Moto 360 2nd Generation adalah smartwatch yang cocok untuk kamu? Let’s find out!

Unit yang Genmuda.com review adalah versi kecil dengan ukuran 42 mm. Buat kamu yang pengen ukuran lebih besar, Motorola menyediakan varian berukuran 46 mm. Bahkan kamu juga bisa buat desain jam sesuai dengan keinginan kamu melalui website Moto Maker mereka. Sayangnya fitur yang satu ini belum bisa kamu cobain di Indonesia karena hanya terbatas di beberapa negara saja.

Unboxing

Box Moto 360 (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)
Box Moto 360 (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)

Packaging Moto 360 (2nd Gen) terbilang cukup besar untuk device yang berukuran 42 mm ini. Selain smartwatch Moto 360 (2nd Gen), di dalamnya kamu bisa temuin Charging Dock, Wall Charger, Buku panduan dan garansi.

Smartwatch ini udah mendukung Wireless Charging, jadi kamu engga perlu repot-repot cari colokan lagi buat ngecas, tinggal taruh di Charging Dock yang udah disediain dan voila! batrenya pun langsung terisi.

Design

Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)
Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)

Bisa dibilang desain Moto 360 (2nd Gen) ini adalah penyempurnaan dari pendahulunya, yaitu Moto 360 (2014). Desain yang berbentuk lingkaran emang terbilang nyaman di pergelangan tangan dan cocok untuk jadi pengganti jam tangan “kurang pintar” yang biasanya kamu pake. Satu-satunya tombol yang bisa kamu teken terdapat di kanan atas, posisinya pas dan mudah untuk kamu teken.

Moto 360 (2nd Gen) memiliki layar 1,37 inci dengan bentang layar 360 x 325 pixels (263 ppi) yang dilapisi dengan Gorilla Glass 3. Sangat disayangkan layar yang dipake adalah IPS LCD, padahal kalau menggunakan LED, tentu kontras yang didapat bakal lebih tinggi dan hasilnya warna hitam akan keliatan lebih pekat, tentunya bisa lebih hemat energi juga. Untungnya tingkat kecerahan layarnya sangat tinggi, jadi cocok untuk dipake di luar ruangan.

Ngomong-ngomong soal ketahanan nih, smartwatch satu ini udah anti air dan debu loh dengan sertifikasi IP67. Dengan kata lain, kamu bisa main air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Tapi kalau strap yang kamu pake berbahan kulit, mending kamu urungin dulu niat kamu untuk main air, kasihan kulitnya.

Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)
Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)

Smartwatch ini terbilang cukup tebal dengan ketebalan 11,4 mm, tapi pas dipake, ternyata cukup nyaman dan engga bikin risih di tangan. Kulit strap Horween Leather yang dikasih juga lembut dan nyaman dipake walaupun sampe seharian.

Satu hal yang paling menyebalkan dari desain Moto 360 (2nd Gen) ini adalah adanya garis hitam atau biasa disebut dengan istilah “flat tire”, desain ini memungkinkan bezel menjadi tipis karena posisi ambient light sensor bisa diletakkan di bawah layar.  Selain merusak tampilan watch face favorit kamu (apalagi kalo kamu pake tampilan dengan warna cerah), ternyata kinerja sensornya sendiri masih belum terasa maksimal karena masih lambatnya sensor beradaptasi dengan cahaya sekitar.

Hardware

KARTU SIM
Dimensi 42 x 42 x 11,4 mm
Layar IPS LCD capacitive touchscreen, 1,37 inci 360 x 325 pixels (~263 ppi pixel density) + Corning Gorilla Glass 3
Memori 4 GB
Ram 512 MB
Konektivitas Wi-Fi 802.11 b/g dan Bluetooth v4.0 LE
Sistem Operasi Android Wear OS, v6.0.1 (Marshmallow)
Processor / Chipset Qualcomm MSM8926 Snapdragon 400, Quad-core 1,2 GHz Cortex-A7, Adreno 305
Kapasitas Baterai Non-removable Li-Ion 300 mAh battery

Di bagian hardware, Moto 360 (2nd Gen) tampak percaya diri dengan nyematin prosesor Snapdragon 400 Quad-core 1,2 GHz , GPU Adreno 305 dan RAM 512 MB. Meskipun spesifikasi ini keliatannya biasa aja, tapi jangan khawatir gaes, karena Moto 360 yang baru ini engga bakal ngecewain kamu dalam hal performa. Navigasi ke tiap notifikasi dan menu terasa lancar, baik melalui layar sentuh maupun gestur.

Berbicara soal gadget kecil, tentu kita engga bisa ngarepin kapasitas batre yang gede. Untuk unit yang Genmuda.com review, hanya memiliki kapasitas 300 mAh. Tapi seengganya kamu engga harus ngecas lama untuk mencapai daya 100 %, cukup satu setengah jam aja.

UX (User Experience)

Software yang dipake adalah Android Wear, dengan cara pengoperasian yang cukup mudah dan simpel. Secara umum kamu cukup geser ke menu dan notifikasi yang didapat dari ponsel kamu. Notifikasi yang masuk pun terbilang cukup cepat, hanya butuh sepersekian detik nerusin dari ponsel kamu ke smartwatch ini. Selain input dari layar sentuh, kamu juga bisa pake gestur yang bisa kamu pelajari dari tutorial di menu pengaturan.

Selain itu kamu juga bisa pake perintah suara untuk ngelakuin hal-hal tertentu. Misalnya untuk buat reminder, nelfon orang atau bales chat, bahkan untuk ngecek detak jantung. Tapi sayangnya engga segampang itu gaes, beberapa kali Moto 360 (2nd Gen) ini gagal jalanin perintah, meskipun di tempat yang engga begitu berisik. Apalagi kalau kamu lagi di dalam kereta yang penuh dengan orang dan suara super berisik. Seringkali harapan satu-satunya adalah langsung ngomong di dekat lobang mikrofon, yaitu di kiri bawah smartwatch ini.

Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)
Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)

Sensor detak jantung yang terdapat di bagian bawah juga bisa diandalkan untuk selalu tracking kegiatan kamu sehari-hari. Mulai dari langkah kaki hingga detak jantung. Kamu tinggal pilih aplikasi mana yang paling cocok untuk kamu, beberapa aplikasi yang bisa kamu cobain adalah Moto Body dan Google Fit. Selain kamu bisa makin tampil gaya pas kamu lagi olahraga, kamu juga bisa memonitor tubuh kamu secara langsung, tentu hal ini bakal bikin kamu semakin semangat untuk tetap jaga kesehatan tubuh.

Untuk baterainya sendiri, Moto 360 mampu bertahan selama dua hari. Jadi kamu engga perlu takut harus selalu bawa-bawa charger tiap hari. Kalaupun kamu pengen ngecas, kamu bisa pake charger wireless manapun dengan standar Qi Wireless Charging.

Wrap-Up

Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)
Motorola Moto 360 2nd Generation (foto:Genmuda.com/Sari Muda 2016)

Pros

+ Desain produk yang premium

+ Strap gampang untuk diganti

+ Mendukung Wireless Charging

Cons

– Mikrofon yang kurang responsif

– Garis hitam atau flat tire

– Harga yang kurang bersahabat

Bisa dibilang produk satu ini memang untuk kelas premium, karena banyak banget pilihan material yang berkualitas dan juga harganya yang terbilang tinggi, mulai dari empat jutaan dan bisa terus meningkat sesuai dengan material yang digunakan. Secara keseluruhan, Moto 360 (2nd Gen) ini layak untuk kamu miliki apabila kamu ngerasa smartwatch adalah gadget yang benar-benar kamu butuhin untuk tetap tampil trendy dan selalu up to date dengan segala kesibukan yang kamu hadapi tiap hari.

Comments

comments

Sari Muda
Tech Enthusiast