Rabu, 23 Juni 2021

Genmuda – Sejuknya lereng Bromo dibikin makin adem berkat suara merdu Monita Tahalea. Bareng Gerald Situmorang (gitar), Joseph Sitompul (kibor), Jessie Mates (drum), dan Indra Perkasa (contra bass), mereka menyihir para “Jamaah Al-Jazzy-ah,” Jumat malam (18/8).

Monita tampil gaya dengan jaket merah yang keliatan jadi mirip kimono, sarung tangan hitam, dan pakai topi pada penampilan akhir. Cewek yang lagi promoin album “Dandelion” ini tampil sempurna.

Penampilannya dimulai dengan bawain aransemen ngejazz lagu “Tanah Airku Indonesia.” Monita bilang, suasana malam itu masih terasa sangat HUT RI ke 72, terlebih karena doi tiba sejak tanggal 17 Agustus. Maka, lagu nasional lah yang pertama kali dibawain.

Dalam semangat itu pula, mereka ngebawain lagu karya Joseph Sitompul yang berjudul “Indonesia.” Ada juga lagu “Hai,” “Bisu,” dan “Perahu.” Gak cuma nyanyi, Monita juga menyampaikan beberapa pesan penting terkait Hari Kemerdekaan.

©Genmuda.com/2017 TIM
Suara merdu Monita menyihir para pengunjung Jazz Gunung 2017 ©Genmuda.com/2017 TIM

“Aku percaya kita semua berada dalam satu perahu, yaitu perahu Indonesia. Jadi, kita harus bekerjasama supaya perahu ini terus melaju,” tutur Monita.

Tapi, doi gak ngomong itu dengan gaya serius. Monita tetaplah Monita yang imut dan lembut tapi kata-katanya nendang.

Pada lagu “Bisu,” cewek yang biasa tampil kalem ini seperti kerasukan. Doi beraksi panggung jejingkrakan kayak lagi nampil di festival musik pop. “Itu efek lagunya. Lagu itu nyeritain tentang kebisuan seseorang yang memendam perasaannya. Sisi lain aku yang selama ini aku pendam pun akhirnya keluar di atas panggung,” kata doi.

©Genmuda.com/2017 TIM
Gerald Situmorang saat tampil di Jazz Gunung 2017 ©Genmuda.com/2017 TIM

Sementara itu, Gerald Situmorang tetaplah si Abang Gesit nan Lincah. Meski doi gak sampai stage dive atau salto di atas panggung, doi tetep ekspresif mainin gitar di atas tempat duduknya tanpa ada salah pencet nada.

Pujian dari musisi senior

©Genmuda.com/2017 TIM
Vokalis Surabaya All Star ©Genmuda.com/2017 TIM

Kalo kata para musisi jazz senior dari Surabaya All Star yang tampil pertama, Monita dan tim musisinya tuh contoh regenerasi musisi jazz tanah air. “Bahkan, banyak anak-anak muda yang saya rasa sudah menampilkan permainan jazz kelas internasional,” tutur FX Boy, personil Surabaya All Star.

Oom Tri Wijayanto yang merupakan gitaris grup Surabaya All Star bilang kalo bakat-bakat itu gak terpusat di kota besar. “Justru sebaliknya, kan. Musisi-musisi berbakat yang akhirnya besar di Jakarta kan kebanyakan berasal dari daerah. Saya yakin jumlahnya sampai 60 persen,” tutur Oom Tri.

Pujian terhadap musisi muda Indonesia juga dateng dari Idang Rasjidi yang bilang kalo musisi muda Indonesia tuh bukan cuma jago nyajiin musik, tapi lebih dari itu. Kayak Monita dan Gerald Situmorang aja kan yang bikin lagu sendiri, memproduseri sendiri, dan promoin karyanya sendiri. Macam One Man Army aja.

Selain itu, Monita bilang kalo doi gak cuma hadir sebahai penyanyi di Jazz Gunung tahun ini. Doi juga ngajakin peserta untuk bersih-bersih Gunung Bromo bareng organisasi Sahabat Bromo.

“Aku yakin banget Gunung Bromo pasti ramai dikunjungi, apalagi di hari-hari libur seperti ini. Pemandangan dan pengalaman yang Bromo sajikan memang indah. Kalau kita suka tempat wisatanya, ada baiknya kita melestarikannya supaya tetap bisa kita nikmati,” tutur Monita.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.