Jum'at, 10 Juli 2020

Genmuda – Remaja asal Amerika Serikat, Erik Finman, dikenal sebagai miliarder di usianya yang baru 18 tahun setelah berinvetasi membeli bitcoin sejak usia 12 tahun. Dengan modal uang 1.000 dollar AS dari pemberian neneknya, kini kekayaan Finman diperkirakan mencapai 3 juta dollar AS.

Setelah mendapatkan predikat miliarder di usai muda, Finman menginvestasikan kekayaannya pada bisnis start-up. Beberapa tahun belakangan doi juga berkolaborasi dengan NASA dalam menciptakan kostum dari musuh Spider-Man, Dr. Octopus.

Tujuannya mulia

via: Youtube
(Sumber: Youtube/whaamfx)

Biarpun banyak orang menduga ide itu dianggap cuma buang-buang uang dan gak ada faedahnya, tapi kostum itu ternyata segaja dibuat untuk membantu penderita sindrom hipermobilitas. Penyakit itu menimbulkan kelelahan dan rasa sakit saat sendi digerakan.

Dilansir dari MedicineNet, penyakit ini terletak dalam jaringan ikat, sehingga menghasilkan efek pada sendi dan kulit, mengebabkan gejala yang melemahkan. Walau tergolong penyakit langka, penderita sindrom hipermobilitas dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dan dibarengi dengan latihan fisik.

Aristou Meehan adalah anak dari salah satu mentor Finman yang menderita sindrom tersebut. Meehan percaya bahwa suatu hari pekerjaannya akan jauh lebih mudah jika memiliki kostum Dr. Octupus. Mendengar hal tersebut, doi langsung ingin merealisasikan ide bocah berusia 10 tahun itu.

“Dia [Meehan] datang dengan ide ini, saya pikir itu ide yang cerdas dan manis. Bagi saya, akan sangat bagus jika ada seseorang yang menolong saya di usia sepertinya. Saya merasa seperti keluarga yang memberikan semangat dengan banyak cara.” kata Finman saat diwawancarai oleh Digital Trends.

Langsung dibuat dalam waktu singkat

Sang miliarder muda langsung mengumpulkan ‘tim insinyur’ untuk membuat lengan Dr. Octopus sesuai dengan versi komik. Mereka membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencetak desain lengan buatan yang dirancang sendiri oleh Meehan.

Untuk menggerakan keempat lengan fleksibel tersebut ditanamkan kendali lewat mirkokontroler di bagian belang dan ditenangai oleh delapan servo-motors. Motornya didukung oleh baterai Lithium yang relatif kecil, sehingga berat keseluruhan kostum ini mencapai 5,6 kg sehingga anak berusia 10 tahun pun gak bakal kesusahan.

Saat ini prototipe kostum mahal itu emang baru bisa menganggat benda-benda yang ringan. Namun Jutawan bitcoin itu percaya dengan penyempurnaan dan modifikasi, kostum ciptaannya bakal lebih berguna bagi industri konstruksi atau medis. Ntap!

Berikut tampilan kostum Dr. Octopusnya:

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.