Senin, 26 Oktober 2020
Hiburan

Keseruan Pembukaan FSAI 2017 Bersama 6 Nominasi Academy Award ‘Lion’ dan Finalis Film Pendek FSAI!

via: Kedutaan Besar AustraliaSaroo Brierley dalam konfrensi pers pembukaan Festival Sinema Australia Indonesia Kamis (26/1) di XXI Senayan City, Jakarta (Sumber: dok.Kedutaan Besar Australia)

Gwnmuda – “Lion” menjadi pembuka Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) Kamis (26/1) di XXI Senyan City, Jakarta. Film yang berdasarkan kisah nyata Saroo Brierly ini menceritakan kisah 25 tahun lalu saat seorang anak keturunan India yang diadopsi oleh warga Australia dan berusaha menemukan Ibu kandungnya lewat Google Earth.

Sebelumnya Sharoo menceritakan kisah hidupnya pada sebuah buku yaitu “A Long Way Home” yang akhirnya di adaptasi menjadi Film “Lion.” Film ini sukses memberikan kesan haru pada semua awak media yang hadir, terlebih lagi saat Saroo menceritakan secara langsung.

“Walau semua orang berkata, syukuri saja hidupmu yang sekarang. Saya tetap berusaha ingin memberi tau keluarga saya bahwa saya masih hidup dan saya baik-baik saja. Dengan ingatan yang sangat minim tentang latar belakang saya, saya tetap berjuang untuk mencari keluarga saya walau itu hampir tidak mungkin” ungkap Saroo.

“Lion” mungkin jadi satu film di antara film lainnya di FSAI 2017, seperti “Girl Asleep,” “Looking for Grace,” “Spear,” “Satellite Boy,” dan “The Rayens.” Atau sejumlah film karya anak bangsa kayak, “Following Diana,” “What They Don’t Talk About When They Talk About Love,” “Sokola Rimba” dan 6 film pendek dari finalis FSAI 2017.

Well, sebenernya engga cuma itu aja yang bisa kamu dapetin kalo dateng ke FSAI 2017. Berikut beberapa keseruan yang bisa Gemuda.com bagikan untuk Kawan Muda:

Kisah cinta seorang wanita modern dari Nadya Ratu

Nadya Ratu dalam konfrensi pers pembukaan Festival Sinema Australia Indonesia Kamis (26/1) di XXI Senayan City, Jakarta @Genmuda.com/2017 Fanny

Di jaman modern seperti sekarang, Kawan Muda sangat dimudahkan dengan adanya teknologi. Bahkan untuk urusan cinta sekalipun kamu sudah dimanjakan dengan adanya aplikasi datting. Berangkat dari situ Nadya Ratu sang sutradara bilang ke Genmuda.com, “Cinta yang mudah kamu dapatkan mudah juga perginya.” Cerita ini bahkan berdasarkan pengalaman pribadi Nadya yang emang pernah merasakan cinta lewat aplikasi dating.

Doi juga nambahin kalo dirinya engga nyangka banget bisa masuk nominasi dan pengen banget menang agar bisa ke Melbourne International Film Festival dan belajar banyak hal dari sana. Doi juga nyeruin ke anak muda lainnya buat nonton filmnya hari Jumat (27/1). “Jangan lupa nonton film aku hari ini ‘It’s a match’.”

Apa kriteria pemenang film pendek FSAI 2017

Kamila Andini dalam konfrensi pers pembukaan Festival Sinema Australia Indonesia Kamis (26/1) di XXI Senayan City, Jakarta (Sumber: dok.Kedutaan Besar Australia)

Satu-satunya juri dari Indonesia yakni Kamila Andini bilang kalo doi seneng banget bisa menjadi juri untuk kompetisi film pendek FSAI 2017. Terlebih lagi, cewek satu ini dulu pernah menjadi volunteer di Melbourne Internationall Film Festival. Buat penjuriannya Dini punya kriterian tersendiri, Tapi… ada tapinya nih gaes.

“Karena saya, menjuri bersama dua orang lainnya, kriteria saya bisa melebur bersama kriteria juri lainnya. Tapi dalam hal ini saya satu-satunya film maker Indonesia yang ada dipenjurian, jadi kriteria pemenang menurut saya adalah yang paling punya koneksi dengan Indonesia, tetapi bukan berarti paling Indonesia. Ceritanya relevan dan kena sama saya yang orang Indonesia. Lalu yang kedua adalah gagasan dan estetikanya.” ungkap Dini.

 Kisah nyata yang berhasil mendapatkan 6 nominasi Academy Awards 2017

Saroo Brierley dalam pers pembukaan Festival Sinema Australia Indonesia Kamis (26/1) di XXI Senayan City, Jakarta @Genmuda.com/2017 Fanny

Film “Lion” berhasil masuk dalam 6 nominasi di Academy Awards 2017, yaitu film terbaik, aktor pendukung terbaik (Dev Patel). Aktris Pendukung terbaik (Nicole Kidman), Sinematografi terbaik (Greig Frastes), Musik latar terbaik ( Dustin dan Hauschka), dan Skenario adaptasi terbaik (Luke Devis).

Ditanya soal kisah hidupnya yang ngedapetin banyak nominasi Sharoo bilang ke awak media bahwa pencapaian tersebut sungguh luar biasa. “Saya pikir itu hebat sekali. Saya tidak tahu banyak tentang Golden Globes dan Oscar, tapi film ini menyentuh dari banyak aspek.” selain sinematografinya, Saroo juga memuji akting Dev Patel yang berhasil memerankan dirinya di film tersebut.

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela