Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Selama minggu ketiga Juni, media sosial ramai banget sama perdebatan soal Gaj Ahmada. Beliau adalah maha patih Kerajaan Majapahit yang bersumpah gak bakalan makan buah Palapa sebelum meng-conquer NusantaraLOH? Namanya, kan Gadjah Mada. Bukan Gaj Ahmada.

Betul. Kamu yang membaca buku Pelajaran Sejarah dari SD-SMA, berjilid-jilid buku Sejarah Nasional Indonesia, atau mungkin membaca naskah Jawa Kuno taunya beliau bernama Gadjah Mada.

Jadi, kenapa sekarang namanya berubah jadi Gaj Ahmada?

via giphy.com

Jawabannya bukanlah karena memisah nama orang adalah tren masa dulu, ataupun masa kini. Nama penulis artikel ini pun gak pernah dan gak akan berubah jadi Karis Marah Mat kecuali udah proses tumpengan dan ngurus administrasi yang super repot di kelurahan.

Lalu, nama Gadjah Mada bisa berubah jadi Gaj Ahmada karena tulisan singkat di artikel “MELURUSKAN SEJARAH!!!” yang viral setelah rilis 14 Juni lalu. Kalo konten di artikel itu benar, berarti UGM harus mengganti namanya jadi UGA. Leh uga, lu.

Pada intinya, artikel itu bilang kalo Sang Maha Patih yang selama ini kita kenal sebagai sosok penting dari sebuah kerajaan Hindu-Budha adalah seorang Muslim. Nama aslinya adalah Gaj Ahmada. Warga Jawa Kuno yang gak bisa mengeja namanya akhirnya salah tulis jadi Gadjah Mada. What the hell.

Sumbernya dari mana, deh?

via giphy.com

Artikel itu bersumber dari sebuah penelitian yang diterbitin salah satu lembaga organisasi keagamaan di Yogyakarta. Setelah ditelisik, penelitian itu dikerjain sama Herman Sinung Janutama dan ternyata udah dibukukan sekitar 2010 dengan judul “Majapahit, Kerajaan Islam: Fakta Mengejutkan.”

Saking mengejutkannya, banyak pihak berusaha ngasih koreksi atas hal yang Genmuda.com bilang sebagai kesalahpahaman itu. Situs BBC.com dengan ramahnya mengusulkan supaya penganut “teori Gaj Ahmada” dan “teori Gadjah Mada” saling berdiskusi, layaknya yang dilakukan akademisi ketika berselisih paham.

Sementara itu, Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) ngasih penjelasan lengkap melalui postingan di FB-nya. Penjelasannya bisa kamu liat di akhir tulisan ini. Sekarang, lanjut baca dulu.

via giphy.com

Berita kekinian di Vice.com lebih ngehek tegas lagi menolak “teori Gaj Ahmada.” Situsnya malah berani bilang kalo informasi itu adalah hoax absurd dan “cocoklogi.” Apa itu cocoklogi? Itu adalah sebuah kegiatan mencocok-cocokkan satu data dengan data lain tanpa adanya dasar ilmu pengetahuan yang pakem.

Contohnya, gini. Di Majapahit, ditemukan koin dengan tulisan “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah” dalam bahasa Arab. Sontak, artikelnya bilang kalo bukti koin itu menandakan Majapahit bukanlah kerajaan Hindu-Buddha, melainkan Kesultanan Islam.

Kalau begitu adanya, Genmuda.com juga punya cocoklogi. Di media sosial, ditemukan foto kamu bersama cewek/cowok lain yang bukan pacar kamu. Berarti, kamu selingkuh! SELINGKUH! Eh? Kalo itu benar ya?

Udah gitu aja. Jangan serius-serius banget. Sebentar lagi Hari Raya. Mending nabung buat beli baju baru dan jadi manusia yang lebih menarik. Seperti yang dijanjiin, nih penjelasan teori “Gadjah Mada” (bukan Gaj Ahmada) seperti yang dipikirkan Lesbumi NU.

Viral "Gaj Ahmada" Hoax SejarahBelakangan ini cukup banyak repost dan viral sebuah tulisan dengan judul MELURUSKAN…

Dikirim oleh Lesbumi PBNU pada 14 Juni 2017

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.