Senin, 8 Maret 2021

Genmuda – Kebakaran hutan sempat terjadi pada awal bulan Januari kemarin di wilayah utara Tasmanian, Australia. Tasmania utara yang merupakan kawasan warisan dunia negara Australia tersebut terbakar karena cuaca ekstrim dan sambaran petir. Katanya suhunya sampe 41 derajat celcius loh, Kawan Muda. Bayangin.

(Foto: Dan Broun – Wilderness Photographer)

Menghadapi peristiwa ini, seorang fotografer asal Hobart, Australia, bernama Dan Broun langsung ambil langkah cepat dan menjelajahi Central Plateau Conservation, wilayah yang mejadi korban keganasan api sepekan lalu. Dia nyoba ngabadiin bekas peristiwa tersebut dengan sangat terburu-buru karena cuaca yang masih ekstrim, termasuk badai dan petir yang masih menyambar.

Pencil Pines yang udah berumur ribuan tahun

Kebakaran yang terjadi melahap lahan seluas 18.000 hektar, termasuk wilayah yang dijadikan cagar budaya, seperti hutan pohon pinus (unique pencil pines) yang udah berumur ribuan tahun juga wilayah yang menjadi habibat para kanguru. ‘Satu-satunya kata yang bisa menggambarkan itu adalah seperti hari kiamat, serius, bumi benar-benar hangus,’ ucap Broun, dilansir dari Mashable Australia. ‘Kerusakan dimana-mana, bau asap yang menyengat,’ lanjut Broun.

‘Masalah terbesar saya adalah bahwa saya sedang berada di wilayah yang dilestarikan yang butuh ribuan tahun lagi untuk regenerasi.

Seekor Kanguru yang setengah badannya terbakar
(Foto: Dan Broun – Wilderness Photographer)

Broun juga nambahin, ini pertama kalinya doi menelusuri wilayah paska kebakaran. Ngelewatin pegunungan yang udah hangus, berada disekitar benda hangus, dan ngeliat dengan mata kepala sendiri sebuah keganasan sejati dari kekuatan alam. Doi tambah sedih karena peristiwa ini terjadi ditempat dimana doi dibesarkan. ‘Sangat menjengkelkan, karena saya memiliki afinitas yang besar dengan wilayah itu,’ kata Broun mengenai kebakaran Tasmania.

(Foto: Dan Broun – Wilderness Photographer)
(Foto: Dan Broun – Wilderness Photographer)

Akibat kebakaran luas di 40 titik berbeda, ribuan orang terlantar dan sedikitnya ratusan bangunan hangus dilahap si jago merah. Sampe saat ini, kebakaran diduga karena cuaca ekstrim dan sambaran petir yang menghasilkan nyala api.

Keindahan daerah Tasmania sejenak bisa ngebuat kira ngerasa berada di surga. Dalam kurun waktu sebulan, bahkan beberapa hari setelah kebakaran merambat, semuanya berubah seperti neraka. Hutan dan alam yang kita jaga dilahap sendiri oleh sang alam. Ribuan manusia dan ekosistem yang udah tercipta, dibuat kelimpungan menghadapi keganasannya.

Kita engga bisa berkehendak apa-apa lagi kalo alam udah bertindak. Setuju Kawan Muda? Putar kembali ingatan ke tragedi tsunami yang menimpa Aceh atau kabut asap yang menyelubungi Riau, kita sebagai manusia menjadi korban seutuhnya. Alangkah baiknya mulai sekarang kita lebih menambah kesadaran kita buat ngelestariin alam. Kita sebagai makhluk hidup yang hanya berdiri di atas mereka, sang alam.

https://www.youtube.com/watch?v=4V8jLhdCxcs

(sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis