Jum'at, 24 September 2021

Genmuda – Di Indonesia, sejumlah pihak ngerasa kalo nyumbang uang mentah ke orang kurang mampu itu engga bermanfaat dan mendidik. Engga usah jauh-jauh, Kawan Muda pasti masih inget dong sama program BLT (Bantuan Langsung Tunai) di era Pak SBY. Banyak yang menilai cara seperti itu bikin orang-orang tambah males.

Namun Presiden ke-6 RI itu bilang kalo program itu bisa menaikan daya beli masyarakat. Nah, ternyata perkataan Pak SBY itu sama persis seperti peneliti ekonomi di Universitas Oxford. Penelitian Johannes Haushofer dan Jeremy Shapiro yang terbit 19 Juli 2016 bilang kalo ‘uang mentah’ yang diberikan kepada warga kurang mampu terbukti nambahin daya beli mereka dan emang dipergunakan buat kebutuhan primer, bukan hanya keinginan belaka.

Sebaliknya mereka yang menerima sumbangan uang mentah justru tetap punya semangat kerja, bukannya males-malesan dan berpangku tangan nunggu sumbangan berikutnya. FYI, penelitian ini dilakukan di Kenya buat meneliti program yang dibuat LSM Give Directly.

LSM tersebut merupakan crowd-funder (pengumpul dana) yang nerima sumbangan dari orang-orang di seluruh dunia loh. Meski tetap dikritik oleh banyak pihak, mereka tetap yakin kalo ngasih uang mentah beneran bisa bantu orang keluar dari kemiskinannya.

Tergantung cara ngasihnya

Ini keluarga yang menerima manfaatnya. (Sumber: Tech Insider)

Meski begitu, keberhasilan program sumbang-menyumbang tetap perlu pengawasan. Penelitian Haushofer dan Shapiro nyimpulin kalo uangnya dibagikan perbulan, maka warga bakal menggunakannya buat memenuhi kebutuhan pokok sandang dan pangan.

Sementara itu, kalo uangnya diberikan sekaligus, warga bakal menggunakannya buat memenuhi kebutuhan yang lebih besar, seperti kredit rumah. *niat. Situs Tech Insider pada 25 Juli 2016 mengatakan kalo program itu efeknya sama dengan meratakan pendapatan semua penduduk jadi sebesar gaji minimum.

Riset ekonomi lain juga menyimpulkan kalo penerima sumbangan juga ngerasa lebih bahagia, optimis, dan jarang stres. Dampaknya pun tapi cuma sebentar, tapi berkesinambungan. Sebagian bahkan gunain uangnya buat modal usaha.

Arus uang

Seorang petani Kenya gunain uang sumbangan Give Directly buat beli generator dan pompa air buat irigasi kebunnya. (Sumber: thelifeyoucansave.org)

Engga menutup kemungkinan jika uang yang masuk ke kantong penduduk pria bisa menjadi aset, misalnya aja buka warung, benerin rumah, atau investasi. Sedangkan, kalo uang yang diterima penduduk perempuan bisa dipakai untuk merawat anak dan biaya pendidikan.

Simpelnya, penelitian itu seolah matahin prasangka buruk jika orang kurang mampu bakal gunain uang pemberian buat hal negatif macam judi atau alkohol. Tentunya ini kabar baik karena seseorang masih bisa hidup sederhana dan berpikir logis ketika dapat rejeki nomplok. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.