Rabu, 12 Agustus 2020

Genmuda – Kontak mata ketika ngobrol dengan orang lain dianggap bahasa tubuh paling penting dan wajib diterapin biar keliatan pede. Entah mau persentasi di depan dosen, diwawancara sama HRD, sampe ngobrol sama gebetan, kontak mata diperluin banget buat memperbaiki pencitraan diri seseorang.

Tapi, kamu pasti pernah ngerasain gak sih, tiba-tiba mendadak malu atau takut saat harus kontak mata dengan lawan bicara. Apalagi lawan bicaranya orang yang kita seganin atau malah kita cintai. *CIELAH.:)

Jujur deh, mayoritas dari kita pasti pernah ngerasa salting (baca: salah tingkah) saat harus ada kontak mata saat ngobrol dengan orang lain. Dan menurut para peneliti, hal itu dianggap wajar dan biasa dijelasin secara ilmiah, bukan cara mistis atau sejenisnya.

Dilansir dari Science Alert, menurut penelitian dari Universitas Kyoto di Jepang tahun 2016, hal yang bikin kita salting saat kontak mata sebenernya bukan karena lagi gugup atau tegang, melainkan karena otak kita gak bisa melakukan dua hal secara berbarengan.

Saat kamu lagi salting, sebenernya otak sedang melakukan dua hal, pertama menatap lawan bicara kamu dan kedua mikirin kata-kata yang tepat untuk diobrolin. Keduanya ini merupakan hal yang sulit dilakuin bersamaan. Akibatnya kita jadi bingung harus ngapain.

via: Tumblr
©GDH/2016

Buat membuktikan kebenarannya para peneliti mengajak 26 peserta untuk saling berkomunikasi secara online. Selanjutnya, saat mereka disuruh saling kontak mata saat ngobrol, ternyata hal tersebut malah jadi susah.

Semakin lama mereka saling kontak mata satu sama lain, maka semakin susah juga obrolan mereka berlanjut. Dari situ para peneliti berasumsi bahwa hal tersebut membuat otak harus menangani banyak informasi dalam waktu bersamaan.

“Meskipun kontak mata dan bahasa verbal tidak saling mempengaruhi, namun banyak orang menghindari kontak mata dengan lawan bicara selama berbicara,” kata peneliti dari Universitas Kyoto.

Meski hipotesa mereka belum terlalu kuat karena sampelnya terlalu sedikit, namun ada pula penelitian dari psikolog Italia, Giovanni Caputo pada tahun 2015 yang mengatakan bahwa setiap menatap mata orang lain selama 10 menit ternyata bisa menginduksi kesadaran. Pada percobaan Caputo, para partisipan justru mengalami halusinasi setelah 10 menit menatap lawan bicara mereka.

Bukan sihir, tapi ini medis kok!

via: giphy

Secara medis halusinasi tersebut terjadi karena ‘adaptasi saraf’ dimana otak kita akan mengubah respon terhadap stimulis secara bertahap. Sebagai contohnya, ketika tangan kamu diletakan di atas meja, kamu bisa langsung ngerasain sentuhannya, tapi rasa sentuhan itu bakal berkurang seiring berjalannya waktu.

Para partisipan yang mikirin kata-kata sambil kontak mata pun kemungkinan sedang mengalami hal seperti ‘adaptasi saraf’ itu. Akan tetapi guna mengetahui lebih lanjut, para peneliti dari Universitas Kyoto lagi mendalami kaitan antak komunikasi lisan dengan non lisan saat ada kontak mata.

Jadi, untuk saat ini kalo ada orang yang malu-malu natap mata kamu saat bicara, belum tentu dia itu salting, enggak tertarik, atau malah gak sopan. Bisa jadi mereka cuma punya kelebihan sistem kognitif di otak.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.