Minggu, 12 Juli 2020

Genmuda – Baru-baru ini, dunia fashion dikagetin sama foto yang diposting sama Cara Delevingne di acara Met Gala 2017. Belum lama doi potong rambut panjangnya jadi sebahu, kali ini doi pangkas habis rambutnya sampe botak! Meskipun doi model internasional, tapi Cara sama sekali gak malu dan malah posting foto lagi di Instagramnya.

Aksi potong rambut Cara ini adalah bentuk dari kekesalannya sama orang-orang yang memandang kalo rambut panjang adalah standar kecantikan yang mesti dicapai setiap cewek.

“Melelahkan untuk mengungkapkan cantik itu seperti apa. Saya capek melihat masyarakat mendefinisikan cantik untuk kamu (cewek). Lepaskan pakain, hapus makeup, potong rambut. Buang semua barang yang ada. Siapa kita? Bagaimana kita mendefiniskan kecantikan? Apa yang kita liat secantik itu?” begitu tulis Cara.

Standar kecantikan di setiap negara pun beda-beda, dan di tempat doi tinggal, cewek kulit putih dan berambut panjang masih jadi stereotip dari definisi cantik. Terus gimana sih bedanya standar cewek cantik di negara lain dengan yang sekarang lagi ngetren?

1. Gigi gingsul VS gigi rata

Di Jepang, gigi gingsul ini dipercaya bikin tampilan cewek jadi keliatan lebih muda dan manis. Katanya, kalo cewek tersebut nyengir dan nunjukin gigi gingsulnya, mereka keliatan polos dan kayak anak kecil. Tapi, di Indonesia dan di negara-negara lain, saat ini tren untuk gigi adalah gigi rata dengan 2 gigi kelinci didepannya. Model gigi kayak gini bisa kamu dapetin dengan cara veneer.

2. Goresan di tubuh VS kulit mulus

Kayaknya, dimana pun selain di negara Ethiopia, semua kaum hawa pasti medambakan kulit yang mulus dan halus. Di Indonesia sendiri, banyak cewek, bahkan lelaki yang berlomba-lomba buat merawat kulitnya supaya jadi putih dan bagus.

Tapi menurut Suku Karo Ethiopia, baik cewek maupun cowoknya malah menggores tubuhnya untuk tujuan tertentu. Untuk cewek, ini akan bikin mereka keliatan lebih cantik, dan untuk cowok, goresan tubuh ini adalah penanda kalo mereka berhasil dalam perang.

3. Gemuk VS Kurus

Kamu yang bertubuh gemuk, punya lipatan lemak dan banyak stretch marks, pasti bakalan percaya diri kalo tinggal di negara Mauritania. Gemuk adalah pertanda kecantikan yang ideal buat orang sana, dan bahkan mereka mengonsumsi 16 ribu kalori per hari supaya mencapai standar kecantikan ini.

Beda sama di beberapa negara, bahkan di Indonesia, yang mayoritas ceweknya selalu jaga makan, bahkan diet ketat supaya dapet bentuk tubuh yang ideal. Apalagi di Korea, dengan banyaknya Idol, atau para aktor, aktris dan penyanyi yang jadi tolak ukur kecantikan dan ketampanan masyarakat sekitar, memaksa mereka jadi makin punya badan yang seksi dan ramping.

4. Kulit pucat VS putih aja

FYI, cewek Thailand dan Tiongkok itu seneng banget bikin kulit mereka jadi lebih putih. Tapi bukan putih biasa, karena putih yang jadi standar kecantikan mereka adalah putih pucat.

Meskipun di Indonesia banyak yang mendambakan punya kulit putih, seenggaknya banyak juga yang masih sadar kalo orang Indonesia itu lebih cantik dan eksotis kalo kulitnya berwarna kuning langsat atau sawo matang. Dan di beberapa negara lainnya, kulit hitam dan coklat mulai jadi perhatian dan jadi standar kecantikannya di negara masing-masing.

5. Bibir lebar VS bibir tebal

Masih di Ethiopia, negara ini juga punya standar kecantikan yang lumayan beda sama negara lainnya. Di negara tersebut, cewek yang dikenal cantik adalah mereka yang punya bibir lebar karena bisa memasukkan lempengan dari tanah liat ke dalam bibir bawahnya atau bibir atasnya.

Standar kecantikan ini berbanding terbalik sama standar kecantikan yang lagi ngetren di Indonesia, yaitu lip filler. Lebar sama tebal ini beda loh ya. Kalo di Ethiopia bibirnya itu bisa melebar dan memanjang karena dibentuk, maka lip filler ini adalah dimasukkan cairan ke dalam bibir supaya tebel, macem Kylie Jenner. Hm, agak horor ya dua-duanya.

6. Rambut keriting VS rambut lurus

Banyak yang mendambakan rambut lurus, pirang, lebat dan sehat. Tapi ini gak terjadi di Brazil, karena standar kecantikan di sana adalah mereka para cewek yang berambut keriting dan hitam. Di Indonesia gak sedikit orang yang nge-bully para cewek berambut keriting, dan akhirnya karena gak tahan sama bully-an tersebut, mereka memutuskan buat meluruskan rambutnya.

7. Plester bekas operasi VS sembunyi-sembunyi

Di Iran, pake plester bekas operasi hidung itu adalah salah satu tren yang banyak diikuti. Selain jadi tren dan standar kecantikan, hal ini juga ternyata sebagai penanda status sosial. Jadi, buat siapapun yang punya plester di hidungnya, mereka itu termasuk yang lumayan berada karena punya cukup uang buat melakukan operasi.

Beda lagi kalo di Indonesia, yang kalo abis operasi plastik di salah satu bagian tubuhnya, pasti bakal diumpetin dan bilangnya gak operasi. Padahal jelas-jelas bentuk wajah atau badaannya keliatan beda banget. KZL.

Intinya, kamu mesti percaya diri dan bersyukur atas semua pemberian yang Tuhan kasih ke kamu ya, Kawan Muda. Buktinya, standar kecantikan yang kita pandang aneh, malah ternyata cantik di mata cewek lain, di belahan benua lainnya juga tentunya. Jadi, ubah pandangan kamu soal stereotip “cantik”. Stay beauty, beauty!

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.