Jum'at, 25 September 2020

Genmuda – Siapa bilang kuliah jurusan sastra dan bahasa tuh madesu (baca: masa depan surem)? Engga banget, tauk! Jangan anggap enteng jurusan sastra. Masuk jurusan-jurusan ini tuh emang kayanya gampang di awal, tapi buat survive berkuliah sampe lulus perlu usaha gila-gilaan. Apa lagi kalo nemu dosen (yang umumnya) perfeksionis.

Biar gitu, masa depan lulusan sastra tuh cerah-cerah aja, kok. Sama sekali bertolak belakang dari gosip dan mitos yang bilang lulusan sastra sama dengan pengangguran. Belajar bahasa asing di era global kaya gini terbukti banyak manfaatnya.

Apa lagi, pemerintah Indonesia di masanya Presiden Jokowi lagi getol-getolnya jalin kerja sama dengan negara asing buat berinvestasi dan mendirikan usaha di Indonesia. So, inilah lima bahasa yang bakal banyak manfaatnya kalo kamu kuasai mulai dari sekarang.

1. Mandarin

bahasa yang menguntungkan
Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping ketika upacara penerimaan tamu kenegaraan di Tiongkok. (Sumber: energitoday.com)

The Jakarta Post, Januari 2016 lalu meyakini Tiongkok merupakan negara dengan investor terbesar di Indonesia. Habis itu, Detik.com Maret lalu negesin kalo Wapres Jusuf Kalla udah bertemu sama sejumlah pimpinan perusahaan Tiongkok dan ngebahas soal investasi di RI.

Udah engga bisa dipungkiri, Tiongkok tuh sohib bisnis Indonesia. Karena kerjasama itu, rencananya bakal makin banyak perusahaan berbahasa Mandarin yang akan hadir di Indonesia. Dengan kata lain, anak muda yang bisa bahasa Mandarin bakal makin dicari perusahaan itu.

2. Korea Selatan

bahasa yang menguntungkan
Presiden Joko Widodo didampingi Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyapa para penyambut yang membawa bendera Korea Selatan dan Indonesia di istana kepresidenan Blue House, Seoul, South Korea, Senin (16/5). (Sumber: aktual.com)

Negara lain yang bakal jalin hubungan sama Indonesia tuh Korea Selatan. Sekitar Mei 2016 kemaren, Presiden Jokowi tuh udah berkunjung ke negara penghasil K-Pop itu dan menghasilkan komitmen kerja sama di beberapa bidang, terutama Industri dan kreatif.

Deal-dealannya dikabarin hingga 18 miliar Dollar AS, loh. Dengan kata lain, bakal banyak kebutuhan pekerja berbahasa Korea Selatan di Indonesia buat menindak lanjuti kerja sama itu. Sekarang aja udah banyak orang-orang Korea Selatan yang belajar Bahasa Indonesia di kampus-kampus negeri. Kalau kamu mau, kamu juga bisa jadi guru privat mereka loh.

3. Rusia

bahasa yang menguntungkan
Presiden Joko Widodo dan Vladimir Putin ketika rapat penentuan nota kesepahaman kerjasama Indonesia-Rusia di Sochi, Rusia, Mei 2016 lalu. (Sumber: ksp.go.id)

Hubungan Indonesia-Rusia udah pernah di bangun waktu eranya Presiden Soekarno (waktu itu Rusia masih berbentuk Uni Soviet). Sekarang, Presiden Jokowi dan Vladimir Putin udah berkomitmen buat ningkatin ekspor kelapa sawit, produk perikanan, buah, sayur, serta pariwisata.

Jokowi udah yakinin perusahaan minyak dan gas Rusia, Rosneft buat bangun kilang di Tuban, Jawa Timur senilai 13 miliar dollar AS. Bayangin tuh. Berapa banyak lowongan kerja yang bakal dibuka terutama buat mereka yang bisa berbahasa Rusia.

4. Belanda

bahasa yang menguntungkan
Presiden Jokowi lagi foto bareng mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda waktu kunjungannya, April 2016 lalu. (Sumber: kompas.com)

Buat anak-anak yang doyan ilmu sosial, belajar Bahasa Belanda tuh sangat dianjurin. Soalnya, di Leiden, Belanda, ada perguruan tinggi yang fokusnya mempelajari segala bidang sosial di Indonesia. Jadi, kamu bisa merebut beasiswa buat belajar ke sana.

Udah banyak loh anak-anak muda Indonesia yang lanjutin pendidikannya di Universitas Leiden. Jokowi aja sempat mengunjungi persatuan pelajar Indonesia (PPI) di situ waktu kunjungannya ke Belanda, April 2016 lalu.

5. Prancis

bahasa yang menguntungkan
Begini suasana peserta seminar Thesis Berbahasa Prancis yang diadain di IFI beberapa waktu lalu. (Sumber: IFI Jakarta)

Diucapin sama lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia yang tersebar di paling engga 29 negara, Bahasa Prancis juga jadi bahasa yang sangat berguna. Pertama, pengguna bahasa Prancis jelas bisa nyari beasiswa di negara itu.

Kalo beruntung, engga tertutup kemungkinan juga buat kerja di negara itu. Berdasarkan liputan Kompas.com 2013 lalu, rata-rata tenaga kerja asing di Perancis tuh diupah 1.400 euro atau setara 21 juta rupiah perbulan untuk 35 jam kerja seminggu. Gokil, kan.

Selain lima bahasa tadi, tentunya Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tetep penting ya gaes. Bahasa Inggris penting kamu kuasai karena jelas banget bahasa itu dimengerti sama hampir semua penduduk dunia. Sementara Bahasa Indonesia penting karena kamu punya kewajiban melestarikannya.

Lagian, Bahasa Indonesia juga udah dipelajari sama sejumlah negara asing. Malu kan kalo kalah jago berbahasa asli dari orang bule. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.