Rabu, 30 September 2020

Genmuda – Jadi orang bahagia engga mesti dicapai dengan ngebahagiain orang lain lagi loh, gaes. Meski agak bertentangan sama ajaran agama, kebudayaan, atau nasihat orang tua tapi seperti itulah hasil studi ilmiahnya.

Penelitiannya dibuat Scott Barry Kaufman, 2016 kepada 700 orang. Hasilnya udah dipublikasiin di jurnal Scientific American pada tahun yang sama dan disebarin ulang LiveScience.com, 24 Januari lalu. Artinya penelitian doi bagus, gaes.

Dalam kesimpulannya, doi bilang bahwa seseorang bisa bahagia asalkan punya sifat antusias, mau terlibat, berambisi, berempati, dan berkeingintahuan tinggi. Sementara itu, 5 sifat baik di bawah inilah yang menurut doi engga bakal bikin siapapun dapet kebahagiaannya:

1. Sopan-santun

via tumblr.com.

Kebudayaan Barat menyamakan arti sopan-santun dengan respect. Di Indonesia, kedua hal itu sama-sama jadi hal yang sering dituntut satu orang terhadap orang lain, apalagi antara orang tua dengan mereka yang lebih muda.

Nyatanya, orang-orang sopan yang diteliti Kaufman justru tingkat kebahagiaannya lebih rendah dari yang lain. Artinya, mungkin sesekali kamu butuh tegas atau kalo perlu engga respect sama orang lain. Terutama, kalo orang itu engga respect sama kamu.

2. Teratur

Mereka yang hidupnya sangat teratur, terjadwal, dan tertata juga dapet skor kebahagiaan paling rendah. Soalnya, keteraturan itu bikin seseorang jadi perfectionist. Dikit aja sesuatu berlangsung engga sesuai rencananya, doi jadi gampang bete. Kalo dikit-dikit bete, doi berarti kekanak-kanakan, kan?

3. Gampang baper

via tenor.co.

Dalam penelitian Kaufman, orang yang gampang bawa perasaan (baper) cenderung mudah terkena serangan mood dan susah mengontrol emosi. Mereka gampang depresi. Udah pasti, hidupnya engga bakal bahagia kalo sedikit-sedikit bete dan main perasaan teruzzz (harus pake ‘z’).

4. Kreatif

Uniknya, orang kreatif juga terbukti engga gampang bahagia karena mereka selalu butuh berimajinasi dalam kesehariannya. Padahal, engga semua kerjaan butuh imajinasi. Jabatan seperti akuntan dan analis pajak justru lebih ngebutuhin ketelitian dan keteraturan dalam bekerja. Masuk akal kan?

5. Asertif

via tenor.co.

Mereka yang asertif adalah orang yang dominan secara sosial, termotivasi buat panjat sosial, dan engga ragu buat memimpin sebuah kelompok. Sifat seperti itu bagus sih, tapi bisa jadi “bumerang” kalo ketemu temen yang jauh lebih asertif. Bukannya bertemen, mungkin mereka malah tusuk-tusukan dari belakang supaya jadi yang terdepan dari yang lain.

Terus, sifat apa dong yang bisa bikin orang bahagia? Kaufman nyimpulin kalo mereka yang antusias, mau mencoba sesuatu, berempati, ingin tau ilmu baru, dan punya tekad adalah orang yang paling bahagia dalam hidupnya. Sekian. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.