Senin, 15 Juli 2024
HubunganCinta

Ini yang Mesti Kamu Pahami Soal Anak Sastra (yang Katanya Romantis dan Puitis)

Stefany Claudia, mahasiswa bahasa Prancis UNJ angkatan 2012 peraih penghargaan mahasiswa aktif selama penyelenggaraan Semaine de la Francophonie 2016 (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Walaupun jurusan sastra sering dipandang sebagai jurusan yang sepele, gampang masuknya, dan nanti pun belajarnya gitu-gitu aja, tapi jurusan ini masih jadi favorit banyak lulusan SMA. Di beberapa kampus negeri dengan kategori IPS, jurusan bahasa menempati posisi kesekian dibawah dari jurusan ilmu keuangan dan komunikasi.

Meskipun tiap jurusan sastra mempelajari bahasa yang berbeda di tiap jurusannya, tapi kebanyakan mahasiwanya akan berhubungan sama kesusastraan atau ilmu pedagogik, –yang sering disebut juga sama pendidikan. Di beberapa kampus, ada beberapa jurusan sastra yang bisa kamu coba nih di SBMPTN nanti.

Ada Fakultas Ilmu Budaya di UI, UGM, Unpad, USU, Unsoed, Unand,dan universitas lainnya. Jurusannya beragam, mulai dari bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman, Mandarin, Jepang, Arab, Korea, Rusia, sampe sastra Jawa dan Sunda. Mau bahasa apa? Lengkap pokoknya!

Anak sastra bukan kamus berjalan gengs

via: giphy.com

“Eh, honorificabilitudinitatibus artinya apasih?

“Lah gatau, lu aja susah bacanya saking panjangnya.”

“Ah gimana sih, masa anak bahasa Inggris gak tau artinya hono——-“

*Lah dia aja susah ngomongnya

Anak sastra sering dijadiin kamus berjalan. Kalo nanya kosakata ke anak bahasa, pasti kamu bakal mengharapkan mereka bisa jawab. Padahal, gak semua anak sastra itu menguasai setiap kata. Apalagi kalo kamu nanya bahasa Arab, ke si dia yang anak bahasa Jerman, ya mana paham… Makanya mulai sekarang jangan stereotip ya, karena anak sastra itu belajar bahasa supaya bisa mempergunakan bahasa itu dengan baik, bukan biar bisa bikin kamus sendiri.

Dikenal manis, karena isinya kebanyakan pujangga

“Roses are red, violet are blue. Oh darling, I love you….”

atau, “Bisakah kita bertemu? Aku sudah tidak kuat menanggung rindu.”

Keleyengan gak tuh bacanya?

Jika ada stereotip bagus soal anak sastra, biasanya diterima sama anak bahasa Indonesia, karena mereka dikenal bisa nulis puisi-puisi manis yang bikin kita klepek-klepek. Anak bahasa Indonesia emang mesti paham cara berbahasa yang baik dan benar, karena mereka emang dituntut untuk selalu begitu.

Kalo kamu punya pacar anak bahasa Indonesia, siap-siap nih tiap hari dibikinin puisi, dari bangun tidur, sampe mau tidur lagi. Kamu mesti siap buat dimanis-manisin setiap hari dengan ujaran-ujarannya yang orang lain bahkan gak kepikiran ngomong kaya gitu ke kamu.

Dandannya nyantai, gak kayak anak pariwisata yang pake seragam

via: giphy.com

Penampilannya pun nyentrik! Anak bahasa dinilai cuek sama penampilan dan malah lebih sering dandan apa adanya. Paling biasa aja dari jurusan lain yang mungkin dituntut buat tampil rapih. Cukup dengan celana jeans robek, kaos dan pegang buku sastra.

Seringnya sih mereka nongkrong sambil diskusi-diskusi lucu atau sekedar gitar-gitaran aja di selasar gedungnya. Jadi kalo lewat jurusan bahasa, kamu gak cuma bisa liat 1 aja yang seger, tapi banyak! Kan… gimana gak melting coba.

Anti nyantai apalagi kalo ada tugas bikin esai

Jadi anak sastra nyantai? Enggak! Belajar bahasa di jurusan sastra itu mesti paham sama empat aspek kebahasaan, mulai menulis, membaca, mendengar. dan juga berbicara. Gak heran kalo tiap semesternya akan ngelewatin semua mata kuliah itu, dan berlanjut terus sampe nanti mau lulus. Kamu diminta buat bisa paham struktur kebahasaan, bisa ngomong di depan banyak orang dengan penuh percaya diri dan tentunya dengan bahasa yang baik dan benar. Duh, pilihan kata aja diperhatiin, apalagi kamu ya kan….

Anak sastra itu gak cuma paham soal bahasa aja, tapi juga memperdalam ilmu budaya. Sejenis pelajaran sejarah sastra dari bahasa yang dipelajari, beserta fungsi-fungsi bahasanya. Ini yang bakal bikin proses belajar kamu gak monoton, karena secara gak langsung, kamu akan memperkaya ilmu kamu dengan ilmu lainnya secara bersamaan. Wah seru gak tuh.

Jadi tempat buat menyalurkan bakat

via: Tumblr

Keseruan lainnya, kamu gak melulu nulis dan baca aja, tapi nanti kamu juga akan bisa dengan lancar berkomunikasi sama orang lain. Kalo kamu termasuk anak yang rajin, coba deh buat ikutan acara diluar kampus yang melibatkan relawan buat jadi Liaison Officer atau jadi Tour Guide. 

Di sini, kemampuan berbahasa kamu pasti terasah, karena yang kamu ajak ngobrol adalah orang asingnya langsung. Meskipun pasti menantang, tapi kegiatan ini pasti bikin kamu makin punya kemampuan yang kaya dalam bahasa.

Kamu juga bisa mengembangkan minat dan bakat kamu yang terpendam di jurusan sastra. Bisa dengan ikut klub teater, atau klub musik yang hobinya bikin musikalisasi puisi. Nah, di sini nih tempatnya kau memperkaya ilmu lain, dan juga memperluas pergaulan kamu tentunya. Pokoknya kalo jadi anak teater atau perkumpulan kegiatan lain di jurusan ini, pantang pulang abis ashar pokoknya.

Kata siapa anak sastra gak punya prospek kerja?

Soal prospek setelah kamu lulus kuliah nanti, gak mesti kamu khawatirin. Jurusan bahasa ini gak kalah saing sama anak-anak teknik atau kedokteran loh. Kamu bisa jadi penulis buku, reporter, guru, penerjemah, dan masih banyak lagi kerjaan lainnya yang membutuhkan kemampuan bahasa kamu. Jadi, udah menetapkan mau masuk jurusan sastra apa? (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.