Senin, 13 Juli 2020

Genmuda – Kecewa beraat! Udah lima kali masuk final, Indonesia kembali gagal rebut Piala AFF 2016 dari Thailand, Sabtu malam (17/12). Skuad Garuda dibungkam 2 – 0 dengan agregat 3-2 di hadapan sekitar 50 ribu penonton Stadion Rajamangala Bangkok.

Bagi Thailand, kemenangannya sekaligus jadi balas dendam setelah dikalahin Indonesia 1-2 di Stadion Pakansari Bogor, sewaktu leg pertama. Kedua golnya dicetak Siroch Chattong sekitar menit 37 dan 46.

Kegagalan Indonesia di final sebelumnya terjadi pada 2000, 2002, 2004, dan 2010. Meski tampil gemilang, nasib buruk selalu menimpa Indonesia di laga puncaknya. Ada yang bilang, itu adalah kutukan final Indonesia. Mitos emang, tapi di bawah ini adalah beberapa mitos tahun 2016 yang mendadak gugur berkat kekalahan Indonesia.

Tahun 2016, tahunnya ‘underdog’

via genmuda.com
Leicester City lagi selebrasi. (Sumber: Istimewa)

Beberapa pertandingan olahraga besar tahun ini selalu berakhir dengan kemenangan tim underdog. Salah satu yang paling fenomenal tentu aja adalah Leicester City juarai Liga Primer Inggris periode 2015/2016.

Engga ada yang nyangka klub medioker yang baru masuk liga primer periode 2014/2015 itu bisa lewatin Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea, klub lebih berpengalaman dan pastinya lebih banyak duit dalam satu dekade terakhir.

Pelatihnya ketika sabet juara, Claudio Ranieri sama sekali engga punya pengalaman ngebawa sebuah tim juarai turnamen bergengsi. Pencetak gol terbanyaknya, Jamie Vardy hanya punya pengalaman main di klub non Liga Primer, Fleetwood Town FC. Sementara Riyad Mahrez yang jadi pemain terbaiknya adalah pemain French Ligue 2 sebelum masuk Leicester.

Banyak pakar bilang kalo prestasi ‘The Foxes’ adalah kemenangan 1:5.000. Setelah itu, banyak bermunculan underdog yang berprestasi. Misalnya aja Wales yang kalahkan tim bertabur bintang Belgia di perempat final Euro 2016.

Mitosnya juga berlaku di dunia hiburan

via Reuters
Selamat, ya Oom Jackie Chan atas Piala Oscarnya! Mantap sekali! (Sumber: Reuters)

Ya. Mitos ‘tahun 2016 itu tahunnya underdog‘ juga berlaku di dunia hiburan. Kalo yang terpikir adalah kemenangan Oscar Leonardo DiCaprio, kamu masih nyaris bener. Tapi yang Genmuda.com maksud di sini tentu aja Jackie Chan yang ngeraih Piala Oscar atas keuletannya bikin film sepanjang hidup.

Soalnya Leo sama sekali bukan underdog. Doi adalah aktor yang udah digadang-gadang buat menangin penghargaan aktor terbaik dari era Film ‘Titanic.’ Film-film doi pun selalu dapet nominasi Oscar, sebut aja, ‘Shutter Island,’ ‘Inception,’ dan ‘The Wolf of Wallstreet.’

Jadi, kemenangan doi di ‘The Revenant’ udah sewajarnya. Lain kan kalo kasusnya Jackie Chan. Sepanjang sejarahnya, Academy Awards engga pernah terlalu perhitungkan film komedi-aksi masuk nominasi. Hal itu juga udah disadari Jackie Chan.

Makanya, penyerahan Piala Oscar buatnya adalah sesuatu yang luar biasa. Setelah ratusan kali patah tulang bahkan hampir tewas karena lakuin aksi stunt filmnya sendiri, Jackie Chan dapatkan tempat sepatutnya di Hollywood.

TRUMP!

via memegenerator.net
(Sumber: memegenerator.net)

Sebenernya, udah bosen ngomongin orang yang satu ini. Tapi Donald Trump adalah salah satu bukti ‘tahun 2016 tahunnya underdog‘ dalam dunia politik. Dari kampanyenya yang terkesan kasar, kebiasaan mengejek lawan, dan kepribadian nyelenehnya, engga ada pengamat politik yang mengira doi bakal menang.

Semua media dan netizen favoritkan Hillary Clinton. Kenyataannya, pemilu 8 November di Amerika Serikat berakhir dengan kemenangan Trump. Semenjak itu, para pengamat percaya kalo Trump menang lantaran menawarkan perubahan sementara Hillary hanya bertekad pertahankan kondisi AS.

Balik lagi ke Indonesia

via bangkokpost.com
Liat pemain Thailand yang nomor 9? Jangan lupain mukanya karena dia adalah Siroch Chattong yang jebolin gawang Indonesia. (Sumber: bangkokpost.com)

Sejak awal AFF 2016, Indonesia udah jadi tim underdog. Raksasa yang dulu mendominasi (tapi belum pernah menang) ini baru diberi izin FIFA buat main di pertandingan internasional setelah tahun sebelumnya dilarang. Jelas pemain Indonesia jadi kurang jam terbang.

Jumlah kemenangan di Piala AFF juga engga banyak. Cuma ada tiga, yaitu waktu lawan Singapura di babak grup, Vietnam di leg pertama semifinal, dan Thailand di leg pertama babak final. Lain banget dari Thailand yang cuma kalah sekali di leg final pertama atas Indonesia, sisanya tim Gajah Perang sapu bersih kemenangan di AFF 2016.

Itulah sebabnya Genmuda.com bilang kalo mitos ‘tahun 2016 adalah tahunnya underdog‘ gugur sama Indonesia di penghujung tahun. Yang pasti, kutukan final masih melanda Indonesia. Gimana menurut kamu? Apa kamu engga percaya mitos? Jangan sungkan tulis komentar di bawah ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.