Senin, 17 Januari 2022

Genmuda – Film “Iqro: Petualangan Meraih Bintang” dapet sambutan positif. Tayang sejak 26 Januari lalu, tiket film anak bernuansa religi itu terjual sampai 215.328 kali, pada Rabu (8/2). Itu bisa dibilang prestasi tersendiri mengingat filmnya rilis bukan di musim liburan sekolah atau momen peringatan tertentu.

Produser Eksekutif Film Iqro, Rosa Rai Djalal sangat mengapresiasi animo penonton. “Senang sekali filmnya tembus 200 ribu penonton dalam 10 hari,” tuturnya melalui siaran pers. Doi berharap, “Iqro” bisa jadi alternatif bagi movie goers.

Filmnya nyeritain soal Aqila (Aisha Nurra Datau) yang gemar pelajaran astronomi di sekolah, tapi kurang minat baca Al Quran. Suatu ketika, doi pengen pakai teropong bintang Observatorium Bosscha buat bikin tugas sekolah.

Tapi, kakeknya yang seorang astronom observatorium itu kasih satu syarat. Aqila harus mahir baca Al Quran, baru boleh pakai teropongnya. Tema religi, sains, dan keluarganya bakal kentel banget dan terbukti dengan beberapa hal di bawah ini.

1. Dibuat oleh manajemen Masjid

via kangeep.com
Ini loh Masjid Salman ITB yang ikutan produksi filmnya. (Sumber: kangeep.com).

Filmnya bisa jadi berkat garapan rumah produksi manajemen Masjid Salman Institut Teknologi Bandung bersama Salman Film Academy. Rekamannya diproses lebih lanjut di studio Ganesha Tradika Pancadaya dan diproduksi barengan Chanex Ridhall Pictures. Bisa dibilang, ini adalah film anak-anak pertama yang diproduksi Masjid.

2. Pengen bikin sekolah film

Engga mau berhenti berkarya, Salman Film Academy udah berencana bikin film keduanya yang bakal tayang akhir tahun. Malahan, mereka juga lagi bersiap ngebuka pendidikan diploma Salman Film Academy dalam waktu dekat.

3. Ikut rekomendasi pengurus Bosscha

via istimewa
Bangunan berkubah di belakang cewek itu yang namanya Observatorium Bosscha, tempat meneropong bintang. (Sumber: Istimewa).

Nuansa sains filmnya bakal makin terasa kental begitu memasuki adegan-adegan di Observatorium Bosscha. Iqbal Alfajri yang menyutradarai filmnya mengikuti rekomendasi para pengurus observatorium tersebut. Jadi, engga bakal ada istilah, teori, atau teknik meneropong yang salah di filmnya.

4. Bikin Ridwan Kamil mewek

Ada satu adegan antara Aqil dan Opa yang diperankan Cok Simbara, yang bikin penonton ikut menitikkan air mata. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang nonton pemutaran perdananya di Bandung, 20 Januari lalu aja ikut mewek ketika adegan tersebut muncul.

5. Ada cuplikan tambahan setelah creditnya

via tribunnews.com.
Nah, ini nih after scene credit yang nyaris dilewatin penonton Banjarmasin. (Sumber: tribunnews.com).

Buat Kawan Muda yang pengen nonton, jangan beranjak tempat duduk dulu biarpun credit title mulai berjalan. Kata tribunnews.com, 26 Januari, bakal nyelip cuplikan tambahan setelah filmnya. Siapa tau kan itu clue akan rilisnya sekuel.

Poin kelima inilah yang bikin “Iqro: Petualangan Meraih Bintang” juga bisa masuk jajaran film kekinian. Kawan Muda harus banget nonton filmnya biar ngerasain sendiri nuansa kekeluargaan dan religi yang ditawarin. Gimana kalo kita nonton bareng Sabtu ini? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.