Senin, 15 Juli 2024
Hiburan

Film ‘Interchange’ Jadi Duet Maut Antara Indonesia dan Malaysia!

©Genmuda.com/2017 FannyFauzan Zidni dari Cinesurya, Nicholas Saputra, Dain Iskandar, Nandita Solomon dari Apparat dalam acara konfrensi pers film "Interchange" Kamis (23/2), di Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Genmuda – Nicholas Saputra dan Prisia Nasution beradu akting lewat film “Interchange” yang merupakan produksi dari dua rumah produksi asal Malaysia dan Indonesia, yaitu Apparat dan Cinesurya Pictures.

“Interchange” adalah sebuah film thriller supernatural yang ikut diperankan oleh aktor dan aktris Malaysia seperti Shaheizy Sam, Iedil Putra, Nadiya Nisaa, Alvin Wong, dan Chew Kin Wah. Film ini juga disutradarai oleh Dain Iskandar Said yang merupakan sutradara kawakan asal Negeri Jiran.

Dalam Konfrensi Persnya di CGV Grand Indonesia, Kamis, (23/2) Prisia Nasution ngaku langsung bilang ‘iya’ saat ditawarkan berakting di film ini. Belum lagi “Interchange” sangat kuat dengan unsur budaya dengan balutan jalan cerita yang bikin kamu berpikir keras dan menegangkan.

1. Ide cerita dari kepercayaan lokal

©Genmuda.com/2017 Fanny
Fauzan Zidni dari Cinesurya, Nicholas Saputra, Dain Iskandar, Nandita Solomon dari Apparat dalam acara konfrensi pers film “Interchange” Kamis (23/2), di Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Dain ngaku melihat sebuah foto pada tahun 2005 yang merupakan kejadian nyata dari penjelajah asal Norwegia, Carl Lumholtz, yang mengunjungi Kalimantan tengah antara tahun 1913-1917. Foto-foto yang diambil kala itu adalah foto wanita dari suku Borneo yang sedang mandi di sungai dalam upaya membersihkan diri dari efek jahat setelah fotonya dibadikan oleh Carl.

Kepercayaan adat suku itu meyakini bawah saat melihat foto orang, maka jiwa kamu akan diambil dan terperangkap dalam foto tersebut. Dari situlah Dain mulai mendapatkan ide akan film yang akan rilis pada 2 Maret 2017 di Indonesia.

2. Menjadi seekor burung

©Genmuda.com/2017 Fanny
Nicholas Saputra saat ditemui usai konfrensi pers film “Interchange” Kamis (23/2), di Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Bukan cuma ngomongin suku dan foto aja, sosok dingin nan ganteng Nicholas Saputra bakal menjadi seekor burung yang statusnya udah hampir punah atau kamu akan mengenalinya sebagai burung Enggang. Yap, Nicho bakalan jadi sosok supranatural yang sangat kuat akan unsur magisnya.

“Burung tersebut sering saya bertemu ketika saya sedang berjelajah, dari situ saya merasa dekat dan saya mau main peran ini.” Ungkap Nico yang ngaku ngerasa ‘connect’ saat ditawari peran ini pertama kali.

Demi mendalamin peran doi juga perlu belajar bahasa “Kenyah”,– yang dipakai oleh suku Dayak, secara privat serta melakukan koreografi layaknya seekor burung. Total dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk bisa mendalami perannya kali ini.

Engga cuma itu, pemeran Rangga di film “AADC” ini pun perlu persiapan waktu sekitar 5 jam cuma untuk dandan dan menggunakan kostum selama proses syuting. Jadi jangan heran kalo Kawan Muda bakalan pangling saat ngeliat sosok doi di film ini.

3. Belajar dari kebiasaan masyarakat sekitar

©Genmuda.com/2017 Fanny
Iedil Putra dan Prisia Nasution ikut berperan dalam film “Interchange” ©Genmuda.com/2017 Fanny

Lain halnya sama Nicho, Prisia Nasution akan memerankan tokok Iva, sosok cenayang yang sudah hidup hampir 100 tahun. Doi ngaku ke Genmuda.com kalo doi lebih banyak memperhatikan kebiasaan masyarakat sekitar dan belajar banyak dari buku kebudayaan.

“Aku sempet engga ngerti orang Malaysia ngomong apa, tapi peran aku kali ini memarankan sosok perempuan dari Kalimantan yang emang dekat sama bahasa Indonesia jadi aku engga terlalu kesulitan.” jelas istri dari Iedil Putra, yang sama-sama beradu akting di film ini.

4. Tampil di berbagai festival film internasional

©Genmuda.com/2017 Fanny
Nicholas Saputra, Dain Iskandar, Nandita Solomon dari Apparat saat menjelaskan proses pembuatan film “Interchange” kepada awak media Kamis (23/2), di Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Sebelum dirilis di tanah air, film besutan Dain ini udah lebih dulu masuk seleksi beberapa festival film internasional seperti Locarno Film Festival dan Toronto International. Namun sang produser asal Malaysia yakni Nandita Solomon bilang kalo masih ada dua festival lagi yang akan mereka ikuti, yaitu Osaka Film Festival dan Malaysia Film Festival.

5. Mendapat banyak pujian di Malaysia

Via Google
(Sumber: star.com)

Tayang duluan di Malaysia ngebuat film ini udah eksis duluan di sana. Bahkan respon netizen Malaysia bilang bahwa “Interchange” punya jalan cerita yang oke. Kalo kamu kepo gimana jalan ceritanya, tonton dulu aja trailernya di bawah ini.

(sds)

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela